Pulang Melewati Dua Lautan: Tanjung Pandan – Boom Baru

“Aku pulang…. bertahun-tahun… ku di negeri orang… oh Malaysia “. Syair sebuah lagu melayu sayup terdengar mengalun lembut membangunkan tidur saya. Ternyata sudah pukul 6 kurang nampaknya saya harus bergegas ke pelabuhan Tanjung Pandan. Setelah mandi , sarapan dan menyelesaikan administrasi pembayaran kamar  sebesar 55 ribu sayapun check out daripenginapan . Awalnya saya ingin bangun lebih pagi untuk “hunting” menyaksikan pasar ikan di pagi hari. Namun apa daya, badan ini tak mau berkompromi setelah lelah tadi malam berkeliling kota.

Lanjutkan membaca “Pulang Melewati Dua Lautan: Tanjung Pandan – Boom Baru”

Wisata Malam Melintas Jejak Sejarah Tanjung Pandan

Rasanya tak ingin membuang waktu dan menikmati malam terakhir di Belitung, malam ini sayapun kembali menjelajah pusat kota Tanjung Pandan. Setelah terbangun dari mimpi indah pendek, tepat pukul 22:00 WIB saya keluar dari hotel  berjalan ke arah pelabuhan menjauhi pusat kota. Hingar bingar dan keramaian kota sudah nyaris tidak terasa di sini.

Lanjutkan membaca “Wisata Malam Melintas Jejak Sejarah Tanjung Pandan”

Hunting-Wrong Time and Wrong Place

Setelah mengantar rekan dari Jakarta di bandara  H. A. S. Hanandjoeddin yang pulang hari ini. Sayapun kembali menuju pusat kota Tanjung Pandan untuk mencari penginapan. Dengan ditemani pak Eko pemilik mobil yang kami rental ternyata mencari penginapan kosong di Belitung agak sulit  bersamaan dengan event besar berskala nasional Sail Wakatobi Belitung 2011. Setelah berputar-putar di kota Tanjung Pandan akhirnya dapat  satu penginapan dekat pelabuhan di Jalan Depati Endek. Penginapan sederhana dengan bangunan ruko yang disekat menjadi kamar kecil bakal menjadi persinggahan malam ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Palembang esok hari.

Lanjutkan membaca “Hunting-Wrong Time and Wrong Place”

Satam Si Hitam Nan Misterius

Berada di simpang lima Tanjung Pandan Belitung kita akan disuguhi sebuah pemandangan tugu besar berpilar lima dengan batu besar hitam di atasnya. Apakah itu? Itu adalah replika batu satam merupakan salah satu cindremata unik yang hanya ada di Belitung. Satam atau  Billitonite berasal dari ledakan meteor jutaan tahun yang lalu yang jatuh ke bumi Belitung. Setelah mengalami proses kimia dan fisik dengan zat asam karbon , zat mangan dan mineral lain di kedalaman 50 meter batu ini membeku menjadi batu hitam dengan ukiran beralur alami.

Lanjutkan membaca “Satam Si Hitam Nan Misterius”

Sesi Pemotretan Tak Terduga (Belitung)

Sebetulnya dalam perjalanan hari terakhir di Belitung kali ini kami tidak merencanakan sesi pemotretan. Karena tidak menjadwalkan ke tujuan wisata alam. Kali ini kami fokus ke wisata budaya seperti Kelenteng Dewi Kwan Im dan replika SD Muhamadiyah Gantong. Tapi ketika melakukan perjalanan dari Manggar menuju Gantong, kami melewati sebuah hutan terbakar dengan beberapa pohon tampak meranggas. Kontan “model-model” dadakan sayapun meminta untuk menghentikan mobil. Dengan wardrobe seadanya mengkonsep satu pemotretan yang bertema gothic dan misterius. Walhasil kerudung salah satu rekan sayapun menjadi korban. Lanjutkan membaca “Sesi Pemotretan Tak Terduga (Belitung)”

Jejak Sang Laskar Gantong

Mengikuti jejak napak tilas sang laskar, akhirnya kami sampai di kota Manggar. Sempat lewat di depan sebuah toko berdinding kayu, yang katanya tempat adegan Andrea Hirata kecil  membeli kapur tulis lalu jatuh cinta dengan anak pemilik toko. Manggar sebuah kota kabupaten di Belitung Timur yang sedang berhias, di beberapa sudut kota terlihat sangat moderen. Semenjak kisah laskar pelangi dari Belitung difilmkan kota ini menjadi pusat perhatian. Berbondong-bondong wisatawan ingin menyaksikan sebuah kota kecil di Belitung tempat berjuang seoarang anak manusia yang mempunyai mimpi besar.

Lanjutkan membaca “Jejak Sang Laskar Gantong”

Kelenteng Sang Dewi Laut

Sebetulnya tujuan perjalan hari ini adalah mengikuti jejak napak tilas laskar pelangi. Mengunjungi tempat-tempat yang ada di novel Laskar Pelangi , terutama SDN Muhamadiyah Gantong. Namun karena perjalanan melewati daerah Manggar rasanya tak ada salahnya mampir ke Kelenteng Dewi Kwan Im yang terohor merupakan kelenteng terbesar di Belitung Timur.

Lanjutkan membaca “Kelenteng Sang Dewi Laut”

Fotografi Jalanan & Belitung

Sekali lagi saya bilang fotografi adalah racun. Semakin mengenal hobi yang satu ini sepertinya semakin banyak keinginan untuk bereksperimen dan melakukan hal-hal “gila”. Satu hari sebelum keberangkatan saya ke Belitung saya diperkenalkan salah satu aliran fotografi yaitu Street Photography. Yang saya tangkap dari definisinya street photography adalah sebuah kegiatan merekam gambar  realita kehidupan yang ada di jalanan baik secara sembunyi-sembunyi (candid) ataupun terang-terangan. Kekuatan dari foto yang dihasilkan adalah ekpresi yang jujur dan momen yang lugas tanpa ada unsur rekayasa. Foto biasanya ditampilkan dalam warna hitam putih agar gambar lebih mampu “bercerita”. Lanjutkan membaca “Fotografi Jalanan & Belitung”

Sunset di Tanjung Tinggi

Mentari semakin meredup meninggalkan kiluan lembayung di ufuk barat,  kamipun duduk berjajar menantinya tenggelam sang surya. Menikmati sunset dengan ditemani segelas kopi, menyempurnakan petualangan hari ini. Dengan memilih satu batu tinggi di dekat sebuah kedai yang berada di paling ujung pantai , makanan dan minuman bisa langsung diantar. Duduk berjajar di atas batu ceper tinggi merasakan sensasi menjadi Laskar Pelangi tapi kami menamakan ini Laskar Sang Surya.

Lanjutkan membaca “Sunset di Tanjung Tinggi”

Menjangkau Batu Tertinggi di Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi merupakan menu wajib yang harus anda lakukan ketika melakukan perjalanan wisata di Belitung. Pantai yang berjarak sekitar 2 km dari Tanjung Kelayang ini menyimpan banyak cerita dan keindahan lain pulau Belitung. Jika anda pernah menonton film Laskar Pelangi lalu ada adegan Ical dan kawan-kawan bermain di bebatuan besar di sinilah lokasinya.  Lanjutkan membaca “Menjangkau Batu Tertinggi di Tanjung Tinggi”