Sriwijaya Inflight Magazine Edisi Maret 2018

Pesta Angin Utara di Dua Tapal Batas Negara merupakan tulisan perdana saya yang dimuat di Inflight Magazine tapi sebetulnya ini bukan karya pertama di majalah maskapai.  Beberapa tahun lalu foto saya pernah dimuat di majalah yang sama tapi tanpa nama saya di sana.

Ceritanya seorang rekan fotografer menanyakan beberapa koleksi foto Flores dan akhirnya terpilihlah foto desa Wae Rebo. Atas jasanya saya dapat menjual sebuah foto seharga 600 ribu rupiah, sebuah harga yang fantastis untuk  seorang blogger yang baru belajar fotografi dua tahun. Tanpanya mungkin karya saya hanya menjadi pemenuh hardisk laptop.

Pesta Angin Utara di Tapal Batas Dua Negara terbit di Inflight Magazine
Pesta Angin Utara di Tapal Batas Dua Negara terbit di Inflight Magazine

Sejak bertahun lalu  sebetulnya saya sudah memendam rasa ingin mengirimkan tulisan ke inflight magazine dan sempat mengkoleksi beberapa  kontak redaksturnya . Meski Mbak Dian  adventurose.com sudah menyemangati namun hati ini masih berat, takut ditolak. Aku tuh anaknya keseringan ditolak jadi suka trauma. Ciee curcol!

Karya-karya saya sebelumnya yang  dimuat di  majalah traveling biasanya permintaan redaktur bukan saya yang mengirimkan.  Karena saya seorang blogger  honornya berbeda dibandingkan penulis profesional yang sudah menerbitkan  buku. Pernah saya dibayar 300 ratus ribu rupiah untuk tulisan 8 halaman, bandingkan dengan job blog. Secara perhitungan   ekonomi tidak salah saya lebih memilih job blog dibandingkan menulis untuk majalah. Memang sih menulis di majalah itu gengsinya berbeda tapi saya berpikir realistis saja, piknik butuh yang lebih. Kalau ada yang mau bayar lebih kenapa memilih yang kurang. Eeh!

Tulisan pengalaman menyaksikan Nongsa Regatta 2018
Tulisan pengalaman menyaksikan Nongsa Regatta 2018

Selain faktor uang adalah kesulitan saya untuk menulis dengan gaya yang lebih formal dan serius. Kalian yang suka membaca blog ini, pasti tahu kalau terkadang ada kalimat bersisi curhatan pemilik blog. Nggak lucu dong tetiba di majalah ada curhatan aku, terus orang-orang tahu masalah hidup aku, masalah hidup kamu yang lagi aku nyinyirin.Upss!

Mengapa Nongsa Regatta

Kalau tahun ini berubah pikiran alasannya satu, saya ingin memperkenalkan Batam  dan Nongsa Regatta yang  merupakan perlombaan kapal layar internasional kepada banyak orang. Mungkin para netizen yang hobi mengulik info wisata di dunia maya sudah tahu tapi bagaimana dengan mereka yang tak paham media sosial. Tahukah mereka bahwa di utara Batam ada kawasan wisata terpadu dengan resor-resor mewahnya dan perlombaan kapal layar internasional.

Tulisan Pesta Angin Utara di Dua Tapal Batas Negara merupakan rangkuman informasi Nongsa Regatta 2018 dan kawasan Nongsa dengan gaya tulisan santai. Redaktur tidak puas ketika saya hanya menggirimkan  foto Nongsa Regatta 2018, beliau ingin beberapa foto yang menggambarkan keindahan Nongsa. Akhirnya setelah beberapa kali berkomunikasi melalui e-mail, redaktur mengabarkan tulisan saya akan terbit di Srwijaya Inflight Magazine bulan Maret.

Tulisan juga memuat informasi wisata Nongsa dan Infinite Studio Batam
Tulisan juga memuat informasi wisata Nongsa dan Infinite Studio Batam

Tulisan Bagus Itu Relatif

Saya ada sedikit cerita tentang tulisan Nongsa Regatta 2018. Sejak dua tahun penyelenggara Nongsa Point Marina selalu menggelar lomba blog dan tahun ini saya menjadi juara ke dua, bukan juara pertama seperti tahun lalu. Saya pribadi memang tidak terlalu berharap menang dengan kesibukan pekerjaan  dan menulis di jelang akhir perlombaan. Tapi siapa sangka tulisan yang tidak terlalu bagus itu akhirnya terbit di majalah maskapai.

Kejadian ini sangat mirip dengan peristiwa beberapa tahun lau. Waktu itu saya mengikuti lomba blog yang bertemakan tari. Karena saya hobi  menari maka saya menulis Dari Gambyong ke Tari Perang Lembah Baliem  yang merupakan kisah pribadi namun  Dewi Fortuna belum  kepada saya, alias saya tak menang. Tapi beberapa bulan kemudian seorang redaktur  meminta tulisan itu untuk diterbitkan di majalah traveling.

Berkaca dari pengalaman ini bahwa tulisan bagus itu relatif, siapa yang membacanya dan untuk apa tulisan dibuat. Intinya kita harus percaya diri dengan karya yang dibuat dengan sepenuh hati, menang atau kalah itu soal rejeki. Tidak ada salahnya mencoba semua kesempatan walau terkadang nasib baik  belum berpihak kepada kita.

