Curahan, Produk

Apakah Dagang Online Butuh Website?

Hari ini saya mendapat pertanyaan dari teman yang punya bisnis online, dia jualan tas dan asesories wanita.

“Nan kalau gua cuma dagang online perlu nggak sih website. Soalnya selama ini gua pikir dengan media sosial sudah lumayan banget.”

Wah pertanyaan yang agak sulit secara saya bukan Agan-Agan atau Sista-Sista yang biasa jualan online  tapi saya akan membahasanya dari kacamata blogger yang tidak mengejar materi dari trafik. Lanjutkan membaca “Apakah Dagang Online Butuh Website?”

Papua, Travelling

Melihat Keindahan Lain Kota Jayapura Dari Puncak TVRI

“TVRI Menjalin Persatuan dan Kesatuan…..” Tetiba  jingle  televisi pertama di Indonesia terngiang  ketika mobil yang saya naiki menanjak bukit kecil di selatan Teluk Yotefa.

Lanjutkan membaca “Melihat Keindahan Lain Kota Jayapura Dari Puncak TVRI”

Acara, Sulawesi Selatan, Travelling

Menyaksikan Dayung Merengkuh Medali Asian Games 2018

Seumur hidup saya baru sekali memegang  medali pertandingan olahraga. Walau hanya perunggu tapi ini  dari ajang olahraga bergengsi, Asian Games ke 18. Untuk menjadi tuan rumah kembali Indonesia  harus menunggu setengah abad lebih  setelah Asian Games pertama tahun 1962 .  Artinya jika   Indonesia ingin kembali menjadi tuan rumah  ke tiga  maka harus menunggu 50 tahun lagi dan bisa jadi tahun 2060. Wah kira-kira sampai nggak ya umur saya?

Lanjutkan membaca “Menyaksikan Dayung Merengkuh Medali Asian Games 2018”

Produk, Teknologi

Find More Xperience With Smartphone Flagship

Harga memang tidak pernah bohong, jadi tidak salah jika beberapa produsen ponsel membidik pasar menengah ke atas. Pertengahan tahun ini OPPO kembali merilis ponsel paling kece atau dikenal dengan smartphone flagship. Ponsel-ponsel ini tak hanya memiliki spesifikasi tinggi tapi seperti sebuah master piece, mengusung teknologi dan fitur terbaru layaknya seperti sebuah karya seni.

Mungkin dulunya fitur-fitur ini hanya imajinasi film fiksi ilmiah tapi sekarang nyata dan konsumen dapat menggunakannya. Pernah nggak sih kamu membayangkan ponsel dengan pemindai dan pengenal wajah. Jadi pemilik cukup nyengir di depan layar untuk membuka ponsel tanpa memasukan kode atau memindai sidik jari. Belum lagi teknologi teknologi charging dan kapasitan baterai yang membuat konsumen mengucapkan selamat tinggal power bank yang berat dan melelahkan.

Beberapa brand saling berlomba merilis smartphone flagship teranyarnya untuk memanjakan konsumen dan penghobi gawai. Jujur, terkadang saya sampai bingung harus memilih smartphone flagship mana yang akan di beli. Maklum semuanya mengaku paling kece, teranyar dan termuktahir.

Tapi seperti memilih jodoh, memilih ponsel harus mempertimbangkan bibit, bobot dan bebetnya. OPPO bukanlah pemain baru di dunia industri telepon genggam, terkenal dengan produknya yang inovatif di pertengahan tahun 2018, kembali mengusung poduk andalan, OPPO Find X.

Satu hal yang paling menarik dari OPPO Find X ini adalah teknologi Stealth 3D Cameras-nya. Dimana kamera pada OPPO Find X memakai mekanisme pop-up otomatis (motorized). Saat aplikasi kamera dibuka maka modul kamera akan muncul dengan sendirinya dari sisi atas ponsel. Lalu saat aplikasi kamera dinonktifkan kamera akan kembali dibalik modul membuat body kamera terlihat mulus tanpa tonjolan. Modul kamera gesernya memuat sepasang kamera utama beresolusi 16 megapiksel (f/2.0) dan 20 megapiksel (f/2.0).

