Menyibak Layar Pulau Batu Berlayar

Memulai perjalanan dari pantai Tanjung Kelayang akhirnya sampai di sebuah pulau kecil berpasir putih dengan batu-batu besar tinggi menjulang. Jika dilihat sepintas dari kejauhan bagaikan batu besar yang mengambang di atas lautan. Sebab jika pasang tiba bagian dasar pulau berupa pasir akan tertutup air. Inilah Pulau Batu Berlayar,  tampilannya benar-benar seperti batu yang sedang berlayar.

Beragam biota laut dapat ditemukan di sekitar pulau luasnya hanya beberapa ratus meter persegi ini. Bintang laut dengan warna-warna mencolok dapat ditemui di sekitar pantai atau dibalik batu menjulang yang terendam air. Namun anda harus berhati-hati ketika masuk ke lautan yang lebih dalam karena banyak bulu babi berkulit duri yang bisa menyengat.

Menurut saya pribadi, pulau ini sangat tepat untuk pecinta photography. Dengan lensa wide bisa bereksperimen mengambil gambar landscape dengan tampilan yang tidak biasa. Karena saya hanya menggunakan kamera pocket, saya bereksperimen mengambil gambar dengan feature panorama.

Berlari , memanjat atau bersembunyi di balik bebatuan merupakan pengalaman yang mengasikan ketika berada di pulau ini. Mengintip ke tiap celah batu untuk melihat pemandangan atau pulau lain yang berada di sekitarnya. Pulau Lengkuas dengan mercusuarnya nampak dari pulau ini.

Rasanya tak ada puasnya mengeksplore keindahan pulau ini . Bagaikan menyibak layar yang terkembang membuka birunya langit belitung berkerudung awan dan bertahtakan batu granit di atas permadani birunya air laut. Tapi layar perahu harus kukembangkan lagi untuk melaju menuju lautan biru dan keindahan pulau lain di Belitung.

 

RELATED STORIES

24 Comments on “Menyibak Layar Pulau Batu Berlayar

    • silakan rud kalo mau gabung , kita jalan juga bukan high cost kok, pada intinya jalan buat pengalaman ke tempat baru bukan jalan2 cari kenyamanan. backpacker lampung tgl 21-27 bulan depan katanya pada mau ke bali ngeteng dengan buget 1 juta

      Suka

  1. Ping-balik: Pulang Melewati Dua Lautan: Tanjung Pandan – Boom Baru | Danan Wahyu Sumirat

  2. Ping-balik: Hunting-Wrong Time and Wrong Place | Danan Wahyu Sumirat

  3. Ping-balik: Jejak Sang Laskar Gantong | Danan Wahyu Sumirat

  4. Ping-balik: Sesi Pemotretan Tak Terduga (Belitung) | Danan Wahyu Sumirat

  5. Ping-balik: Kelenteng Sang Dewi Laut | Danan Wahyu Sumirat

  6. Ping-balik: Satam Si Hitam Nan Misterius | Danan Wahyu Sumirat

  7. Ping-balik: Fotografi Jalanan & Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  8. Ping-balik: Sesi Pemotretan di Pulau Gede, Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  9. Ping-balik: Pulau Babi Kecil, Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  10. Ping-balik: Menjangkau Batu Tertinggi di Tanjung Tinggi | Danan Wahyu Sumirat

  11. Ping-balik: Sunset di Tanjung Tinggi | Danan Wahyu Sumirat

  12. Ping-balik: Pulau Gede (Babi Besar) Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  13. Ping-balik: Danau Kaolin: Anugerah, Musibah, Berkah | Danan Wahyu Sumirat

  14. Ping-balik: Basah+Hujan+Lapar = Mie Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  15. Ping-balik: Tanjung Kelayang 10.10.11-12.10.11 | Danan Wahyu Sumirat

  16. Ping-balik: Beauty and Pose in Lengkuas Island | Danan Wahyu Sumirat

  17. Ping-balik: Merasakan Sari Laut di Tanjung Pandan | Danan Wahyu Sumirat

  18. Ping-balik: Langkah Pertama Pantai Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  19. Ping-balik: Melayang-layang Menuju Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  20. Ping-balik: Sang Surya Tenggelam di Tanjung Pendam | Danan Wahyu Sumirat

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: