Curahan, Video

Kesaksian Penyintas Covid19 – Bagaimana Jika Orang Tua Tidak Tahu Saya Mati.

Pandemi mengajarkan banyak hal, salah satunya berjuang melewati masa terburuk saat terinfeksi virus covid-19. Bagi kita yang masih diberi kesehatan semoga kesaksian ini bisa menginspirasi agar kita tetap menjaga diri dan keluarga dengan menjalankan protokol kesehatan.

Lanjutkan membaca “Kesaksian Penyintas Covid19 – Bagaimana Jika Orang Tua Tidak Tahu Saya Mati.”
Locale Coffee Batam
Kepulauan Riau, Kuliner

Locale Coffee Batam – Melokalkan Cita Rasa Kuliner Mancanegara

Cita rasa itu soal selera, jadi jangan pernah protes jika temanmu tidak suka makanan Western karena lidahnya terbiasa dengan nasi Padang. Tapi bukan berarti teman kamu tidak bisa makan burger. Bagaimana jika burgernya berisi daging beef rasa rendang?

Kuliner tidak sekaku itu teman, sesungguhnya ia lahir dari alkuturasi budaya. Jika ada makanan mancanagera disesuaikan dengan cita rasa lokal itu syah-syah saja. Yang penting semua senang dan bisa menikmati. Sesunguhnya ini juga tantangan baru bagi kreator dan pengusaha kuliner untuk memberikan pengalaman baru.

Lanjutkan membaca “Locale Coffee Batam – Melokalkan Cita Rasa Kuliner Mancanegara”
russia, Travelling, Video, vlog series

Travel Vlog Series – Seminggu Tiga Kota di Rusia : Murmansk, Moscow & St Peteresburg

Perjalanan ke Russia Februari 2020 ini menjadi pembuka sekaligus penutup trip tahun, tahun dimana saya harus menghadapi kenyataan bahwa tidak akan kemana-mana. Pandemi mengubah segalanya tapi tidak keinginan untuk tetap berkarya.

Setelah setahun lebih akhirnya travel vlog series perjalanan ke Rusia kelar diedit dan dipublish. Ada 20 vlog yang merangkum perjalanan ke tiga kota bersama 4 orang rekan. Semoga travel vlog series ini bisa menjadi hiburan di saat pandemi.

Lanjutkan membaca “Travel Vlog Series – Seminggu Tiga Kota di Rusia : Murmansk, Moscow & St Peteresburg”
Curahan

Jangan ke Rumah Sakit Saat Pandemi, Nanti Dicovidkan

Itulah kalimat yang selalu terngiang di telinga dan sialnya minggu lalu harus ke Rumah Sakit. Tapi dengan lonjakan fantastis poisitif, sesungguhnya yang paling ditakutkan adalah banyak pasien covid di rumah sakit.

Lanjutkan membaca “Jangan ke Rumah Sakit Saat Pandemi, Nanti Dicovidkan”
Curahan, Video

[Video] Pengalaman Pribadi Komorbid diVaksin Astrazeneca. Menakutkan!

Dengan beredarnya beragam inforomasi yang tidak seragam, membuat kami komorbid merasa takut untuk divaksin, apalagi dengan vaksin yang dianggap “kuat” dan konon memakan korban, Astrazeneca. Tapi di sisi lain kita juga ingin memiliki imunitas virus COVID-19.

Lanjutkan membaca “[Video] Pengalaman Pribadi Komorbid diVaksin Astrazeneca. Menakutkan!”
Curahan

Seru Seruaan Bikin Konten di Kantor Berbuah Manis

Bagi saya kantor itu tidak hanya tempat bekerja dan mencari nafkah, tapi tempat seru-seruan untuk berkarya dan menyalurkan hobi. Kebetulan tempat saya bekerja memberikan banyak ruang untuk berkreasi, kebetulan lagi ada teman-teman sefrekuensi.

Dari hanya iseng-iseng mengisi waktu luang akhirnya kami jadi kecanduan bikin konten lomba. Kebetulan perusahaan dan induk perusahaan tempat kami bekerja sering membuat lomba video. Dari sini akhirnya kami juga memberanikan diri ikut lomba di luar kantor, walau ada yang menang dan tidak menang tapi semua itu proses belajar.

Lanjutkan membaca “Seru Seruaan Bikin Konten di Kantor Berbuah Manis”
film

Hai Sumatra Belajar Bikin Skenario Gratis Yuk!

Kamu penulis daerah dan ingin ceritamu diangkat ke layar lebar atau kaca? Kamu harus ikutan program Scene 2021 dari Direktorat Industri Kreatif, Film, Televisi dan Animasi. Karena kamu akan diajarkan bagaimana menterjemahkan ide ke dalam skenario oleh para profesional dan ini gratis.

Baiklah saya akan berkisah bagaimana akhirnya mengikuti program ini dan belajar dua minggu penuh bersama sinesas terbaik negeri ini. Bayangkan nama besar industri perfilman di negeri ini membimbingmu seperti Niniek L Karim, Slamet Rahardjo, Christine Hakim.

Lanjutkan membaca “Hai Sumatra Belajar Bikin Skenario Gratis Yuk!”
Kuliner, Sumatra Selatan

9 Makanan Khas Palembang Selain Pempek

Apa nama makanan yang terkenal dari Palembang? Setiap orang pasti akan menjawab ‘pempek’. Ya benar, jawaban tersebut tidaklah salah. Sebab pempek memang makanan dari Palembang yang paling terkenal. Seantero nusantara kayaknya tahu. Dari orang dewasa, lansia, remaja, bahkan hingga anak-anak. Rasanya yang enak, serta ketersediaannya yang ada di mana-mana tentu menjadi penyebabnya.

