Kearab-araban

Paijo tersenyum sumringah. Harinya tambah bergairah setelah Inahistrinya mengirimkan uang. Tepat tiga tahun yang lalu Inah berangkat ke Arab Saudi menjadi TKW. Dan semenjak itu kehidupan Paijo berubah total. Handphone model terbaru terselip gagah dipinggangnya. Pekerjaannya sebagai buruh tani ditinggalkan, kini berganti sebagai tukang ojek. Tentu dengan motor jepang paling mutakhir dan keluaran terakhir.


Tak puas-puas Paijo memuji dirinya di dalam hati. Betapa beruntung dia beristrikan wanita cantik yang bekerja di luar negeri. Wanita dari kampung tapi bisa go internasional. Foto Inah  di Arab Saudi pun terpampang indah di ruang tamu.
Paijo dan Inah pun menjadi kebanggaan keluarga dan  simbol kesuksesan orang-orang di kampungnya. Semua orang ingin menjadi seperti Inah. Kerja di luar negeri dan dalam sekejap bisa berubah nasibnya. Mereka pun berbondong-bondong datang ke rumah Paijo menanyakan apa rahasia kesuksesan Inah. Karena tidak semua mereka yang berangkat ke Arab seberuntung Inah. Dengan bijaksana Paijo menjawak kuncinya adalah “keiklasan”. Keiklasan melepas istri untuk mencari rezeki sebanyak-banyaknya.

Kabar Inah pulang dari Arab menyebar ke semua penjuru kampung. Orang-orang ingin melihat mantan primadona desa yang kini sukses menjadi pahlawan devisa. Segenap penduduk kampung tumpah ruah di halaman rumah Paijo yang kini mirip balai desa. Gubuk berdinding gedhek berubah menjadi bangunan permanen dengan pendopo luas. Pesta penyambutan dan syukuran Inah digelar tiga hari, tiga malam. Untuk memberikan suasana spesial semua jamuan bertemakan arab. Dari nasi samin, kebab, gulai kambing, maksi sampai kurma dan kacang arab tersaji lengkap. Semua yang datangpun kebagian oleh-oleh khas arab layaknya orang pulang haji.

Inah sangat terkejut dengan pesta penyambutan luar biasa. Dari mana suaminya bisa mendapatkan uang sebanyak ini. Dengan lugu Paijo bercerita, uang untuk membeli sawah dihabiskan untuk menjamu orang sekampung. Ada rasa kegetiran di hati Inah, atas prilaku suaminya. Tapi dia tak ingin merusak suasana indah. Pertemuan setelah
bertahun-tahun terpisah jauh dari suami dan sanak saudara.

***

Tiga bulan kemudian. Paijo tersenyum bangga. Di sampingnya tertidur Inah sambil mendekap bayi. Istrinya baru saja melahirkan bayi laki-laki. Hidungnya mancung, bulu dan alis matanya lebat.  Dengan seksama Paijo memandang buah hatinya. Dalam hati ia berkata, tidak ada di keluarganya yang setampan ini. Inah memang hebat, selain pandai mencari uang dia juga pandai memperbaiki keturunan.

6 pemikiran pada “Kearab-araban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s