Kepulauan Riau Kuliner

Keroyokan Seafood – Eat The Crab Kopi Raya

I am on a seafood diet. I see food and I eat it. Tagline promosi Eat The Crab Kopi Raya bikin penasaran, apalagi embak waitress-nya bilang ini menu promo. Jadi bisa makan seafood nggak pake mahal.

Resolusi 2016 mau diet seafood
Resolusi 2016 mau diet seafood

“Emang berapaan?”  Ngelirik menu sambil meraba dompet di saku celana.

“Kalau paket combo kepiting antara 170 sampai 220 ribu. Terserah mau pilih yang mana. Es, em atau el.”

Ya ampun pilih kepiting kaya sempak aja ada ukurannya.

“Ini paketannya berapa banyak?” Ngelus-ngelus dompet ragu sambil  cari bahan alasan ngeles.

“Segitu Bang.” Nunjuk satu nampan seafood yang di-gang bang satu keluarga.

“Hah itu dimakannya rame-rame gitu?”

“Iya Bang . Abang ngga ada temen, ajakin kita ajah.” Waitress kedip-kedip kelilipan tusuk gigi.

Menu seafood baru Kopi Raya bikin iman dan imin nggak kuat
Menu seafood baru Kopi Raya bikin iman dan imin nggak kuat

Abang suka lemah kalau diajak makan-makan apalagi ada adegan gang bang kaya gini.

“Lalu kita gang bang-an jam berapa. Eh maaf, makan seafood-nya.” Garuk-garuk anu (kepala maksudnya) sambil meluruskan niat.

“Nunggu aye pulang kerja ya. Jam 5.”

“Wuih lama amat.”

“Ya sambil nunggu. Abang bisa ngemil apa dulu gitu , tapi yang mahal ya Bang.”

“Mateee.” Meremes dompet penuh kepasrahan.

Ini lho Mbak-Mbak yang ngajakin makan seafood
Ini lho Mbak-Mbak yang ngajakin makan seafood

Akhirnya ritual makan seafood yang beda dari biasanya dimulai. Pertama kita pilih menunya dulu. Karena yang mau meng-gang bang banyak , akhirnya memilih ukuran kepiting medium dengan saus lada hitam.

“Bang. Enakan bumbu Bali lho.”

“Tapi aku sudah pesan saus lada hitam.”

“Ya udah , besok aja lagi kita pesan yang bumbu Bali.  Minggu depan bumbu kari. Nah gajian depan Abang traktir kita yang telur asin.”

“Nguik…” Elus-elus persendian takut asam urat kambuh. Aslinya takut bokek sih.

Ho... Ho... Ho... Aku siap meng-gang bang seafood
Ho… Ho… Ho… Aku siap meng-gang bang seafood

Sebelum makan meja dihampar plastik dan diberikan celemek satu per satu biar nggak belepotan. Tidak lupa kita dipersenjatai dengan martil dan penjepit kepiting. Pastikan duduk mantap menghadap meja jangan miring apalagi nungging. Karena itu akan mengganggu ritual gang bang kali ini. 😀

perlengkapan yang tidak boleh terlupa
perlengkapan yang tidak boleh terlupa

Akhirnya yang dirindu dan ditunggu datang. Aku bingung ngomongnya, ini sepiring, sejumput atau seonggok seafood. Karena ia tidak ditempatkan di atas piring, hanya dihamparkan di tengah meja. Aromanya jelas mengundang selera dengan uap panas yang masih  mengepul.

Seafood lada hitam siap di gang bang
Seafood lada hitam siap di gang bang

Rasanya ngga sabar untuk mencolek sedikit lalu mencicipnya. “Eh sabar dulu. Kita belum melaksanakan ritual berikutnya.”

“Apaan?”

“Foto-foto”

Gubrak!!!

“Sebelum dimakan, seafood wajib diabadikan sebelum ia kita rusak. He… he… he…” Ketawa mesum.

“Caranya?”

“Ya elah. Keluarin ponsel terus kita foto dari berbagai arah dan gaya. Mau selfi-an, wefi-wan atau macho-an. Eh makro maksudnya.”

Colek dikit sebelum difoto (ketangkep kamera)
Colek dikit sebelum difoto (ketangkep kamera)
Colek dikit lalu ditelen dikit (ketangkep kamera lagi)
Colek dikit lalu dijilat dikit (ketangkep kamera lagi)
Siap disantap bersama nasi
Siap disantap bersama nasi
Selfian dulu donk kakak
Selfian dulu donk kakak

Setelah semua ritual dilaksankan dengan bijak, makan pun dimulai. Karena ini sudah jelang makan malam. “Tambo nasi tigo Dha!

Ini kafe apa resto Padang sih?

Resto Padang , mana ada yang makannya seseru ini. Lihat ya kita berenam (satu ngga dihitung karena batita) menggauli seafood yang teronggok pasrah di atas meja. Berlahan namun pasti semua isianya diurai, ada kentang, jagung , sosis, kerang kepiting, udang dan cumi. Semuanya dalam limpahan kental kuah lada hitam yang menggoda.

Soal rasa tak perlu diragukan, apalagi keseruannya. Kalah cepat kamu ngga kebagian :D. Kalau kurang banyak bisa pesan lagi. Tapi sumpah yang bikin kantong ngga bolong bayarnya bisa patungan. Ha… ha… ha… pas banget untuk anak SMA kaya aku yang uang jajannya pas-pasan. Pas untuk beli tas HERMES :p .

Akhir cerita gang bang. Mejanya awut-awutan
Akhir cerita gang bang. Mejanya awut-awutan

Gimana mau keroyokan seafood kaya gini? Kalau ngga ada temen makan bisa hubungi aku. Kapan saja available untuk gang bang-an seafood, tapi ngga ikutan patungan bayar ya 😀 .

Nyengir sambil pegang jepitan ketam.

 

42 komentar

  1. Saya kira isinya cuma kepiting saja Mas, ternyata ada macam-macam ya, ada cumi bahkan jagung pun ada. Puas deh ini namanya, soalnya tak semua orang suka kepiting dan kalau semua suka, kepiting pasti jadi rebutan semua :hehe. Itu yang selfie sama hidangan patut banget buat dicoba :hihi, anti mainstream banget gitu teman selfie-nya :haha.

    Suka

  2. Sejak trend makan kepiting a la gang bang ini bermula, aku belum pernah nyobain sekalipun. Hmmm kalau kira-kira datang dan makan sendiri malu gak yaaa? Yang pastinya sih gak seru yaa 🙂

    Suka

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.