cerpen, Curahan

Alarm Hati

Ibu selalu berkata tak pantas wanita mengungkapkan rasa cinta lebih dahulu kepada pria. Meski hati wanita buncah melihat kaum adam, ia hanya patut memberi sinyal bukan meminta cinta apalagi mengemis.

“Nanti harga dirimu turunĀ  Nduk… Kalau kamu meminta lelaki mencintamu.” Petuah almarhum si Mbok begitu jelas terdengar di telinga. Tiga bulan kepergiannya menyisakan keiklasan. Setengah tahun penuh mendampinginya di rumah sakit berjuang melawan kanker payudara mambuatku meninggalkan bangku sekolah dan ujian akhir. Lanjutkan membaca “Alarm Hati”