Podcast Jalan2 Cuap2 is back! Buat kamu yang mager buat membaca apalagi menonton konten vlog (video blog). Konten Dananwahyu.com hadir dalam bentuk audio di spotify dan bisa kamu nikmati ketika beraktivitas.
“Ketidaksempurnaan perjalanan yang akan menyempurnakan perjalanan hidup “, seutas kalimat yang selalu menjadi “pegangan” gua ketika menghadapi drama perjalanan yang ngakak-ngikik sampai mendadak bego. Ya demi berhemat dan memaksimalkan bujet memang, perjalanan ke Pakistan kali ini harus berputar ke Malaysia – Singapura – India.
Baru akan masuk ke Malaysia dihadapkkan antrean imigrasi 3 jam penuh berdiri dan gongnya ketinggalan bus Johor – KLIA. Apakah aku sedih? Oh tentu tidak karena mental telah teruji. Sebelum perjalanan , liburan harus digeser karena pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum libur lebaran.
Maksud hari merakayan Idul Fitri di negeri Jiran, H minus satu lebaran masih bekerja dan merayakan lebaran di Batam.
Daripada banyak cerita , simak yuk travel vlog series, biar bisa mengintip drama dramanya 😀
Dulu saat sekolah di SMA , pergi ke perpustakaan adalah sebuah kegiatan rekreatif. Bayangkan saya bisa membaca komik seharian sambil tiduran di selasar anak. Eh tapi ternyata jaman now , ada perpustakaan yang koleksi bukunya jauh lebih lengkap dan nyaman . Lokasinya hanya sejengkal saja dari pulau Batam. Andai tiket feri tidak naik menjadi tiga kali lipat, tiap minggu akan menyambangi .
Library@harbourfront ternyata bisa dicicipi oleh wisatawan asing. Meski hanya membaca koleksi dan tidak bisa meminjam , tapi cukup memberikan pengalaman baru.
Masih dari rangkaian Singapore Art Week 2025. Usai melewatkan makan siang di Singapore Art Musuem, saya bergerak dengan shuttle bus gratis menuju galeri museum terbesar di Singapura di l distrik paling premium Singapura.
Didedikasikan untuk mengumpulkan koleksi yang akan memberikan wawasan tentang seni yang unik, warisan, dan sejarah di kawasan tersebut, Galeri ini menjadi tempat yang wajib dikunjungi di Singapura. Di lahan seluas 64.000 meter persegi inilah ajang seni visual terakbar di Singapura dan salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara berada.
Meski bukan fine dinning, pengalaman kuliner kali ini di Culinary Vlog – Christmas Dinner Batam Hotel Marriott Harbour Bay jelas luar biasa. Seperti tahun tahun sebelumnya Batam Hotel Marriott Harbour Bay menghadirkan Christmar Dinner spesial.
Dengan mengusung Fete De Noel, makan malam ini dibuka dengan sajian hiburan medley lagu lagi natal. Penasaran seseru apa sajian kuliner yang memanjakan lidah dan mata, simak vlognya di chanel youtube danan wahyu.
Tanggal 1 Januari 2025, tubuh saya yang sintal ini jatuh lepas ke dalam lautan di Selat Malaka, antara Indonesia dan Singapura. Pengen ngakak kejadiannya begitu cepat dan dramatis, sampai menghebohkan kapal kerja asing berbendera Perancis.
“Oh ini Bapak yang masuk grup kapal, jatuh ke laut?”, seorang ABK menyapa gua diperjumpaan pertama saat makan malam.
Sebetulnya vlog ini rangkaian perjalanan tahun lalu sebelum memasuki tahun 2024. Dimana seperti kebanyakan pekerja yang kadang pergantian tahun harus dilewati dengan bekerja, bekerja dan bekerja. Tapi serunya tahun lalu sembari bekerja ada momen mudik sejenak, jalan-jalan ke kota Jambi dan Kuala Tungkal bagian dari napal tilas.
Yup 13 tahun sebelumnya saya pernah menjajal pelayaran kapal cepat Kuala Tungkal-Batam, lalu tiga tahun kemudian saya mutasi ke Batam. Benar kata orang, hati-hati kalau minum air Batam, nanti kembali lagi :D.
Menyambangi lobi Batam Marriot Hotel Harbour Bay , mata saya langsung tertuju pada pohon natal dengan dua lama berdiri di sampingnya. Samar samar mengalun tembang Noel yang menceritakan kelahiran Yesus Kristus di lahir kandang domba. Saya memang bukan umat kristiani tapi tak menampik undangan makan malam natal sahabat. Ya natal ini ia tak mudik, jadi hanya merayakan malam spesial bersama sahabat di Batam.