Jalan2Cuap2, Kepulauan Riau, Video

[Video] Blast From Past, Back To 1960

Tahun memang berganti tapi sejenak kami terlontar ke masa lalu, menikmati kejayaan era tahun 60-an. Dimana Rock n Roll menjadi sebuah keyakinan baru  dan celana cutbray pakaian kebesaran yang sulit untuk ditanggalkan.

Blast From Past Back to 1960. Pesta itu nyaris gagal karena hujan tapi manusia punya cara untuk  tetap bergembira 😀 .

Lanjutkan membaca “[Video] Blast From Past, Back To 1960”

Eat The Crab Kopi Raya
Kepulauan Riau, Kuliner

Keroyokan Seafood – Eat The Crab Kopi Raya

I am on a seafood diet. I see food and I eat it. Tagline promosi Eat The Crab Kopi Raya bikin penasaran, apalagi embak waitress-nya bilang ini menu promo. Jadi bisa makan seafood nggak pake mahal.

Lanjutkan membaca “Keroyokan Seafood – Eat The Crab Kopi Raya”

Hotel, Kepulauan Riau

Year End Island Party – Show Must Go On

31 Desember 2015 – Turi Beach Resort. Rinai hujan tak berhenti menghambur , pulau Batam diguyur hujan sejak pagi. Waktu sudah menunjukan pukul 16:00 WIB, gerimis akhirnya menjelma  menjadi guyuran deras.

Memandang jeti Turi Beach dari balkon kamar
Memandang jeti Turi Beach dari balkon kamar

Rasa was-was tak hanya menghantui saya, tapi segenap warga Batam yang akan merayakan Tahun Baru di pinggir pantai atau lapangan terbuka. Persiapan berhari-hari akan menjadi sia-sia tak kala air tumpah ke muka bumi. Tapi bukankah sejatinya Desember adalah musim hujan, jadi rasanya tak bijak menampik takdir.

Bagaimana dengan pesta akhir tahun Turi Beach Resort yang akan digelar malam ini?

Panggung dipindahkan ke lobi lengkap dengan dekorasinya
Panggung dipindahkan ke lobi lengkap dengan dekorasinya

Plan B.
Panggung dan photo booth yang sudah dibangun sejak tiga hari lalu , akhirnya dibongkar lalu berpindah ke lobi resor. Meja yang sudah ditata cantik juga turut meninggalkan pantai. Pernak-perniknya juga ikut di tata ulang. Iya semua detail dekorasi, penerangan, sound system sampai pondok kuliner.

Meja pun di-set up ulang
Meja pun di-set up ulang

17:00 WIB. Kesibukan persiapan pesta makin membuat saya deg-deg-an sekaligus takjub. Namun salah satu pekerjaan rumah  besarnya adalah memindahkan booth photo berukuran 6×5 meter.

photo booth berukuran ruang tamu dipindahkan ke lobi
photo booth berukuran ruang tamu dipindahkan ke lobi

Totalitas mengusung era tahun 60-an , Turi Beach membangun  ruang tamu ala 60-an yang perlengkapannya konon diusung langsung dari Kinema Studio, studio terbesar di Asia Tenggara. Furnitur jadul, sepeda onthel, vespa dan becak turut bermigrasi. Tidak ketinggalan lampu raksasa membentuk angka 60 dengan detail hiasan koran tahun 60-an, juga diusung ke sisi booth.

Tiga Miss Singapura bersiap memandu acara
Tiga Miss Singapura bersiap memandu acara

18:30 WIB. Seharusnya pesta sudah dimulai dan  persiapan acara belum usai. Tiga pemandu acara cantik sudah bersiap di salah satu round table dekat panggung: Siyalam Miss Singapore All Nations 2014, Tamy Ng Miss Singapore China Town 2014 dan Jasmine Miss Singapore Global Beauty Queen 2014

Photo booth siap untuk berpose
Photo booth siap untuk berpose

The Party Begin!
Akhirnya pesta  dimulai. Panggung dan photo booth sudah berdiri megah. Tapi yang tak boleh ketinggalan  kuliner spesial malam ini. Pecinta kuliner dimanjakan sajian internasional. Rasanya saya tak perlu berkisah tentang dasyatnya kuliner di Turi Beach. Bayangkan jika  jamuan makan ini, ini, ini dan ini hadir dalam satu malam. Bukankan benar-benar spesial?