Ini lho rahasia mengapa kamera OPPO Find X tidak terlihat
Ini lho rahasia mengapa kamera OPPO Find X tidak terlihat

Resolusi kamera depannya tidak tanggung-tanggung 25MP dengan aperture f/2.0 dan memiliki teknologi 3D Structured Light Facial Recognition yang bisa mengenali 15.000 titik di wajah. Jadi, 3D Structured Light Facial Recognition ini bisa memberikan keamanan 20 kali lipat dibanding finger print. Jadi sudah nggak jaman membuka ponsel pakai meraba-raba finger print tapi lansung disenyumin aja kamera ponselnya.

Lalu dalamannya bagaimana? ditenagai sytem-on-chip kelas atas Snapdragon 845 dari Qualcomm, dipadankan dengan RAM 8 GB dan media penyimpanan 256 GB. Jadi buat penggemar gamer atau videografer ponsel seperti saya cukup jembar lebar dan lapang. Nggak akan pernah takut kekurangan memori penyimpanan video atau tetiba ponsel bengong karena menjalankan aplikasi video editing dan game.

Kalau kamu merasa masih kurang cukup dengan baterai berkapasitas 3.730 mAh, sejujurnya tidak perlu khawatir. Teknologi fast charging yang dibenamkan di OPPO saat ini adalah VOOC Flash Charge yang paling stabil, cepat, dan aman karena memiliki 5 modul proteksi pada perangkat serta charger set-nya. Hanya butuh waktu 5 menit untuk mampu menelepon hingga 2 jam dari kondisi saat pengecasan 0%.

Dan bagi saya penggemar desain simplicity, layar OPPO Find X dengan rasio 93,8 persen terhadap bodi itu keren banget. Bayangkan sebuah ponsel dengan bagian depannya hanya ada layar tanpa tonjolan speaker atau kamera. Layarnya mengusung teknologi AMOLED selebar 6,42 inci (2.340 x 1.080 pixel, aspect ratio 19:9) membuat saya makin semangat berkreasi, mulai dari mendraft tulisan, mengedit foto sampai membuat vlog.

Desain layarnya mulus tanpa cela dan tonjolan
Desain layarnya mulus tanpa cela dan tonjolan

Wah saya terbayang betapa serunya aktivitas traveling saya ketika menggenggam OPPO Find X sebagai teman perjalanan. Pertama saya tidak akan khawatir kehabisan daya dan memori lalu pengalaman membidik foto dan video dengan kamera beresolusi mendukung pembuatan konten kreatif baik tulisan, foto atau vlog.

Sembari menunggu keberangkatan pesawat atau saat perjalanan di kereta dengan leluasa bisa men-draft tulisan atau mengedit vlog. Dulu pengalaman seperti ini hanya imajanasi belaka karena tidak ada ponsel yang mumpuni. Tapi sekarang dengan hadirnya OPPO Find X, semua terasa mungkin.

Mungkin hal pertama yang harus dilakukan menabung karena smartphone ini harganya cukup dalam di kantong, Rp 13.499.000. Tapi tidak apa untuk sebuah barang berkualitas yang mampu  meningkatkan kualitas hidup dan menjadi lebih produktif.

Penasaran dengan smartphone flagship keluaran  OPPO, langsung saja OPP Find X diulik di sini . Eh tapi aku nggak tanggung jawab ya kalau kamu ikutan kepincut dan nggak bisa move on.

cerpen, Curahan

Alarm Hati

Ibu selalu berkata tak pantas wanita mengungkapkan rasa cinta lebih dahulu kepada pria. Meski hati wanita buncah melihat kaum adam, ia hanya patut memberi sinyal bukan meminta cinta apalagi mengemis.

“Nanti harga dirimu turun  Nduk… Kalau kamu meminta lelaki mencintamu.” Petuah almarhum si Mbok begitu jelas terdengar di telinga. Tiga bulan kepergiannya menyisakan keiklasan. Setengah tahun penuh mendampinginya di rumah sakit berjuang melawan kanker payudara mambuatku meninggalkan bangku sekolah dan ujian akhir. Lanjutkan membaca “Alarm Hati”

Curahan, Papua, Photography

Kejutan Agustus Dari Lembah Baliem

Saya yakin rejeki akan datang dari mana saja, termasuk hal-hal kecil yang mungkin terabaikan. Dan di bulan Agustus tahun ini saya mendapat kejutan sekaligus rejeki. Tak pernah menyangka foto yang terlupakan di hardisk menjadi cover majalah sebuah maskapai lalu menjawab mimpi besar, kapan ya foto hasil bidikan saya dilihat banyak orang.

