Wonderful Indonesia – Merangkum kekayaan budaya Indonesia dalam satu pentas seni rasanya tidak mudah. Oleh karena Turi Beach Resort kembali menggelar acara yang lagi-lagi berakar pada keanekaragaman budaya nusantara. Jika bulan Oktober lalu wisatawan mancanegara dimanjakan dengan pagelaran busana fantasi nusantara di Nongsa Carnival. Desember ini Turi Beach kembali mengusung budaya nusantara lainnya dalam Festival Indonesia.
Jalan2Cuap2 – Vlog kali ini mengajak kamu untuk mengulik masakan Jepang di kota Batam. Pecinta kuliner kamu pasti tahu teppanyaki, yaitu teknik memasak makanan dengan menggunakan plat besi tebal. Sebetulnya cara memasak ini diperkenalkan setelah perang dunia ke dua. Dimana banyak plat besi tebal sisa perang laly digunakan sebagai alat memasak ala street food.
Jalan2Cuap2 – Sensasi kuliner yang satu ini tak hanya mengejutkan rasa tapi juga membangun fantasi. Bayangkan tamu kafe ini diajak menikmati sensasi tinggal di penjara. Eit tapi tunggu dulu, meski dipenjara masakannya enak dan unik.
Kamu mau makan mie jambret dengan level pedes berapa? Kalau saya pilih foto-foto ala narapidana sebelum makan :D.
“Duh maaf Kakak, sudah lama aku nggak ngopi. Mikirin kamu kamu aja nggak bisa tidur , gimana kalau ngopi. Bisa-bisa aku insomnia sepanjang malam.”
“Gimana kalau kita ngeteh syantik aja.”
“Wah , lucu juga tuh apalagi tempatnya cozzy.”
***
Sesuai janji , Choty pemilik blog http://www.piknikcantik.com menyambangi saya di suatu sore . Ia tak datang sendiri tapi bersama beberapa blogger dan rekan media Batam . Tujuannya untuk bersilaturahmi dan bersantai di Sahid Batam Kitchen Restaurant (SBK).
kue teman minum teh di Afternoon Tea
Choty mengenakan jeans biru tua dengan atasan kaos rajut abu-abu yang dipadu dengan outer biru motif tenun ikat. Tanpa make up tebal blogger yang konon sedang menikmati masa santai itu terlihat cantik.
Santai? Iya santai, sudah hampir 6 bulan Choty resign dari pekerjaan tetap dan memilih travelling sambil bekerja mandiri. Mulai dari berjualan tiket, pemandu wisata sampai mencari barang titipan di luar negeri saat jalan-jalan.
Jika pada akhirnya Choty memilih duduk di bawah Violet Healthy Food Corner , itu bukan tanpa alasan. Pemandangan di sisi kolam renang terasa lebih asik dibandingkan di dalam resto.
“Kita langsung pesan Afternoon Tea saja yuk!.”
“Boleh tapi aku nggak pakai gula ya.”
“Lagi diet gula?”
“Ngga juga sih. Lagi membiasakan diri dengan hal-hal pahit karena hidup nggak selalu manis kan?”
“Ciee … Curcol nih! Eh teh itu nggak pahit tapi sepet.”
“Iya, hidup gua lagi sepet banget nih!”, canda Choty lalu disusul derai tawa.
Tak lama seorang waiter mengantarkan baki berisi poci , cangkir dan piring kecil sebagai alasnya. Sejenak kemudian piring berisi cake-cake cantik menyusul. Ada empat kue manis yang menggoda indra dan rasa, yaitu : mini pie buah, lapis surabaya , bolu gulung coklat dan cake pandan.
Teh tawar memang paling pas disandingkan dengan panganan manis ini.
Cekatan Choty membalik cangkir dari tatakan lalu menuang teh dari dalam poci berwarna putih bersih. Sejenak kemudian , gadis yang baru saja menyelesaikan gelar S1 menyeruput teh hangat.
“Gimana, pahit atau sepet?”
“Aih… tetap dibahas.”
“Oke – oke lupakan rasa pahit dan sepetnya hidup. Sekarang saatnya memilih yang manis-manis”. Menunjukan empat kue cantik dihadapan Choty. “Pilihanmu?”
Sejenak tangan Choty berputar-putar di atas piring lalu menjatuhkan pilihan pada pie mini berisi buah segar. “Aku mau yang ini aja deh!”
Gigitan pertama dimulai dengan toping buah anggur, stroberi dan kiwi. Kini rasa manis memang tak dominan, ada percikan rasa asam segar dari buah-buahan.
Ternyata rasa manis yang mendominasi itu membosankan. Sesekali teh yang tak manis itu diseruput Choty untuk menyeimbangkan rasa.
“Katanya tadi sepet, kok diseruput beberapa kali?”
“Ini kan Afternoon Tea, jad tehnya wajib diminum Kakak.”
“Itu teh tanpa gulanya lho!”
“Eh aku lupa kalau teh ini pahit lho setelah keasikan ngemil kue manis dan ngobrol.”
“Ya itulah filosofi ngeteh hari ini.”
“Maksudnya filosofi?”
“Walau hidupmu sepet banget tapi yakinlah ada teman-teman yang selalu membuat hidupmu manis dan bahagia.”
“Ha..ha… ha… Filosofi maksa.
“Eh kemarin yang bikin kamu ketawa ngakak-ngakak setelah kejadian *tit sensor* siapa?”
“Iya-iya kalian semua itu , temen-temen aku yang manis kaya cake-cake ini. Tapi kebanyakan gaul dengan kalian aku bisa diabetes.”
“Ha… ha… ha… Sakit diabetes ghibalictus gosipus. Eh kira-kira kalau aku kalau dianalogikan kue, aku mirip kue apa ya?”
“Kamu ya jelas bolu gulung coklat. Udah warnanya gelep , rasanya juga bikin eneg.”
“Iya eneg dengan ghibah-ghibah nggak jelas ya?”
“Ha… Ha… Ha…”
Gigitan pertama pie buah manisBerikutnya seruputan teh pahit yang konon tak sepahit hidup
Dan acara Tea Afternoon sore itu menjadi sesi ghibah terseru pekan ini setelah sehari sibuk seharian di kantor. Dan acara kongkow semakin seru tak kala para member Violet Fitness Center berdatangan.
“Chot kayaknya ngga cuma buah-buahan di atas pie yang seger .” Melirik mas-mas bercelana gemes lewat di sisi kolam.
“Aduh seleraku bukan cowok model gitu.”
“Terus yang kaya apa ?”
“Hmmm… yang manis-manis sepet gitu.”
“Kaya teh ini?”
“He… eh.”
“Cowok yang kadang bikin ketawa lalu bikin sedih atau cowok yang bisa bikin nangis bahagia?”
“No Comment ah!”
“Oke – oke kita akhiri pembahasan filosofi teh kali ini. Jangan lupa hari Minggu ini kita belajar SEO. “
“Yakin kelasnya nggak ada filosofi SEO atau ghibah?”
“Kita lihat aja nanti!”, pasang muka judes setajam silet.
(ketersediaan pilihan kue tergantung stok yang ada)
Sahid Batam Center Hotel & Convention
Jl. Raja Haji Fisabilillah, Komplek Raffles City Blok E No. 6 – 9 Batam Center – Batam 29461
Apa sih arti Moi Kitchen? Bukannya Moi dalam bahasa Thailand artinya “anu”.
Tapi Moi yang ini diambil dari bahasa Perancis yang artinya saya. Konon pemilik resto ini dulunya bersekolah di Perancis dan ketika jalan-jalan ke Thailand, ia jatuh cinta dengan kuliner Negeri Gajah Putih.
Memang selezat apa sih makanan di Thailand. Bukankah Perancis itu salah satu pusat fashion dan kuliner yang sudah tersohor. Apa sih yang membuat pemilik Moi Kitchen jatuh cinta lalu kembali ke Singapura dan membuat resto Thailand di Batam.
“Jangan lupa Om kalau ke Lampung , pulangnya bawa oleh-oleh”, suara ponakan saya Fina dari ujung telepon.
Sebagai Om-Om ganteng gendut dan bertanggung jawab , perasaan saya agak tersindir. Maklumlah selama ini belum pernah pulang ke rumah membawa oleh-oleh pulang ke rumah. Alasannya sih sederhana, males repot apalagi kalau harus mambayar ekstra bagasi. Lanjutkan membaca “Kek Pisang Villa, Jinjingan Anak Rantau Mudik”
Kembali jeprat-jepret ala instagram menemukan objek kece untuk di-capture. Makanan !
Masih di acara buka bersama tapi saya lebih suka menyebutnya dengan santap senja bulan Ramadhan. Karena tidak semua orang yang hadir di acara ini berpuasa. Dan acara sejenis juga menjadi agenda tahunan beberapa hotel untuk lebih mendekatkan diri dengan konsumen , patner kerja dan instansi pemerintah. Lanjutkan membaca “Insta Story – Santap Senja Ramadhan Turi Beach Resort”