Saya lebih banyak diam, mengamati relawan berinteraksi mengajar siswa.
Ada kerinduan , berdiri di depan kelas, bercengkrama dan berbagi kisah dengan mereka.
Namun saya menahan diri, mengamati dari jauh untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda.
Saya lebih banyak diam, mengamati relawan berinteraksi mengajar siswa.
Ada kerinduan , berdiri di depan kelas, bercengkrama dan berbagi kisah dengan mereka.
Namun saya menahan diri, mengamati dari jauh untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda.
Bagi saya kota Batam itu penuh kejutan. Setelah penghujung tahun lalu terpukau pagelaran fashion bertaraf internasional , BIFW 2014 (Batam International Fashion Week), tahun ini 2nd Nongsa Carnival. Karnaval yang dikemas apik dengan melibatkan seratus artis pendukung , dalam nuansa gala dinner yang menghadirkan 30 ikon kuliner nusantara. Lanjutkan membaca “Atraksi Nusantara di 2nd Nongsa Carnival”
14 Februari 2014 – Bagi mereka yang jomblo , tidak ada yang lebih kelabu dibandingkan menyaksikan pasangan mesra merah jambu. Namun bagi saya , kelabu itu menyaksikan langit abu-abu ketika menjejakan kaki di Pekanbaru.
“Perjalanan menjelajah Sumatra tidak akan luar biasa tanpa langit biru”, bergumam sembari menggenggam kamera.
Jalan-jalan sendirian, menginaplah di hostel, asal kamu ramah , baik hati dan tidak sombong , dijamin bakal dapat banyak teman jalan. Kalau beruntung bisa jadian , apes-apesnya jadi teman bobo aja *Eeh*. Kan tidurnya berjamaah, jadi banyak yang nemenin bukan nenenin. Lanjutkan membaca “Shophouse – The Social Hostel”
Bagaimana rasanya jika kaki tidak menyentuh bumi. Menakutkan atau luar biasa, batin saya berujar. Dalam terawang jauh mengagumi gunung Merapi dan Singgalang dari balik jendela kabin. Tiba-tiba jantung berdegup kencang memicu denyut nadi semakin cepat. Ada rasa takut sekaligus penasaran setelah melihat ke bawah.
5 September 2015 . “Dima Bumi Dipijak Disinan Langik Dijunjung” (Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung)
Kutipan falsafah hidup menghiasi sampul depan pamflet Marantau 2015 , program Taman Warisan Melayu Singapur yang digagas komunitas Persatuan Minangkabau Singapura. Bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih mengenal budaya Minang di Kampong Gelam , berlangsung dari tanggal 17 Mei hingga 13 September 2015. Lanjutkan membaca “Belajar Minangkabau di Negeri Orang”
Single itu pilihan, jomblo itu takdir sedangkan jablai itu ujian. Semakin ke sini banyak teman kerja yang nasibnya men-jablai (jarang dibelai). Aku nggak tahu ini kutukan apa kutekan *ngecat kuku*. Tercatat setidaknya ada lima orang di kantor berstatus jomblo permanen dan temporer. Ada yang ditinggal suami bertugas dan yang paling banyak meninggalkan istri . Tapi paling epik , ditinggal istri mudik yang keterima PNS di kampungnya, nun jauh di Nias. *nangis*
Karena merasa senasib, om-om jablai akhirnya sering kumpul bareng, mulai dari karaoke, nonton , sampai akhirnya terbersit keinginan membuat gank Omjay, Om jablai. Lanjutkan membaca “Omjay Trip – Bintan One Day”
Malam panjang datang menjelang, bukan berarti mereka yang belum menemukan pasangan pantang bahagia. Bahagia tak harus berdua, bisa saja sendiri atau beramai-ramai, bersama menikmati malam panjang dengan barbeque. Lanjutkan membaca “Saturday Night , Beach & Barbeque”