Lanjutkan membaca “Kejutan Agustus Dari Lembah Baliem”

Curahan, Kepulauan Riau

Sahabat Hinterland Menebar Energi Baik di Pulau Temoyong

Sejak  mengenal mata pelajaran  ilmu pengetahuan alam  di sekolah dasar saya yakin bahwa energi itu abadi,  ia tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan oleh manusia. Namun manusia hanya dapat mengubah bentuknya dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain.

Setelah melewati kehidupan lebih dari 30 tahun saya sadar bahwa energi baik  itu menular, ia seperti sebuah wabah yang membangkitkan kepekaan hati lalu membuat manusia bergerak melakukan hal-hal positif kepada sesama manusia.

Pada awalnya saya tidak pernah tertarik untuk menjadi relawan  di bidang apapun hingga dua tahun lalu melihat program BUMN Mengajar di pulau Buluh Batam. Melalui anak perusahaannnya PT Transportasi Gas Indonesia  (TGI), beberapa dewan direksi mengajar di Sekolah Menengah Umum 11 Batam. Mereka berdiri di depan kelas untuk membagikan kisah sukses menjadi direktur. Tentu saja kisah-kisah ini menginsipirasi  murid SMA yang sebentar lagi akan memasuki jenjang pendidikan tinggi.

Arief Transaindra Kushermawan, Direktur Bisnis & Pengembangan TGI menginspirasi siswa SMAN 11 Batam di Pulau Buluh.
Arief Transaindra Kushermawan, Direktur Bisnis & Pengembangan TGI menginspirasi siswa SMAN 11 Batam di Pulau Buluh.

Terlahir di pulau kecil dengan segala keterbatasan  bukanlah halangan untuk meraih cita-cita. “Biarkan kerja kerasa dan doa yang bekerja untuk meraih cita-cita. Melalui  program CSR”, ujar Arief Transaindra Kushermawan, Direktur Bisnis & Pengembangan TGI.

CSR TGI membawa buku-buku ke pulau Buluh
CSR TGI membawa buku-buku ke pulau Buluh

CSR Departemen TGI   membedah dua perpustakaan di pulau Buluh, SD Negeri 001 Bulang  dan SMA Negeri 11 Batam. Ruangan perpustakaan dibuat nyaman dan koleksi bukunya ditambah membuat siswa betah berlama-lama di sana. Program ini juga memberikan  pelatihan manajemen perpustakaan kepada guru sehingga buku yang ada tetap terjaga dan minat baca siswa semakin meningkat.

Peresmian Perpustakaan di SMAN 11 Batam, Pulau Buluh
Peresmian Perpustakaan di SMAN 11 Batam, Pulau Buluh

Melihat semua pengalaman ini hati saya tergerak untuk menyebarkan energi baik bagi anak-anak pulau namun saya bukanlah siapa-siapa. Saya hanyalah karyawan  biasa dengan hobi menulis dan membuat video perjalanan.

Sahabat Hinterland

Sekitar sebulan yang  lalu saya mengenal Sahabat Hinterland melalui  media sosial  teman, sebuah  komunitas sosial  yang bergerak di bidang pendidikan bagi  anak-anak di daerah pinggiran (hinterland). Saat ini  komunitas yang memiliki taqline “Arungi Samudra Untuk Indonesia” fokus dengan pulau-pulau kecil di sekitar Batam namun visi ke depannya akan berkembang ke pulau-pulau lain di seluruh Indonesia.

Aksi relawan Sahabat Hinterland mengarungi samudra Indonesia
Aksi relawan Sahabat Hinterland mengarungi samudra Indonesia

Selain memotivasi anak-anak hinterland untuk meraih cita-cita, Sahabat Hinterland juga memberikan wawsan para guru yang bertugas di daerah pinggiran  untuk berkreasi dalam keterbatsan sarana prasarana. Bersama semua elemen masyarakat untuk  memperbaiki sarana dan prasarana sekolah yang ada di hinterland. Caranya beragam mulai dari donasi sampai bergotong-royong bersama.

