Jalan2Cuap2 – Mungkin tak banyak orang yang tahu Team Lab merupakan perusahaan yang bermarkas di Jepang yang terdiri dari para ultra teknolog dunia yang melahirkan karya seni spektakuler yang belum pernah ada sebelumnya.
Team Lab bekerjasama dengan ArtScience Museum Singapura menyajikan hiburan bertajuk Where Art Meets Science. Penasaran dengan karya Team Lab, saksikan saja video berikut.
Impian menjelajah ruang angkasa dan alam semesta tanpa batas sudah diidamkan manusia sejak jaman batu. Dan imaji itu semakin kuat tak kala serial Star Track karya Gene Roddenberry tayang perdana di televisi tahun 1966.
Bukan kebetulan jika pada 19 Februari 1986 Rusia mampu menempatkan modul di stasiun ruang angkasa bernama Mir. Menjadi tempat tinggal kosmonot dari Timur dan astronot dari Barat selama 15 tahun. Lebih 30 tahun Rusia berambisi mengalahkan Amerika dengan membangun satu stasiun di ruang angkasa yang bisa dihuni. Lanjutkan membaca “Artefak Penjelajah Angkasa di ArtScience Museum Singapura”
“Libur akhir tahun telah tiba. Kamu diajak jalan-jalan kemana dengan Mama dan Papa?”
“Aku sih cuma belajar snow boarding di Singapura?”
“Idih kalau mau tipu-tipu belajar geografi dulu keles. Dari jaman batu yang namanya Singapura nggak ada winter. Jadi nggak mungkinlah main snow boarding.”
“Duh Kak , aku sudah lelah berdebat. Itu yang di facebook aja nggak kelar-kelar debatnya.”
Kamu fans berat super hero komik Marvel seperti Captain America, Ironman, Ant Man dan kawan-kawan? Saatnya mewujudkan imajinasi mu menjadi kenyataan dengan mengulik laboratorium dan misi superhero Avenger. Lanjutkan membaca “[Video]Avenger Station Singapura”
Jarak Batam-Singapura memang hanya sepelemparan kancut. Tapi kancut siapa yang mau dilempar-lempar? Abaikan soal kancut. Saya mau membahas beberapa mitos yang membuat orang Batam enggan menyebrang ke Singapura dan mitos lainnya yang kadang bikin senyum-senyum *sambil kudungan kancut*.
Tidak mau ke Singapura karena beberapa mitos yang kadang bikin gentar. Seperti teman saya yang lahir dan besar di Batam serta pernah punya paspor tapi katanya belum pernah ke Singapura. Saya sempat berpikir kalau dia phobia tapi hobinya memancing. Lanjutkan membaca “Mitos dan Kenyataan Menyebrang Singapura Via Batam”
Kadang rasa penasaran lebih dan kepo membawa pengalaman perjalanan tak terduga. Saya tidak pernah tahu kalau tiket navy at vivo , pameran kapal perang marinir Singapura hanya untuk warga negara dan permanent resident Singapura.
RSS Tenacious, kapal perang produksi tahun 2008 milik angkatan laut Singapura terpakir gagah di Harbour Front . Dari lantai empat mall Vivo City terlihat helikopter Sikorsky S-70B terpakir di buritan kapal.
Kehadiran kapal dengan panjang 114,8 meter menggenapi pemandangan sibuk perairan selatan Singapura. Bersama kapal pesiar dan beberapa kapal penumpang kecil memenuhi dermaga depan Vivo City hingga depan pulau Sentosa.
Awalnya saya tidak tahu kalau RSS Tenacious yang terpakir di Harbourfront bagian dari gelaran Navy at Vivo. Merupakan pameran militer yang bertujuan memperkenalkan angkatan laut kepada masyarakat.
Gelaran yang berlangsung dari tanggal 24-26 Juli 2016 tidak hanya memamerkan kapal siluman dan helikopter tapi juga perlengkapan marinir lainnya, seperti simulasi 3D kapal selam dan pengenalan senjata.
Penasaran dengan kapal yang pernah terlibat operasi anti-pembajakan di Teluk Aden pada tahun 2014. Sayapun bergabung ke dalam antrian dengan masyarakat namun akhirnya niat saya tertunda karena tidak memilik tiket.
