”Orandum est ut sit mens sana in corpore sano.” Apa yang seharusnya diminta ialah jiwa yang sehat (berada) dalam badan yang sehat. Iuvenalis (60 – 140 SM) – Satire 10.356.
Maret tahun ini berkah banget bagi Mas-Mas kantoran seperti saya, akhir bulan diganjar dengan long weekend tiga hari. Mau jalan-jalan kemana, Malaysia atau Singapura. Saya pilih staycation manja di Batam saja mencoba resor baru di dekat jembatan Barelang satu.
Salah satu hal yang membuat saya betah di tempat kerja sekarang adalah lingkungan yang memberikan banyak ruang untuk berekspresi. Alhamdulilah rekan kerja dan bos akhirnya tahu kalau saya blogger yang hobi jalan-jalan. Jadi kalau saya mengajukan cuti untuk piknik cantik mereka mengerti banget. Paling sih tiga tahun belakangan, hasrat saya untuk menjadi sutradara dan penulis skenario terwujud?
Pesta Angin Utara di Dua Tapal Batas Negara merupakan tulisan perdana saya yang dimuat di Inflight Magazine tapi sebetulnya ini bukan karya pertama di majalah maskapai. Beberapa tahun lalu foto saya pernah dimuat di majalah yang sama tapi tanpa nama saya di sana.
Terpaan angin utara masih terasa di penghujung bulan Januari 2018. Bagi kami yang tinggal di daerah kepulauan, cuaca semakin tidak menentu. Hujan berminggu-minggu bisa dibalas dengas panas terik menyengat. Kini angin berhembus sangat kencang menciptakan gelombang besar di laut membuat biduk Rona yang kami tumpangi bergetar hebat.
Wonderful Indonesia – Mendung tak tertahan kala angin utara berhembus kencang menghamburkan air lalu merangkai gelombang panjang berarak. Para pemburu angin tak gentar mengembangkan layar hingga biduk mereka melaju kencang.
Jalan2Cuap2 – Awal tahun piknik lagi yuk! Destinasinya nggak usah jauh-jauh ke pulau Bintan tapi nggak mahal masuknya. Sudah pernah mendengar Bukit Pasir Busung di pulau Bintan. Kalau belum kamu harus menonton video berikut.
Bermain bebek-bebekan di danau biru
Pada awalnya Bukit Pasir Busung merupakan bekas tambang pasir yang meninggalkan gundukan pasir layaknya gurun pasir di sahara. Dan masih di kawasan yang sama terdapat juga kolam dengan air kebiruan yang merupakan bekas tambang bauksit. Jumlahnya tidak hanya satu jika dihitung mungkin sampai sepuluh lebih.
Bagi teman-teman yang suka berfoto aksi, narsis dan eksis di sini tempatnya. Tak perlu membayar tiket masuk hanya parkir kendaraan bermotor. Agar nyaman jalan-jalan di sini jangan lupa membawa payung atau topi untuk menghindari sinar matahari yang cukup terik. Dan yang paling menggembirakan, sekarang sudah tersedia beberapa warung yang menjual panganan untuk beristirahat. Bagi yang memiliki uang lebih dapat mencoba beberapa wahana dan lokasi foto dengan tarif 5 ribu rupiah.
Danau biru dengan gugusan bukit pasir
Tanggap akan potensi wisata tak mengherankan pemerintah daerah menggelar beberapa aktivitas yang mengundang lebih banyak wisatawan salah satunya Festival Layang-Layang Bintang yang juga melibatkan peserta dari mancanegara.
Jika dulu Bintan terkenal dengan wisata mahal kini di Bintan kamu bisa jalan-jalan walau dengan bujet tipis.
Video ini dibuat dengan iphone 5s dan diedit dengan aplikasi splice.
Terimakasih sudah menonton video Jalan2Cuap2 jangan lupa untuk memberikan komentar dan like video ini di channel dananwahyu.
Bagaimana Cara ke Sana?
Ada dua rute untuk mencapai bukit Pasir Busung yaitu rute dari pelabuhan Tanjung Uban atau pelabuhan Tanjung Pinang atau Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.
Rute Tanjung Ubang biasanya digunakan oleh tamu yang menyebrang dari kota Batam melalui pelabuhan Punggur.
Rute Tanjung Pinang biasanya digunakan oleh tamu yang menyebrang dari kota Batam melalui pelabuhan Sri Bintan Pura atau Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.
Rute dari Tanjung Pinang atau Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah dengan menggunakan kendaraan pribad atau sewa.Rute dari Batam dengan menyebrang dari pelabuhan Tanjung Uban dengan kendaraan pribadi atau sewa.
Kata Curup sepertinya terdengar tak asing bagi saya. Saat kuliah (nggak usah tanya tahun berapa) saya memiliki sahabat seorang gadis Jawa kelahiran Curup bernama Era. Ia selalu berkisah kota kecil berhawa sejuk tempat ia menghabiskan masa kecil dan remaja. Dan saya tak pernah menyangka kota itu begitu damai indah. Duh tahu gini dulu kalau Era mudik ikutan ke Curup.
Sekarang saya ke sana dengan beberapa bunga bukan nama sebenarnya.
Jalan2Cuap2 – Hai #SobatAviasi yang budiman, jadi ceritanya Lebaran lalu mendadak mudik dengan ibu ke Madiun lewat penerbangan Bandar Lampung-Solo. Setelah dua harinya sebelumnya terbang dari Batam ke Bandar Lampung. Apa nggak capek? Kenapa nggak langsung saja. Wah ceritanya panjang (nanti aku ceritain di tulisan khusus). Yang jelas kali ini aku mau berbagi Vlog Tips Terbang Bersama Lansia, karena ini pengalamanku terbang bersama ibu yang sudah sepuh. Lanjutkan membaca “[Video] Vlog Tips Terbang Bersama Lansia”