Melalui program berkesinambungan selama 5-6 bulan, relawan  juga mengajarkan  keterampilan yang bahan bakunya  berasal dari daerah pinggiran dan memperkenalkan permainan tradisional Indonesia yang kaya dengan nilai-nilai positif seperti kejujuran dan sportivitas.

(dokpri)

Berikut beberapa program Sahabat Hinterlad yang sudah disusun :

  • Pulau Inspirasi, 11 Agustus 2018. Relawan memberikan insipirasi di depan kelas dengan membagikan pengalaman kerja dan profesi masing-masing.
  • Bedah Sekolah, 16 September 2018. Relawan  bersama  pihak sekolah dan masyarakat sekitar  memperbaiki sarana dan prasarana  sekolah.
  • Do It Yourself Kreatifitas Tanpa Batas, 20 Oktober 2018. Relawan  mengajarkan keterampilan dari bahan-bahan yang ada di sekitar pulau dan daur ulang sampah.
  • Outbond Anak Pulau, 17 November 2018. Relawan memperkenalkan aneka permainan tradisional yang memiliki nilai-nilai positif dan membangun karakter anak pulau.
  • Family Gathering, 16 Desember 2018. Relawan mengajak masyarakat untuk berkumpul melakukan aktivitas bersama seperti gotong royong agar tali silaturahmi tetap terjaga sehingga semua program bisa berlanjut.

Sahabat Hinterland berdiri tanggal 10 Maret 2018 dan kini memiliki anggota sekitar 50 relawa,  baru saja menyelesikan siklus pertama program. Ternyata kegiatan ini tidak hanya memberikan efek positif bagi warga hinterland namun juga relawan yang terjun ke lapangan. Pengalaman berharga ini membuat mereka menjadi pribadi yang  lebih bersyukur, empati dan peduli terhadap sesama. Menumbuhkan kembali  semangat gotong royong dan kebersamaan yang sudah tergerus oleh kehidupan individualis kota besar.

Langkah Pertama di Pulau Temoyong

Tanggal 11 Agustus 2018 adalah momen bersejarah saya  menjadi relawan di Sahabat Hinterland. Saya mendapat tugas untuk memberikan inspirasi di SD Negeri 002 Bulang,  Pulau Temoyong.

Bersama 10 orang relawan memulai perjalanan dari pelabuhan Sagulung Batam dengan menumpang kapal pompong (kayu) menuju pulau Temoyong. Hembusan angin pagi dan deburan ombak seolah mengiringi langkah kami untuk menebari energi baik.

Memulai perjalanan dari pelabuhan rakyat Sagulung Batam (dokpri)
Memulai perjalanan dari pelabuhan rakyat Sagulung Batam (dokpri)

Bagai prajurit yang akan berlaga di medan tempur  kami mempersiapkan amunisi  dengan sebaik-baiknya. Saya yang awalnya gundah, kini menjadi lebih percaya diri setelah pekan lalu  belajar bersama melalui simulasi kelas atau micro teaching di Universitas Internasional Batam bersama beberapa relawan yang juga praktisi di bidang pendidikan.

Sejak lima hari sebelum hari H  kami rajin bertemu dan berdiskusi mempersiapkan materi ajar yang terdiri dari 3 sesi yaitu : pengenalan 10 profesi, pengenalan profesi diri dan mengajar kerajinan. Alat peraga dibuat agar agar relawan lebih mudah mengajar di depan kelas. Beragam permainan dan ice breaking pun dipersiapkan agar siswa tidak bosan di dalam kelas.

Ice breaking di antara sesi untuk menghilangkan kebosanan (dokpri)
Ice breaking di antara sesi untuk menghilangkan kebosanan (dokpri)

Sesi pertama saya mendapat tugas   mengenalkan 10 profesi kepada siswa kelas 2 dan 3. Karena keterbatasan ruang kelas maka kelas 2 dan 3 digabung menjadi satu. Seperti kebanyakan jumlah siswa di hinterland, mereka hanya 22 orang saja tapi kok saya gugup menghadapinya.  Beruntung saya didampingi Mona yang bertugas memberikan ice breaking,  jika otak saya tiba-tiba blank di depan kelas.