Singkat cerita , akhirnya saya mendapat tiket masuk gratis dari seorang petugas pameran di dalam mall. Jujur, awalnya agak takut dengan patugas berpakaian loreng. Dari cerita beberapa teman yang pernah menjadi pendatang haram di Negeri Singa, angkatan laut Singapura cukup kejam (bahasa lainnya: tegas).
“Mereka nggak maen tangkep Bang, tapi langsung pecut”, kisah teman yang pernah menjadi pendatang haram.
Ngga kebayang deh kalo dipecut rame-rame dengan mas-mas marinir ini.Lalu di… Ah sudahlah, nggak kuat bayanginnya 😦 .
melihat kapal perang dari lantai 4 Vivo city
Pemeriksaan masuk ke dalam kapal sangat ketat, teman saya harus melepas ikat pinggang. Untung saya gendut jadi nggak punya pinggang 😀 . *pasang muka lugu*
Peralatan lenong saya, beberapa kamera dan gadget harus diurai serta hermes kesayangan dipindai. Sepertinya beberapa petugas tahu kalau saya agak gugup dan mereka mencoba mencairkan suasana dengan tersenyum ramah.
Tapi sumpah aslinya ini jantung rasanya cenat-cenut disenyumin gitu…
“Jaga attitude Danan! Mencoba mengingatkan diri sambil berjalan pelan melintasi jembatan ke atas kapal dengan anggun. (ya musti anggun ini yang dibawa Hermes)
pemandangan lengkap HarboourFornt, ada kapa perang dan pesiar
Demi alasan keamanan pengunjung tidak perkenankan mengenakan sendal jepit dan high hells. Dan wanita dilarang mengenakan rok mini atau dress menjuntai panjang ala-ala Syahrini. La iyalah ini kapal perang bukan catwalk. Salah jalan dan melangkah bisa kepeleset lalu nyungsep ke laut.
aku dapat tiket gratis dari kakak marinir cantik yang kunciran di belakang
Begitu sampai di buritan kapal langsung terpesona dengan Sikorsky S-70B , helikopter buatan Amerikan yang menjadi primadona pengunjung. Kebetulan pengunjung diijinkan untuk naik ke dalam pesawat dan berfoto. Tapi karena antrian cukup panjang, saya cukup melihat dari kejauhan.
cobain jadi supir helikopterjam berkunjung kapal dan larangannya
Puas berfoto di buritan kapal sayapun melangkah masuk ke dalam kapal namun petugas melarang. Tidak semua bagian kapal dapat dimasuki tema. Sepertinya penumpang dengan tiket khusus yang diijinkan masuk. Tiket hanya bisa didapatkan secara online beberapa hari sebelum pameran dimulai.
Dan setelah membaca syarat dan ketentuan ternyata tiket hanya untuk warga negara Singapura dan permanent resident. Duh jadi malu. Berasa jadi pengunjung haram di sini. Pantas setelah tengok kanan kiri tidak ada turis asing yang naik ke atas kapal.
selfie masih boleh di sini 😀
Negara Singapura memiliki beberapa kapal perang sejenis untuk menjaga perairan dari gangguan. Dan satu yang menjadi bahan renungan. Di dalam mall saya mendengar dengan bangganya anggota marinir menjelaskan kepada murid SD bahwa Singapura negeri bahari.
Lalu kenapa kita tidak bangga dengan lautan lebih luas , indah dan kaya. Mungkin karena kita terlalu lama didoktrin sebagai negara agraris. Padahal kalau dipikir-pikir luas lautan dua pertiga total wilayah negara dan hasil pertanian masih impor.
Ya udah deh nanti bilang ke Bu Susi untuk beli lagi kapal model ini dan disuruh parkir di ujung-ujung nusantara. Biar makin bangga melindungi wilayah NKRI sebagai negeri bahari. 😀
helikopter Sikorsky S-70Bseumur hidup baru sekali lihat kapal perang mejeng di depan mall
Tulisan ini tayang di Batam Pos tanggal 24 Juli 2016