Danau Kaolin: Anugerah, Musibah, Berkah

Tuhan memberikan anugerah yang besar bagi bumi Indonesia, keanekaragaman hayati serta kekayaan alam yang melimpah.Selain dikenal sebagai penghasil biji timah, pulau Belitung dikenal sebagai penghasil  kaolin atau clay bahan untuk pembuatan cat dan komestik.  Kaolin merupakan masa batuan yang tersusun dari material lempung dengan kandungan besi yang rendah, dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan. Kaolin mempunyai komposisi hidrous alumunium silikat (2H2O.Al2O3.2SiO2), dengan disertai mineral penyerta.

Dari sisi perekonomian penambangan clay sangat menguntungkan dan mampu menyerap tenaga kerja. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. Namun dampak negatif juga timbul dari ekplorasi sumber mineral dengan meninggalkan lubang-lubang besar menganga. Dan musibah yang lebih besar terjadi ketika kegiatan penambangan mencemari sungai.

Bagi pecinta photography komposisi warna birunya air danau serta putihnya kawah merupakan satu keunikan tersendiri yang dapat ditangkap oleh bidikan kamera. Kegiatan hunting photo barengpun sering dilakukan di lokasi bekas penambangan. Sehingga Danau Kaolin menjadi salah satu daftar tempat wisata yang wajib dikunjungi dan memberikan kontribusi ekonomi bagi penduduk setempat. Kerusakan alam pun membawa keberkahan buat manusia.

Alam selalu memberikan yang terbaik bagi  manusia dan manusia selalu mengambil terlalu banyak dari alam. Sayapun jadi bertanya  apakah danau bekas tambang kaolin benar-benar indah? Silakan anda menilainya sendiri dari photo udara yang saya ambil ketika melintas di atas bumi Belitung.

 

RELATED STORIES

20 Comments on “Danau Kaolin: Anugerah, Musibah, Berkah

  1. Ping-balik: Pulang Melewati Dua Lautan: Tanjung Pandan – Boom Baru | Danan Wahyu Sumirat

  2. Ping-balik: Hunting-Wrong Time and Wrong Place | Danan Wahyu Sumirat

  3. Ping-balik: Jejak Sang Laskar Gantong | Danan Wahyu Sumirat

  4. Ping-balik: Sesi Pemotretan Tak Terduga (Belitung) | Danan Wahyu Sumirat

  5. Ping-balik: Kelenteng Sang Dewi Laut | Danan Wahyu Sumirat

  6. Ping-balik: Satam Si Hitam Nan Misterius | Danan Wahyu Sumirat

  7. Ping-balik: Fotografi Jalanan & Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  8. Ping-balik: Sesi Pemotretan di Pulau Gede, Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  9. Ping-balik: Pulau Babi Kecil, Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  10. Ping-balik: Menjangkau Batu Tertinggi di Tanjung Tinggi | Danan Wahyu Sumirat

  11. Ping-balik: Sunset di Tanjung Tinggi | Danan Wahyu Sumirat

  12. Ping-balik: Pulau Gede (Babi Besar) Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  13. Ping-balik: Menyibak Layar Pulau Batu Berlayar | Danan Wahyu Sumirat

  14. Ping-balik: Basah+Hujan+Lapar = Mie Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  15. Ping-balik: Tanjung Kelayang 10.10.11-12.10.11 | Danan Wahyu Sumirat

  16. Ping-balik: Beauty and Pose in Lengkuas Island | Danan Wahyu Sumirat

  17. Ping-balik: Merasakan Sari Laut di Tanjung Pandan | Danan Wahyu Sumirat

  18. Ping-balik: Langkah Pertama Pantai Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  19. Ping-balik: Melayang-layang Menuju Belitung | Danan Wahyu Sumirat

  20. Ping-balik: Sang Surya Tenggelam di Tanjung Pendam | Danan Wahyu Sumirat

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: