Aceh - Bumi Serambi Mekah Nan Elok, Travelling

Banyak Island Trip (part 2): Transit di Pulau Balai

merapat di Pulau Balai
merapat di Pulau Balai

Tepat pukul 12:00 siang kami berenam menjejakan diri di Pulau Balai. Sebuah pulau kecil berpenduduk di kawasan Kepulauan Banyak. Melalui sebuah dermaga kecil yang berada di sisi timur kami berjalan menuju permukiman penduduk.  Wilayah pemerintahan pulau ini dibagi menjadi dua yaitu Desa Pulau Balai dan Desa Pulau Baguk. Beragam fasilitas umum di pulau ini cukup bisa dikatakan memadai untuk ukuran pulau kecil di luar sumatra. Terdapat beberapa warung makan dan penginapan murah (homestay). Lanjutkan membaca “Banyak Island Trip (part 2): Transit di Pulau Balai”

Aceh - Bumi Serambi Mekah Nan Elok, Travelling

Banyak Islands Trip (part 1): Sevice First Pay Next

Keramba di Pulau Balai
Pulau Banyak

Aceh lagi?. Itulah pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Ibu ketika berpamitan ingin ke melakukan perjalanan menuju Kepulauan Banyak, Aceh Singkil. Karena bulan Desember tahun lalu saya baru saja melakukan menjelajah Bumi Serambi Mekah. Kalau dilihat dari geografisnya Kabupaten Singkil terletak di barat daya propinsi Nangro Aceh Darusalam dan berbatasan langsung dengan Propinsi Sumatra Utara.

Lanjutkan membaca “Banyak Islands Trip (part 1): Sevice First Pay Next”

Curahan

Kebahagiaan “Inside Me”

http://video.rutube.ru/082ce8333dee1d6211bd93260ee310be

Judulnya sok bule ya? Kebahagiaan Inside me. Sebetulnya ini bukan ajang curhat atau mencurahkan rasa galau. Tapi lebih menyikapi kondisi kehidupan yang terkadang ga selalu bikin bahagia. Hampir dua minggu menerima kabar yang tidak bikin bahagia dan mood menurun. Sehingga produktivitas menurun-waktu dihabiskan untuk menggalau dan mencari pelarian. Untung bukan kawin lari atau lari dari kenyataan . Hanya kembali berkelana di dunia maya mencari teman yang bisa diajak ketawa-ketiwi atau bertukar pikiran -tapi tidak dalam konteks yang serius. Akhirnya mangkal di sebuah forum, berbalas status dan ngejunk. Dan ternyata bikin happy daripada membahas masalah dan membicarakan keburukan orang lain yang ga ada habisnya . Karena memang buruk atau memang kondisi dan suasananya yang benar-benar buruk. Lanjutkan membaca “Kebahagiaan “Inside Me””

jejakubikel, Kisah Kehidupan

Dosa?

Bergelayut mendung di ujung barat, menutup mentari yang akan terlelap. Aku terjaga dalam satu pandangan lelaki di sudut gerbong kereta. Tiba-tiba rasa lelah ini menghilang, mengurai rasa berbunga. Matanya, hidungnya , tatapannya begitu tajam aku tak mampu memandanganya langsung. Kulirik dari sudut mata dengan keberanian sang pecundang. Sejenak pandangan kami beradu. Aku tergagap dalam rasa malu. Terdunduk dalam rasa yang tak pernah aku tahu. Inikah cinta atau sebatas buaian pesona. Lanjutkan membaca “Dosa?”

jejakubikel, Kisah Kehidupan

Jiwa dan Raga

Jiwa dan Raga berjanji di depan altar . Bumi dan langit ikut bahagia menyaksikan kelahiran cinta anak manusia. Guratan janji sehidup semati terpatri di antara jari dalam lingkaran emas . Raga menyerahkan kehidupan pada lelaki yang mencintainya. Sebuah ciuman mengawali perjalanan kehidupan Jiwa dan Raga. Tanpa pesta, hanya sebuah ikrar suci antara Jiwa, Raga dan Tuhan.

Lanjutkan membaca “Jiwa dan Raga”

jejakubikel, Kisah Kehidupan

Kearab-araban

Paijo tersenyum sumringah. Harinya tambah bergairah setelah Inahistrinya mengirimkan uang. Tepat tiga tahun yang lalu Inah berangkat ke Arab Saudi menjadi TKW. Dan semenjak itu kehidupan Paijo berubah total. Handphone model terbaru terselip gagah dipinggangnya. Pekerjaannya sebagai buruh tani ditinggalkan, kini berganti sebagai tukang ojek. Tentu dengan motor jepang paling mutakhir dan keluaran terakhir.

Lanjutkan membaca “Kearab-araban”

jejakubikel, Kisah Kehidupan

Warga Negara Indonesia

27 Januari 1990. Aku terkulai lemas di kamar Akong. Suhu badankumeninggi, aku meringkuk di dalam selimut kedinginan.

“Loe demam?” Tangan Cik Wati mendarat kasar di keningku. Aku terdiampasrah tanpa bisa mengeluh.

“Ah bo’ong loe. Pasti semalem kebanyakan minum arak . Cici kan udah bilang. Ga usah coba-coba minum arak. Lagian loe masih di bawah umur. Belon tujuh belas.” Cerocosnya tanpa henti. Suaranya menggema kuat membangunkan seisi rumah.

Lanjutkan membaca “Warga Negara Indonesia”