Entah faktor “U” (umur) atau “E” (ekonomi), ketika piknik tiba selalu ingin ada momen memanjakan diri dengan tidur di kasur empuk , goleran di kamar mewah atau berendam di kolam dengan bunga setaman. Boleh sih liburan ala backpacker tapi penutupnya piknik syantik ala traveller. *jinjing Hermes* Lanjutkan membaca “Grand Zuri BSD , Memanjakan Diri di Kota Mandiri”
Kategori: Hotel
Mendadak Tinggal di Standard Ubud Pengosekan
Travelution tahun lalu mengingatkan quote seorang travel blogger yang juga seorang arsitek, Indri.
” Bagi seorang pejalan rumah adalah dimanapun.”
Jika di hari ke dua saya tinggal di Standard Ubud Pengosekan yang berlokasi di Casa Ganesha bukanlah rencana diri tapi takdirNya. Tanpa sengaja jemari saya mengetik kata tinggal dimana di gadget lalu google menuntun saya ke situs tinggal.com.
Lanjutkan membaca “Mendadak Tinggal di Standard Ubud Pengosekan”
Hotel Best Western Premier Panbil Batam – Filosofi Ukiran Gorga Menyapa Tamu
Memasuki lobi Hotel Best Western Premier Panbil Batam (HBWPPB) mata saya langsung tertuju pada panel ukir yang menjadi pemisah antara Andaliman Retso dan lobi. Motif sulurnya mirip dengan ukiran gorga yang ada di bagian luar rumah adat Batak Toba. Lanjutkan membaca “Hotel Best Western Premier Panbil Batam – Filosofi Ukiran Gorga Menyapa Tamu”
[Video] EXperience Stay In Adamson Inn Hostel
Jalan2Cuap2 – Ketika harga hotel di Singapura tak terjangkau bagi traveller berbuget tipis , maka hostel menjadi pilihan saya agar bisa tetap jalan-jalan. Lagian seharian saya sibuk keliling kota dan hanya butuh tempat untuk tidur serta menitipkan ransel.
Lanjutkan membaca “[Video] EXperience Stay In Adamson Inn Hostel”
Makan Siang Dengan Mbok Ganjen, Bayar Sekali Menunya Segambreng
Pernahkah kamu merasa bosan dengan makan siang di kantor. Menu makannya atau teman makannya :D.
Karena alasan praktis dan ekonomis terkadang saya memilih makan siang di kantin kantor atau makananan pesan antar. Tapi berhubung kantor saya tak memiliki kantin, saya lebih suka makan di kantin kantor sebelah. Tapi sekarang saya bosan dengan menunya dan teman makannya , karena kayaknya tidak ada karyawati baru di kantor sebelah.
Jadi ketika beberapa blogger kece Batam mengajak makan siang bersama di tempat tak biasa , saya langsung menjawab, “Iya”. Lanjutkan membaca “Makan Siang Dengan Mbok Ganjen, Bayar Sekali Menunya Segambreng”
Tea Time With Choty
“Pulang kantor kita ngopi cantik yuk!”
“Duh maaf Kakak, sudah lama aku nggak ngopi. Mikirin kamu kamu aja nggak bisa tidur , gimana kalau ngopi. Bisa-bisa aku insomnia sepanjang malam.”
“Gimana kalau kita ngeteh syantik aja.”
“Wah , lucu juga tuh apalagi tempatnya cozzy.”
***
Sesuai janji , Choty pemilik blog http://www.piknikcantik.com menyambangi saya di suatu sore . Ia tak datang sendiri tapi bersama beberapa blogger dan rekan media Batam . Tujuannya untuk bersilaturahmi dan bersantai di Sahid Batam Kitchen Restaurant (SBK).

Choty mengenakan jeans biru tua dengan atasan kaos rajut abu-abu yang dipadu dengan outer biru motif tenun ikat. Tanpa make up tebal blogger yang konon sedang menikmati masa santai itu terlihat cantik.
Santai? Iya santai, sudah hampir 6 bulan Choty resign dari pekerjaan tetap dan memilih travelling sambil bekerja mandiri. Mulai dari berjualan tiket, pemandu wisata sampai mencari barang titipan di luar negeri saat jalan-jalan.
Jika pada akhirnya Choty memilih duduk di bawah Violet Healthy Food Corner , itu bukan tanpa alasan. Pemandangan di sisi kolam renang terasa lebih asik dibandingkan di dalam resto.
“Kita langsung pesan Afternoon Tea saja yuk!.”
“Boleh tapi aku nggak pakai gula ya.”
“Lagi diet gula?”
“Ngga juga sih. Lagi membiasakan diri dengan hal-hal pahit karena hidup nggak selalu manis kan?”
“Ciee … Curcol nih! Eh teh itu nggak pahit tapi sepet.”
“Iya, hidup gua lagi sepet banget nih!”, canda Choty lalu disusul derai tawa.
Tak lama seorang waiter mengantarkan baki berisi poci , cangkir dan piring kecil sebagai alasnya. Sejenak kemudian piring berisi cake-cake cantik menyusul. Ada empat kue manis yang menggoda indra dan rasa, yaitu : mini pie buah, lapis surabaya , bolu gulung coklat dan cake pandan.
Teh tawar memang paling pas disandingkan dengan panganan manis ini.

Cekatan Choty membalik cangkir dari tatakan lalu menuang teh dari dalam poci berwarna putih bersih. Sejenak kemudian , gadis yang baru saja menyelesaikan gelar S1 menyeruput teh hangat.
“Gimana, pahit atau sepet?”
“Aih… tetap dibahas.”
“Oke – oke lupakan rasa pahit dan sepetnya hidup. Sekarang saatnya memilih yang manis-manis”. Menunjukan empat kue cantik dihadapan Choty. “Pilihanmu?”
Sejenak tangan Choty berputar-putar di atas piring lalu menjatuhkan pilihan pada pie mini berisi buah segar. “Aku mau yang ini aja deh!”


Gigitan pertama dimulai dengan toping buah anggur, stroberi dan kiwi. Kini rasa manis memang tak dominan, ada percikan rasa asam segar dari buah-buahan.
Ternyata rasa manis yang mendominasi itu membosankan. Sesekali teh yang tak manis itu diseruput Choty untuk menyeimbangkan rasa.
“Katanya tadi sepet, kok diseruput beberapa kali?”
“Ini kan Afternoon Tea, jad tehnya wajib diminum Kakak.”
“Itu teh tanpa gulanya lho!”
“Eh aku lupa kalau teh ini pahit lho setelah keasikan ngemil kue manis dan ngobrol.”
“Ya itulah filosofi ngeteh hari ini.”
“Maksudnya filosofi?”
“Walau hidupmu sepet banget tapi yakinlah ada teman-teman yang selalu membuat hidupmu manis dan bahagia.”
“Ha..ha… ha… Filosofi maksa.
“Eh kemarin yang bikin kamu ketawa ngakak-ngakak setelah kejadian *tit sensor* siapa?”
“Iya-iya kalian semua itu , temen-temen aku yang manis kaya cake-cake ini. Tapi kebanyakan gaul dengan kalian aku bisa diabetes.”
“Ha… ha… ha… Sakit diabetes ghibalictus gosipus. Eh kira-kira kalau aku kalau dianalogikan kue, aku mirip kue apa ya?”
“Kamu ya jelas bolu gulung coklat. Udah warnanya gelep , rasanya juga bikin eneg.”
“Iya eneg dengan ghibah-ghibah nggak jelas ya?”
“Ha… Ha… Ha…”


Dan acara Tea Afternoon sore itu menjadi sesi ghibah terseru pekan ini setelah sehari sibuk seharian di kantor. Dan acara kongkow semakin seru tak kala para member Violet Fitness Center berdatangan.
“Chot kayaknya ngga cuma buah-buahan di atas pie yang seger .” Melirik mas-mas bercelana gemes lewat di sisi kolam.
“Aduh seleraku bukan cowok model gitu.”
“Terus yang kaya apa ?”
“Hmmm… yang manis-manis sepet gitu.”
“Kaya teh ini?”
“He… eh.”
“Cowok yang kadang bikin ketawa lalu bikin sedih atau cowok yang bisa bikin nangis bahagia?”
“No Comment ah!”
“Oke – oke kita akhiri pembahasan filosofi teh kali ini. Jangan lupa hari Minggu ini kita belajar SEO. “
“Yakin kelasnya nggak ada filosofi SEO atau ghibah?”
“Kita lihat aja nanti!”, pasang muka judes setajam silet.

Sahid Batam Center Hotel & Convention
[Video] Mercure Hotel Setiabudi Bandung
Jalan2Cuap2 – Pengalaman staycation itu tak lengkap kalau tak diabadikan dalam video. Apalagi stay-nya tiga hari , jadi disela kesibukan kantor sempat mengambil video cantik khusus bagi pengunjung blog http://www.dananwahyu.com dan channel dananwahyu.
Staycation Manja di Mercure Setiabudi Bandung
“Libur Natal jalan-jalan kemana Kak?”
“Nggak kemana-mana..”
“Ish yang bener , kan sayang liburan tiga hari. Pasti udah nyiapin liburan akhir tahun. Mau tahun baruan di mana?”
“Belum ada rencana, kemungkinan di Batam aja.”
“Bohong banget ah! Masa Travel Blogger liburan nggak kemana-mana.”
*hening*
Sudah beberapa tahun terakhir ini saya memang tidak pernah jalan-jalan di akhir tahun. Alasannya utamanya kebanyakan tempat wisata ramainya luar biasa. Alasan ke dua akomodasi dan transportasi jelang liburan seperti ini lebih mahal dari hari biasa.
Jadi untuk apa jalan-jalan kalau pada akhirnya stres terjebak kemacetan atau harus antri berjam-jam di wahana wisata bahkan di imigrasi lintas negara.
Tapi kalau dapat tugas travelling di hari-hari tersebut ya mau tidak mau harus dilaksanakan. Dan biasanya saya nggak kemana-mana alias staycation manjah di hotel. Seperti pengalaman berikut di Mercure Setiabudi yang memang sangat nyaman untuk bersantai. Lanjutkan membaca “Staycation Manja di Mercure Setiabudi Bandung”