Tampilan band pun tak kalah jadul, celana cutbrai dan rok balon motif polkdot
Tampilan band pun tak kalah jadul, celana cutbrai dan rok balon motif polkdot

Alunan live music membuka acara sekaligus menemani gala dinner. Tembang lawas era Elvis hingga Benyamin membuat penonton terbawa suasana. Meski tahun 2016 akan menjerang, aslinya orang-orang pada susah move on kalau mendengar nuansa kejayaan Rock n’ Roll.

Tambah susah move on lagi setelah melihat photo booth keren kaya gini. Pada nyesel kan nggak all outfit ala 60-an. Sudah nuansanya mendukung banget, dan ternyata ada kontes busana terbaik yang hadiahnya kece badai. Voucher menginap di Turi yang plus-plusnya banyak banget, mulai dari spa sampai sea sport gratisan.

Kembali ke tahun 60-an
Kembali ke tahun 60-an
Maksimal banget gayanya :D
Maksimal banget gayanya 😀

Sudah  nggak usah pada susah move on. Cari inspirasi gaya 60-an tapi yang nggak  jadul , saatnya menikmati fashion show   sambil menanti games seru berhadiah lainnya.

ajojing asyik!!!
ajojing asyik!!!

Jangan bilang kalau lagu jadul tidak asik buat ajojing. Di eranya goyang kaya gini nge-hits banget. Ayo siapa lagi yang mau ikutan disko sambil goyang-goyangin rok balon dan celana panjang  cutbrai.

Tapi yang bikin ngakak ngga abis-abis  kabaret yang menampilkan Elvis Presley dan Marylin Monroe KW. Belum lagi ada Geisha Jepang yang mondar-mandir menggoda tamu dengan gaya super kocak.

Ini lho pemenang best dress malam ini. Celana cutbrai dan kemeja motif kembang. So last year tapi ngehits
Ini lho pemenang best dress malam ini. Celana cutbrai dan kemeja motif kembang. So last year tapi ngehits

Tidak terasa tahun 2016 tinggal beberapa menit , tapi kemeriahan ala 60-an masih berlanjut. Dan akhirnya tiga MC cantik  ~ Miss Singapura ~ mengajak kita menghintung mundur.

“10… 9… 8… 7… 6… 5… 4… 3… 2… 1… HAPPY NEW YEAR!” Gegap gempita terompet dan teriakan bersamaan dengan taburan kembang api di atas jeti. Sontak semua orang berloncatan dan saling bersalaman. Tak ada momen yang lebih indah menjabat dan berpelukan dengan teman dan orang orang terkasih di malam tahun baru.

Menit terakhir jelang tahun baru
Menit terakhir jelang tahun baru

Spontan sang biduan menyanyikan lagu Firework milik Katy Perry menutup malam Tahun Baru di Turi Beach Resort.

Segenap pendukung acara berfoto bersama
Segenap pendukung acara berfoto bersama

Sekali lagi saya masih terkagum dengan persiapan pesta sore ini . Menyaksikan  insan-insan profesional menggarap semua detail acara dalam kondisi yang serba tidak terduga. Kondisi cuaca boleh berubah  tapi pesta musti berlanjut !

~Selesai~

12185170_1013703722013969_204505542306810865_o
Enter a caption

 

Hotel, Kepulauan Riau

Nongsa Point Marina & Resort – Nuansa Mediteranian Batas Negara

Bangunan bergaya Mediteranian  tersebar berundak di antara bukit hijau. Atapnya berwarna coklat terang kontras dengan dinding putih dan birunya langit di angkasa. Lanjutkan membaca “Nongsa Point Marina & Resort – Nuansa Mediteranian Batas Negara”

Kepulauan Riau, Kuliner

Menikmati Malam Panjang The Pier Cafe & Grill

Ketika makan tak hanya sekedar memuaskan rasa lapar  tapi sebagai bentuk rekreasi untuk membangkitkan  kebersamaan  dengan keluarga atau rekan kerja. Maka saatnya anda  melangkah menuju The Pier Cafe Grill, Batam.

