Curahan, Video

Kesaksian Penyintas Covid19 – Bagaimana Jika Orang Tua Tidak Tahu Saya Mati.

Pandemi mengajarkan banyak hal, salah satunya berjuang melewati masa terburuk saat terinfeksi virus covid-19. Bagi kita yang masih diberi kesehatan semoga kesaksian ini bisa menginspirasi agar kita tetap menjaga diri dan keluarga dengan menjalankan protokol kesehatan.

Setelah tiga minggu lebih tidak bertemu Chahaya, seorang rekan blogger yang berprofesi sebagai jurnalis. Walau sudah menerima vaksin sinovac lengkap namun nyatanya tak mampu bertahan dari serangan virus covid-19.

Ngintip Asus ROG Store Batam, Sengesotan Dari Kosan

Tanpa perlu usaha lebih, 30 November 2021 sudah stay tune di komplek Galaxy nungguin ROG Store buka yang ternyata sudah banyak jurnalis dan influencer. Duh senangnya Batam dipilih menjadi salah satu kota yang memiliki ROG store dan sekaligus menjadi yang ke-8 di seluruh Indonesia. Jadi kalau mencari pc atau laptop spesifikasi tinggi untuk keperluan desain dan games, nggak harus jauh-jauh ke pulau Jawa.

Beri peringkat:

Top View of Text Writer Stuff on Workplace. Closeup of Wooden Desktop with Laptop, Crumpled Paper Sheets, Stacks of Books and Movie Clapper Board. Journalism and Screenwriter Concept; Shutterstock ID 1257715843; Purchase Order: –

Saat Pandemi Mendadak Jadi Penulis Skenario

Serangan gelombang ke dua pandemi tahun ini akhirnya meruntuhkan pertahanan mental. Walau fisik sehat, saya sempat ambruk dan demam berhari hari karena tak kuasa menerima kabar orang-orang terdekat berpulang karena virus corona. Tiap malam saya hanya memilin-milin media sosial sambil melihat berita corona sambil bergumam, Ya “Allah siapa lagi?” Hingga saya demam berhari-hari dan dokter… Lanjutkan membaca Saat Pandemi Mendadak Jadi Penulis Skenario

Beri peringkat:

Tapi beruntung gejala yang dialami rekan saya tidak terlalu parah, mungkin ini salah satu keuntungan vaksin. Jika terinfeksi virus maka gejala yang muncul tidak terlalu parah.

Sebagai anak kost, saya tahu persis bagaimana rasanya sakit tanpa didampingi orang terdekat dan keluarga. Apalagi Chahaya sempat merahasiakan kondisi kepada orang tua di kampung agar mereka tidak khawatir.

“Tapi bagaimana, jika orang tidak tahu saya mati”, ujarnya terisak mengingat kedua orang di kampung.

Berikut kisahnya, semoga memberikan pengayaan batin kepada kita semua untuk tetap waspada di saat pandemi.

5 tanggapan untuk “Kesaksian Penyintas Covid19 – Bagaimana Jika Orang Tua Tidak Tahu Saya Mati.”

  1. Halo mas Danan. Thanks for sharing kisahnya kak Chahaya. Weโ€™re not alone. Semoga Tuhan memberi kesembuhan total buat beliau dan juga kesehatan untuk mas Danan sekeluarga. Tetap semangat ๐Ÿ˜Š

    Suka

      1. Sama2 mas Danan.. aku juga udah vaksin 1 akhir juni kemarin.. jadi antibodi memang belum terbentuk sempurna.. tapi seperti kata mbak Chahaya, vaksin memang tidak menjamin kita tidak kena covid, tapi dgn divaksin mudah2an bisa mengurangi tingkat keparahannya. Semoga.. keep writing ya mas Danan.. aku terhibur dgn konten2 mas Danan ๐Ÿ™‚

        Suka

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s