Travel Blogger naik kasta jadi travel writter.
Travel Blogger naik kasta jadi travel writter.

Tips Menulis Untuk Majalah Maskapai

Setelah bertanya kepada beberapa rekan blogger dan penulis traveling ternyata banyak hal yang harus dipertimbangkan menulis di  majalah maskapai.

1. Destinasi

Apakah tempat wisata yang kamu tulis berada dalam rute penerbangan maskapai yang bersangkutan. Jika iya berarti kamu sudah memenangkan satu poin agar tulisanmu dilirik oleh redaktur.

2. Gaya Tulisan

Setiap majalah memilik segmentasi pasar yang berbeda-beda dan pastinya akan mempengaruhi gaya tulisan serta bahasa tuturnya. Jadi mau tidak mau, kita blogger yang biasa berbahasa super santai, harus berbahasa formal tapi tetap enak dibaca.

3. Terbaru

Tulis dan kirimkan pengalaman jalan-jalan terbaru ke redaksi majalah. Seperti halnya memasak, bahan tulisan yang segar akan diminati oleh banyak orang, apalagi baru kamu yang menulis destinasi wisata tersebut.

4. Sudut Pandang

Andai kamu ingin menuliskan destinasi wisata seribu umat coba tulis dengan sudut pandang yang berbeda, misalkan mitos, urban legend, sejarah atau karya sastra dan film yang berkaitan dengan destinasi tersebut.

5. Kenal Lebih Dekat

Agar tulisanmu menjiwasi majalah yang kamu tuju coba untuk membaca  paling tidak 4 terbitan majalah  terakhir. Hal ini juga untuk menghindari kamu mengulangi materi tulisan yang sama di terbitan sebelumnya.

6. Foto & Tulisan

Bagi fotografer profesional tidak sulit karyanya  tayang di majalah maskapai. Dengan foto-foto luar biasa sedikit kesalahan tulisan akan dimaafkan oleh sang redaktur dan dengan senang hati editor akan membuat tulisan menjadi  baik. Begitu juga sebaliknya, bagi kita blogger yang piawai menulis foto yang tak sempurna dapat dicarikan oleh sang kurator. Tapi alangkah baiknya jika memiliki dua kemampuan yang sama baiknya,  menulis dan fotografi.

7. Jangan Takut Mencoba

Harusnya saya mengirimkan tulisan ke majalah maskapai sejak beberapa tahun lalu, andai pun ditolak saya akan tahu lebih awal apakah tulisan saya memenuhi standar atau tidak.

8. Lempar Beberapa Batu

Sejujurnya tulisan di atas saya kirim ke dua majalah maskapai dan keduanya memberikan respon yang baik. Tapi ketika tulisan di redaktur majalah maskapai pertama pasti tayang saya langsung memberikan informasi ke maskapai ke dua dan berjanji memberikan artikel lain yang lebih ciamik.

Pada akhirnya saya berani melawan rasa tidak percaya diri dan cepat berpuas diri. Menjadi blogger itu bukan tentang apa yang didapat dari menulis tapi apa lagi yang akan dilakukan setelah menulis. Soal materi yang menghampiri itu hanya bonus, intinya saya melakukan apa yang menjadi passion saya yaitu mendokumentasikan perjalanan dengan sebaik-baiknya.

Tidak tahu mengapa, beberapa tahun belakangan saya merasa ada yang kurang jika seminggu saja tidak menulis. Menulis itu refreshing yang murah meriah walau untuk upload ke blog nggak murah-murah amat harus beli paket data. 😀

20 pemikiran pada “Sriwijaya Inflight Magazine Edisi Maret 2018

  1. terimakasih tips nya kak danan, ide untuk mengirim sudah ada, namun seperti yang kak danan katakan, takut ditolak biasanya membuat minder duluan… tapi saya akan terus berlatih dengan membaca artikel dari kakak2 senior , mana tau bisa dijadikan acuan dan penyemangat 🙂

    Suka

  2. Mantab tipsnya Om Danan…. Kudu dicoba ni jika punya bahan yang mumpuni.. Sebenarnya peluang untuk mendapatkan rupiah dari tulisan itu seluas dan sedalam samudra, gak pernah habis digali.

    Suka

  3. mantap
    asyiknya bisa punya majalahnya
    saya sampe sekarang ga dapat majalah maskapai tempat sy nulis
    karena kemarin dimuat tuk rute timur tengah
    hiks jd curcol

    Suka

  4. rasanya pasti bahagia-bahagia gimanaaa gitu tulisan bisa masuk majalah maskapai.. tips menulisnya mantap mas, harus mulai coba-coba dipraktekkan. cuman memang menulis untuk majalah atau koran harus siap dengan masukan-masukan dan kritik-kritik dari redaktur..

    Disukai oleh 1 orang

  5. Wah keren bang…selamat! Intinya mesti bawa kamera bagus dan harus agak lebih peka untuk menentukan sudut photo (angle) untuk mengambil photo yang bagus. Saya masih coba2 untuk mengambil photo landscape tapi masih terbentur di lensa wide bang. Salam….

    Disukai oleh 1 orang

  6. Kalo ga dicoba mengirimkan artike ke majalah memang kita tdk tahu sebesar apa kemampuan kita, paling ga jd tau alasan yg menjadikan artikel kita tdk layak tayang saat itu.
    Menulis adalah refreshing, setuju, malah kalo ga punya data pergi ke warnet aku bang 😁

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s