Akan tetapi, saat ditanya selain pempek, makanan apa lagi yang berasal dari Palembang? Pasti tidak banyak yang bisa jawab. Padahal, Palembang itu kaya akan berbagai jenis kuliner. Rasanya juga enak-enak. Nah, supaya tahu apa saja makanan lain dari Palembang, simak terus tulisan ini.

1. Model

Ya, ini adalah nama makanan. Makanan khas dari Sumatera Selatan yang terbuat dari ikan tenggiri, tahu cina, tepung sagu, dan juga telur. Penambahan kuah udang, mentimun, mie soun, serta bawang goreng membuat makanan ini terasa gurih dan nikmat. Menyantap model di pinggiran sungai Musi Palembang membuat momen semakin terasa sempurna.

2. Mie Celor

Makanan yang satu ini terdiri atas mie telur, tauge, telur, kucai, dan daging udang. Kemudian di atasnya ditambah dengan kuah santan kaldu ebi. Saat ke Palembang, wajib banget mencicip mie celor. Sebab rasanya akan berbeda dengan mie celor yang kita makan di tempat lain selain di Palembang. Bahkan kelezatan dari mie celor dari setiap produsen, sekali pun itu di Palembang, konon memiliki rasa yang berbeda-beda.

3. Otak-otak Kuah Cuko

Otak-otak adalah makanan yang cukup populer. Di banyak tempat, kita bisa dengan mudah menemukannya. Di Palembang juga ada, tetapi di sana, otak-otaknya tidak diberi bumbu kacang, melainkan ditambah kuah cuko.

Penambahan ikan tenggiri pada tumisan tepung sagu, santan, daun bawang, dan juga garam, serta kuah cuko di saat otak-otaknya sudah matang, membuat makanan yang satu ini sangat lezat. Pastikan mencicip kuliner ini ya saat ke Palembang.

4. Lenggang

Makanan yang satu ini sebenarnya sama dengan pempek. Terbuat dari tepung terigu dan juga daging ikan. Yang membuatnya berbeda adalah penambahan penyedap rasa dan juga proses pemasakan yang menggunakan daun pisang berbentuk kotak. Dengan perbedaan tersebut, maka lenggang memiliki aroma yang lebih sedap dengan cita rasa yang khas. Penambahan saus cuko dan udang ebi jelas semakin menambah kelezatan lenggang.

5. Tekwan

Tekwan mirip dengan model. Terdiri atas daging ikan yang ditambahkan pada tepung tapioka. Tapi yang berbeda, bahan tekwan tidak ditambahkan tahu cina. Dan dalam penyajian, tekwan juga lebih mewah daripada model, karena ditambahkan potongan jamur kuping dan juga irisan bengkoang. Nama tekwan sendiri konon diambil dari kependekan Berkotek Samo Kawan (mengobrol bersama teman), jadi tekwan.

6. Lempok

Lempok ini mirip dengan dodol. Baik dari segi warnanya yang cokelat, rasanya yang manis, atau pun teksturnya yang kenyal. Cara pembuatannya juga sama, semua bahan dicampur di satu wadah besar, dipanaskan sambil diaduk hingga tercapai tekstur yang kenyal. Yang membedakannya adalah bahannya. Sementara dodol biasanya menggunakan perasa buatan, nah lempok terbuat dari durian asli tanpa perasa durian buatan. Karena terbuat dari durian asli, jelas lempok jauh lebih mahal dari dodol.

7. Brengkes Tempoyak

Makanan tradisional dari Palembang yang ini berbahan dasar ikan patin. Yang unik, adalah campuran bumbunya. Yakni hasil fermentasi buah durian. Jadinya, cita rasa unik yang tidak dimiliki makanan lain yang berbahan dasar sama dipunyai oleh Brengkes Tempoyak ini.

Brengkes sendiri berarti pepesan. Ada pun tempoyak itu adalah sejenis makanan yang menggunakan bahan berupa durian yang dicampur dengan garam.

8. Laksan

Jika sudah pernah makan laksan, Anda akan setuju jika makanan fenomenal khas Palembang itu tiidak hanya pempek, tetapi juga laksan. Sepintas, laksan mirip dengan pempek. Terbuat dari tepung sagu dan juga ikan. Rasanya juga disajikan bersama dengan kuah bersantan. Persis seperti layaknya lontong sayur. Warna kemerahan dengan rasa yang sedikit pedas, gurih, dan nikmat. Ah ya, yang membedakannya dari pempek juga adalah bentuknya yang oval.

9. Celimpungan

Yang satu ini mirip dengan pempek juga. Berbahan dasar sagu dan ikan juga. Tapi juga mirip laksan, karena tidak menggunakan kuah cuko. Yang membedakannya dari laksan adalah kuah santan kentalnya yang warnanya tidak kemerahan, melainkan kuning. Bentuknya juga tidak oval, tetapi pipih membulat sekitar 10 cm. Rasanya tidak pedas, tetapi gurih dan nikmat saja.

Itu dia 9 makanan khas Palembang selain pempek. Rasanya tak kalah enak dan lezat. Memang ketersediannya di sekitar kita tidaklah banyak. Tapi jika ke Palembang, Anda akan menemukannya di banyak tempat.

Berencana terbang ke Palembang sekarang-sekarang ini? Cek ke Traveloka. Iya, Traveloka promo tiket pesawat. Di sana pasti Anda akan menemukan tiket murah ke Palembang. Bisa dipilih waktunya yang sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan.

Urusan transport ke bandara Sultan Mahmud Badaruddin, pesan saja taxi Blue Bird ke bandara. Layananannya cepat dan juga nyaman. Pastikan ya, Anda selalu menerapkan protokol kesehatan. Supaya tubuh Anda selalu sehat, perjalanannya juga jadi lancar dan menyenangkan.