Singapura, Travelling

Nostalgia Masa Lalu dan Kini di Tiong Bahru

Supir taksi yang kami tumpangi berceloteh tentang pemukiman mewah yang harga sewanya bisa 3 sampai 4 kali kali lipat dibandingkan tempat lain.

“Tiong Bahru… Too expensive to rent-lah.”

“Apa sih yang tidak mahal di negeri Singa ini, wong untuk jalan-jalan ke sini saya harus menabung berbulan-bulan, berbeda dengan orang Singapura yang bertandang ke Batam untuk menghabiskan uang receh.”, batin saya bergumam.

Lanjutkan membaca “Nostalgia Masa Lalu dan Kini di Tiong Bahru”
Jalan2Cuap2, Kepulauan Riau, Travelling, Video

[Vlog] Gowes Seru Batam-Pemancingan Poyotomo, Bintan

Setelah tahun lalu sukses meracuni teman-teman kantor piknik ke Pekanbaru-Sumbar. Akhirnya tahun ini kembali kita  piknik ke luar kota dengan bujet super murah yang sawerannya cuma 170 ribu rupiah. Ini tanpa subsisi kantor, asli semuanya swadaya dari kantong sendiri. Lho kok bisa dengan uang segitu?

Yup kita gowes ke Bintan, uang 170 ribu untuk saweran naik kapal, sewa tenda dan  mobil pick up. Untuk makan dan minum di perjalanan bayar masing-masing alias BM.

Lanjutkan membaca “[Vlog] Gowes Seru Batam-Pemancingan Poyotomo, Bintan”
Curahan, Lomba, Teknologi

VivoBook Flip 14 TP410 Si Laptop Balerina

Tua, tambun dan lamban itulah gambaran laptop yang saya pakai sekarang. Lima tahun lalu atau di era kejayaannya laptop ini memang cukup keren dan mumpuni untuk hobi dan pekerjaan. Tapi sekarang? Ah sudahlah,  ia sudah lelah mengikuti keinginan saya yang terlalu banyak. Lanjutkan membaca “VivoBook Flip 14 TP410 Si Laptop Balerina”

Produk, TIps, Travelling

Pernah Punya Mimpi Piknik Sekarang Bayarnya Nanti?

Setiap penghobi traveling pasti punya trip impian, terkadang sampai punya budget list dan berharap sebelum usia 40 tahun semua akan terwujud. Bukannya memaksakan diri tapi  perlu memberikan hadiah sendiri setelah bekerja sepanjang tahun bagai kuda.

Lanjutkan membaca “Pernah Punya Mimpi Piknik Sekarang Bayarnya Nanti?”

Kepulauan Riau, TIps, Travelling

Piknik Murah Dari Batam ke Lagoi Dengan Bus Damri

Kini  wisata terpadu Lagoi lebih ramah dengan wisatawan domestik tapi apakah ramah dengan traveler berbujet tipis banget? Soalnya untuk sampai di kawasan wisata terpadu tidak disediakan kendaraan umum, mau tidak mau harus menyewa kendaraan atau mengambil paket wisata. Kalau pergi bersama rombongan bisa berhemat dengan patungan menyewa kendaraan tapi kalau sendiri?

Ya ampun Mas malangnya  nasibmu, sudah jalan-jalan bujet tipis ala sobat misqueen, jomblo pula nggak ada teman.

Lanjutkan membaca “Piknik Murah Dari Batam ke Lagoi Dengan Bus Damri”

Acara, Singapura, Travelling

Mengejar Karya di Canon PhotoMarathon XVI Singapore 2018

Canon PhotoMarathon XVI Singapore 2018 – Salah satu liburan berkesan  bulan Juli lalu mengikuti lomba foto di negara tetangga. Bukannya sok-sokan tapi gegara HARRIS Photo Hunt 2018, saya jadi kecanduan ikutan lomba foto on the spot. Selain menambah pengalaman dan teman, gelaran ini  menambah kemampuan  dan wawasan. Apalagi Canon PhotoMarathon XVI Singapore 2018  diikuti oleh ribuan fotografer dari Asia Tenggara.

Lanjutkan membaca “Mengejar Karya di Canon PhotoMarathon XVI Singapore 2018”

Myanmar, TIps, Travelling

Itinerary Hardcore Myanmar : 5 Malam Tidur di Bus, 3 Malam Tidur di Hostel

Meski baru membuka diri Myanmar menjadi destinasi favorit wisatawan beransel, walau nggak semurah Thailand tapi paling tidak biaya hidup jalan-jalan di sana  lebih bersahabat dibandingkan Singapura. Berbekal tiket pesawat promosi maskapai asal negeri jiran saya bersama beberapa teman berangkat ke Myanmar. Itinerary dibuat sepadat mungkin maklum kita masih karyawan yang jadwal cutinya terbatas. Nah ini tugasnya Rina membuat itinerary jadi jangan salahkan saya kalau selama 8 hari kita cuma tiga hari tidur di penginapan, sisanya di bis malam. Buset dah sudah kaya artis, siangnya ngamen malamnya pindah kota.

Lanjutkan membaca “Itinerary Hardcore Myanmar : 5 Malam Tidur di Bus, 3 Malam Tidur di Hostel”

Travelling, Turki

Mengawali Musim Semi di Turki

“Seharusnya bulan April sudah  musim semi tapi mengapa masih ada orang yang mengenakan pakaian musim dingin.” Mata saya melirik wanita mengenakan mantel panjang lengkap dengan kupluk rajut dan  boots heels. Sesekali tangannya masuk ke saku lalu mengurai saru tangan kulit. Memang sih AC  bandara Ataturk  lumayan dingin tapi belum sampai di bawah minus 10 derajat celcius. Oh mungkin kedinginan itu karena akan menghadapi petugas imigrasi bandara.

Lanjutkan membaca “Mengawali Musim Semi di Turki”