Lanjutkan membaca “Menikmati Malam Panjang The Pier Cafe & Grill”

Kepulauan Riau, Travelling

Enggan Bangkit Meninggalkan Nongkat

Pulau Nongkat, Anambas – Kami pasrah, terserah Eyster membawa kemana untuk bermalam .  Jika semalam (artinya kemarin dalam Melayu) Durai gagal menjadi tempat peraduan. Malam ini saya tak banyak berharap. Takut seperti kisah semalam, begitu bersemangat menuju Durai tapi nyataya merapat pun tak mampu karena kapal yang kami tersapu badai sebelum mencapai pantainya.

Niatan mengintip penyu bertelur dan berburu foto Milky Way  bagai cinta bertepuk sebelah tangan. Menggantung dalam angan besar lalu gagal total sebelum pernah terujar. Ah kasihan sekali Abang ini, Dek. Belum pun menyatakan cinta sudah ditolak.

batu granit besar menjulang ciri khas kepulauan di Anambas
batu granit besar menjulang ciri khas kepulauan di Anambas

Beruntung semua kegagalan itu terbayar sempurna dengan Trenggiling dan Penjalin. Jadi Abang nggak sakit-sakit banget. Pegang dada saya, debar kebahagian itu masih terasa . Dan sesungguhnya yang membuat makin membuat berdegup kencang , kembali terombang-ambing di atas   gulungan ombak membuat kami terdiam dalam doa.

Cuaca Anambas di bulan Agustus  memang ngeri-ngeri sedap, setelah gagal ke pulau Durai dan  Bawah kamipun harus lebih waspada mempertimbangkan keselamatan. Rasanya tak bijak memburu keindahan tapi mempertaruhkan nyawa. Niatnya mau dapat foto eksis maksimal di IG tapi cerita perjalanan tak pernah berlanjut seiring dengan terhentinya kehidupan.

Dhanina , cotttage tersembunyi di antara batu besar
Dhanina , cotttage tersembunyi di antara batu besar

Selain memiliki pantai dengan garis pantai pasir putih, pulau-pulau di Anambas berhiaskan bebatuan besar mirip di Belitung. Terkadang batu itu teramat besar membentuk susunan vertikal ke atas. Orang di sini menyebutnya batu tumpak. Jika kamu ke Tarempa di kota pelabuhan itu ada batu tumpak tiga susun.

Namun yang membuat saya tak berkedip melewati sebuah pondok di pulau Nongkat. Bangunan berwarna putih tersamar di balik batu-batu besar. Kehadirannya seolah tak ingin diketahui banyak orang. Tapi tetap siapapun yang bertandang ke sini akan terkagum. Bagaimana batu-batu besar saling bertautan seolah membentuk laguna melindungi garis pantai bagai benteng alam. Ombak pun selalu landai sampai ke pantai di hadang batu besar.

“Bang kita akan bermalam di sana”, ujar Eyster memecah lamunan.

“Memang boleh?”

“Kita akan numpang di serambinya saja. Nanti minta ijin penjaganya.”

“Kalau tidak diijinkan?”

“Membuka tenda di pantainya saja .”

Kami terdampar... Uhuk!!
Kami terdampar… Uhuk!!

Rumah peristirahatan  itu bernama Dhanina, konon sang empunya,  seorang perempuan Indonesia bersuamikan ekspatriat. Bangunan bernuansa tropikal , khusus dibangun untuk menjamu tamu atau peristirahatan pribadi. Meski berada  jauh dari pemukiman fasilitasnya  lengkap mulai dari generator set hingga fasilitas air bersih. Dan ternyata di depan pulau teronggok speed boat.

Dhanina cottage memiliki tiga bangunan, satu bangunan berlantai dua sedangkan dua lainnya berlantai satu. Sekilas saya mengintip bagian bangunan utama. Nuansanya putih dengan gorden panjang menjuntai. Saya membayangkan jika semua pintu dan jendela dibuka lebar-lebar membiarkan angin dan sinar masuk ke dalam. Ah andai bisa tinggal di sini seminggu.

