Sang Surya Tenggelam di Tanjung Pendam

Langit Belitung semakin merona, rasanya tak sabar bergegas menuju Pantai Tanjung Pendam. Setelah “puas” menanti rekan backpacking yang terdiri dari dua kelompok terbang di bandara. Kamipun berpacu melawan waktu untuk melihat sang surya kembali ke peraduannya dan  memulai petualangan hari ini.

Pantai Tanjung Pendam merupakan pantai yang paling dekat dari pusat kota Tanjung Pandan, dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Karena letaknya yang cukup mudah diakses, pantai ini bisa di bilang merupakan “spot” anak muda kota Tanjung Pandan. Beragam fasilitas outdoor bisa di jumpai di pantai ini seperti: taman bermain, lapangan bola volley sampai kafe berkelas yang buka dinihari. Bagi anda yang berkocek pas-pasan di pantai ini juga tersedia warung dengan harga makanan dan minuman yang terjangkau.

Setelah melewatai perjalanan satu jam lebih dari bandara, kamipun sampai di Pantai Tanjung Pendam. Tak sabar rasanya melihat hamparan rona kuning di batas garis horison.  Semua jenis kamera pun beraksi mengabadikan momen alam yang kerap berulang tapi selalu dinanti. Model dadakan pun muncul, bermain main dengan siluet.

Sapuan awan membuat langit menjadi lebih dramatis, memperkuat keindahan pantai Tanjung Pendam. Apalagi di bagian barat tampak sebuah pulau Kelemuak yang melengkapi elemen keindahan sore ini. Pulau Kelemuak  merupakan pulau tak berpenghuni yang berada di seberang pantai Tanjung Pendam.

Akhirnya sang surya tenggelam dengan sempurna di ujung barat dan menyisakan sedikit semburat warna kuning. Tampaknya kami harus bergegas pulang ke homestay untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk menjelajah pulau kecil di Belitung esok hari.

 

RELATED STORIES

20 Comments on “Sang Surya Tenggelam di Tanjung Pendam

  1. Ping-balik: Pulang Melewati Dua Lautan: Tanjung Pandan – Boom Baru | Danan Wahyu Sumirat

  2. Ping-balik: Hunting-Wrong Time and Wrong Place | Danan Wahyu Sumirat

  3. Ping-balik: Jejak Sang Laskar Gantong | Danan Wahyu Sumirat

  4. Ping-balik: Sesi Pemotretan Tak Terduga (Belitung) | Danan Wahyu Sumirat

  5. Ping-balik: Kelenteng Sang Dewi Laut | Danan Wahyu Sumirat

  6. Ping-balik: Satam Si Hitam Nan Misterius | Danan Wahyu Sumirat

  7. Ping-balik: Fotografi Jalanan & Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  8. Ping-balik: Sesi Pemotretan di Pulau Gede, Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  9. Ping-balik: Pulau Babi Kecil, Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  10. Ping-balik: Menjangkau Batu Tertinggi di Tanjung Tinggi | Danan Wahyu Sumirat

  11. Ping-balik: Sunset di Tanjung Tinggi | Danan Wahyu Sumirat

  12. Ping-balik: Pulau Gede (Babi Besar) Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  13. Ping-balik: Menyibak Layar Pulau Batu Berlayar | Danan Wahyu Sumirat

  14. Ping-balik: Danau Kaolin: Anugerah, Musibah, Berkah | Danan Wahyu Sumirat

  15. Ping-balik: Basah+Hujan+Lapar = Mie Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  16. Ping-balik: Tanjung Kelayang 10.10.11-12.10.11 | Danan Wahyu Sumirat

  17. Ping-balik: Beauty and Pose in Lengkuas Island | Danan Wahyu Sumirat

  18. Ping-balik: Merasakan Sari Laut di Tanjung Pandan | Danan Wahyu Sumirat

  19. Ping-balik: Langkah Pertama Pantai Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  20. Ping-balik: Melayang-layang Menuju Belitung | Danan Wahyu Sumirat

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: