jejakubikel Kisah Kehidupan

Tarian Enggang

Menari-nari lincah di udara bagai burung enggang kasmaran. Aku jatuh cinta.

***

“Mbok… berapa kali lagi aku harus menjalani ritual ini?”Air kembang tujuh rupa  mengguyur tubuhku. Berlahan aroma wewangian bunga setaman menyeruak masuk ke dalam relung kalbu asmaraku. Bagai terbangun dari mimpi panjang.

“Eling nduk… eling.”Tangan si mbok mengusap wajahku berkali-kali. Mulutnya komat-kamit membaca rapalan jawa kuno, sesekali berdoa. Antara sadar dan bingung  aku memlilih untuk diam. Seutas rajah panjang diikatkan melingkar tubuhku. Sejenak aroma klenik kemenyan mengusik jiwaku, badanku terasa lunglai lesu dan lemas.  Burung enggang ini tak mampu menari, aku berteriak-teriak kesakitan. Serasa seribu jarum menghujam tubuhku, tapi yang terpedih ketika masuk ke dalam hati. Sejenak bayangannya hilang.

***

Sepuluh tahun yang lalu ketika rasa cinta ini biasa. Aku bertemu pria tampan asal Borneo di ujung jalan. Mahasiswa semester tiga sebuah perguruan tinggi di kota Jogja dekat simpang tiga.  Senyum dan bahasa tubuhnya mengisyratkan sesuatu. Aku tahu itu cinta meskipun aku masih belia.

Tak kusangka dia menyambangi joglo kami , dengan keberanian menghadap Romo dan melamarku. Tentu saja Romo  dan si Mbok marah besar karena usiaku belum genap delapan belas. Dengan kasar Romo menghardik dan memaki bersama orang kampung,membuat pria itu kehilangan muka dan akhirnya pergi menghilang.

Aku hanya bisa melihat kepergiannya dari bilik kamar tapi rasa cinta ini semakin kuat. Seminggu berlalu, perasaan cinta ini jadi tak biasa. Bayangan wajah itu selalu muncul, suaranya selalu terdengar di telingaku. Akut tidak dapat berpikir. Ribuan kupu-kupu hinggap di kepalaku kemudian berubah menjadi rasa sakit yang luar biasa. Aku hanya bisa menangis meratapi rasa sakit dan kepergiannya.

***

Aku kembali menari-nari bagai burung enggang lalu hinggap di dahan pohon. Menunggu sang kekasih.

“Mbok ini cinta… bukan guna-guna atau pelet.” Aku tersenyum di antara mimpi dan ilusi.

3 komentar

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.