Hayo siapa yang berani menjadi story teller kisah perjalanan? (dokpri)
Hayo siapa yang berani menjadi story teller kisah perjalanan? (dokpri)

Saya lebih percaya diri ketika menghadapi siswa kelas 4 dan 5 di sesi ke dua, mungkin karena materinya menceritakan profesi pribadi yang berawal dari hobi. Kali ini saya mengenalkan profesi travel blogger dan travel writer melalui alat peraga peta dan majalah. Pekerjaan  yang tugasnya jalan-jalan lalu membagikannya ke semua orang dalam bentuk tulisan. Sesekali saya mengajak mereka untuk berimajinasi tempat-tempat di dunia yang mereka akan kunjungi ketika dewasa.

Sesi ke tiga lebih terasa mengalir dan penuh  improvisasi . Pada awalnya saya  tidak berpikir untuk mengajarkan membuat vlog kepada murid kelas hingga seorang siswa bernama Januar menginspirasi saya. Anak lelaki berusia 11 tahun ini bercita-cita menjadi seorang vlogger.

Bayangkan anak dari daerah pinggiran memiliki keinginan yang tak lazim dibandingkan teman-teman di lingkungannya. Namun tidak ada yang tak mungkin untuk sebuah cita-cita dan impian. Kita sebagai orang tua harus mendukung dan mengarahkannya agar cita-citanya terwujud.

Serunya bersama membuat vlog bersama murid kelas 6 SDN 006 Bulang (dokpri)
Serunya bersama membuat vlog bersama murid kelas 6 SDN 006 Bulang (dokpri)

Baiklah sekarang kita belajar bagaimana membuat video blog yang baik. Hal pertama yang saya ajarkan bagaimana anak-anak membuat skenario sederhana dengan menterjemahkan bahasa tutur. Video blog yang baik adalah yang memiliki konsep dan alur  cerita.

Dari mengarang tentang destinasi wisata impian akhirnya anak-anak membuat vlog traveling. Dan setiap orang dalam kelompok menjalani perannya sebagai produser, presenter dan kameraman.

Saya tidak pernah menyangka bahwa menjadi inspirator di Sahabat Hinterland  sangat menyenangkan dan kebahagiaan terbesar melihat antusias siswa mengikuti semua sesi. Rasanya hari ini tidak ada orang yang tidak bahagia di pulau Temoyong,   seolah seluruh energi baik melingkupi SDN 002 Bulang.

(dokpri)
(dokpri)

Sebelum pulang guru dan siswa berkumpul di halaman sekolah untuk  melepas kami relawan kembali ke Batam.

“Jangan sedih Adik-Adik bulan depan kami akan kembali ke sekolah untuk program sekolah.” Wajah-wajah terlihat lega dan bahagia mengetahui kami akan kembali.

Meski langkah  terasa berat meninggalkan pulau Temoyong ada keringanan di hati bisa berbagi  sesuatu kepada anak-anak di sini. Berbagi itu tidak harus berupa materi namun dengan sedikit meluangkan  waktu dan tenaga di akhir pekan menginspirasi anak-anak di daerah pinggiran.

Sepanjang perjalanan saya kembali teringat hukum kekelan energi. Hukum yang mengajarkan  bahwa jumlah energi dari sebuah sistem tertutup  tidak berubah. Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan oleh manusia, namun ia dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain.

Hayo gantungkan cita-citamu setinggi langit.(dokpri)
Hayo gantungkan cita-citamu setinggi langit.(dokpri)

Berharap energi baik yang kami sebarkan hari ini dapat berubah menjadi energi baik yang  menggerakan hati  anak-anak untuk giat belajar mengejar cita-cita. Dan kelak  anak-anak ini yang akan kembali menebarkan  kembali energi baik ini ke seluruh nusantara.

Salam Sahabat Hinterland!

Arab Saudi, TIps, Travelling

Ibadah dan Jalan-Jalan Murah Dengan Umroh Mandiri

Banyak jalan menuju China begitu juga banyak jalan menuju tanah suci (Arab). Awas Kak jangan membandingkan Arab dengan China nanti jadi bahan bully dan nyinyir netizen. Maaf saya cuma berkisah  bahwa sekarang banyak cara untuk umroh ke tanah suci dengan bujet pas-pasan.

Maksudnya? Lanjutkan membaca “Ibadah dan Jalan-Jalan Murah Dengan Umroh Mandiri”