“Hari ini penjaga  sedang tak datang. Kepada siapa kami meminta ijin?

“Tak apa kita menumpang di serambi?”

“Tak mengape, asal nanti dibersihkan saje.”

Bangunan utama Dhanina terdiri dari dua lantai
Bangunan utama Dhanina terdiri dari dua lantai

Tanpa diperintah kami menempatkan barang di serambi pondok utama yang langsung menghadap ke laut. Berlahan senja datang menyamarkan keindahan dengan nuansa temaram. Tak banyak dari kami menikmati senja dengan serius. Kami berpacu dengan waktu, sebelum malam tiba , nasi dan mie harus sudah masak. Urusak mandi juga harus kelar karena tak ada penerangan di sini.

Sebetulnya di belakang pondok ini ada generator set, tapi tidak sopan , sudah menumpang tanpa permisi, menjarah air tawar untuk mandi dan memasak, lalu ingin berterang benderang dengan BBM gratisan yang konon susah didapat di Anambas.

Senja menyapa Nongkat sebelum malam menjelang
Senja menyapa Nongkat sebelum malam menjelang

Ritual malam diawali dengan makan malam bersama. Entah kelelahan berenang di Penjalin tadi siang atau ketenangan Nongkat yang membuat kami terlelap lebih awal. Satu persatu  kami berdendang dalam mimpi, menyanyikan keindahan Penjalin tadi siang. Ah Anambas, bukan lagi impian tapi kini menjadi kenangan indah.

Suara hewan malam terkadang membangkitkan rasa ngeri, namun semua sirna bersama pendar syahdu di depan sana. Kapal-kapal nelayan merapat di bebatuan besar. Lagi-lagi cuaca memang tak bersahabat, beruntung cottage ini terlindungi.

Nongkat malam tak kalah memikat
Nongkat malam tak kalah memikat

Rencana berburu sunset bukit belakang cottage gagal total, semua orang enggan bangkit. Meski hanya  serambi kami, tempat ini terlalu nyaman untuk ditinggalkan.

“Pasti pada mimpi ngeresort.”

“Tempatnya udah secantik resor pribadi , sayang tidurnya ngemper.”

“Ya udah kenalan aja dengan Bu Dhanina, siapa tahu punya anak perempuan.”

“Kalau anaknya laki?”

“Ya buat, kita-kita yang cewek.”

“Keren kan maharnya , pulau beserta cottagenya.”

“Kalau ngga punya anak?”

“Aku rela diangkat jadi anaknya, asal dikasih semua ini.”

Selamat pagi pulau Nongkat
Selamat pagi pulau Nongkat

Dari obrolan di atas sepertinya kesadaran teman-teman belum seratus persen. Ah sudahlah, lebih baik saya menjelajah Nongkat. Menjelajah pulau indah yang seolah baru saja dihujani meteor.

Nongkat memang terlalu sayang untuk ditinggalkan. Namun jika tak ditinggalkan kami tetap harus berjingkat meninggalkannya. Sebelum penjaganya datang , kami kembali berangkat menyambangi keindahan lain Anambas.

“Ssstttt jangan lupa cottagenya dibersihkan.”

“Memang harus?”

“Iyalah… Sudah menumpang tanpa permisi. Menjarah air tawar lalu pergi meninggalkan sampah. Itu namanya tidak tahu diri.”

*hening*

11

 

Kami enggan berangkat meninggalkan Nongkat
Kami enggan berangkat meninggalkan Nongkat

13

14
ngga tahu ini boneka siapa tapi gayanya sok cihuy banget

15

 

Curahan, Kepulauan Riau, Travelling

#KepriBukanRiau – Si Sakti dan Penebar Warta

Kami bukanlah penebar warta biasa yang berwara-wiri dan berworo-woro untuk sebuah kewajiban bertajuk profesi dan imbalan setiap bulan bernama gaji atau honor. Menceritakan tentang destinasi wisata lugas tanpa beban apalagi tedensi . Namun mereka yakin , kamilah salah satu garda terdepan penebar “racun” yang membuat orang ingin mengunjungi Kepulauan Riau. Lanjutkan membaca “#KepriBukanRiau – Si Sakti dan Penebar Warta”