Banyak Island Trip (part 2): Transit di Pulau Balai

merapat di Pulau Balai
merapat di Pulau Balai

Tepat pukul 12:00 siang kami berenam menjejakan diri di Pulau Balai. Sebuah pulau kecil berpenduduk di kawasan Kepulauan Banyak. Melalui sebuah dermaga kecil yang berada di sisi timur kami berjalan menuju permukiman penduduk.  Wilayah pemerintahan pulau ini dibagi menjadi dua yaitu Desa Pulau Balai dan Desa Pulau Baguk. Beragam fasilitas umum di pulau ini cukup bisa dikatakan memadai untuk ukuran pulau kecil di luar sumatra. Terdapat beberapa warung makan dan penginapan murah (homestay).

dermaga kecil
dermaga kecil
jalan menuju perkampungan
jalan menuju perkampungan

Sebuah warung di tepi pantai menjadi persinggahan kami. Setelah menelepon bang Erwin sang pemilik penginapan di Pulau Palambak Besar. Beliau baru bisa menjemput kami selepas sholat jum’at ,kira-kira pukul 13:30. Akhirnya saya dan Oki memutuskan untuk sholat jumat sambil menunggu Bang Erwin. Setelah berjalan kira-kira 3 menit kami menemukan sebuah masjid berarsitektur sederhana berwarna hijau muda. Nampaknya orang-orang di sini sudah terbiasa dengan pendatang. Penampilan kami yang tidak seperti penduduk lokal , tidak mengundang perhatian atau mendapat perhatian lebih.

masjid di Pulau Balai
masjid di Pulau Balai

Tema ceramah sholat jum’at kali ini adalah  persatuan umat islam yang dihubungkan dengan momen pilkada di Aceh yang tinggal 18 hari lagi. Sang penceramah berkali-kali mengingatkan sapapun jagoan dan partainya tetaplah mengutamakan persatuan dan kesatuan umat. Jangan mudah diadu domba dan dipecah belah. Mengingat beberapa kejadian yang terjadi menjelang pilkada di Aceh, konidisi keamanan bumi Serambi Mekah memang  agak memanas. Sayapun berharap Pulau Banyak menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk berlibur.

warung  Haji Sabar
warung Haji Sabar

Empat orang rekan kami dengan sabar menunggu di warung milil pak Haji Sabar, begitu pula dengan dua wisatawan Australia. Pasangan ini nampaknya mereka juga akan menuju pulau Palambak Besar. Sambil menunggu jemputan sayapun memesan makanan semangkuk mie instant untuk mengganjal perut. Menjelang pukul dua siang sebuah boat berbahan fiberglass menjemput kami. Di atasnya duduk seorang lelaki berperawakan sedang. Kami pikir itu bang Erwin ternyata itu rekannya yang menjemput kami.

siap berangkat lagi!
siap berangkat lagi!

Boat yang kami tumpangi mampir di sebuah bagan, oh ternyata Bang Erwin sudah menunggu di sana. Lalu dia menggantikan sang juru kemudi. Awalnya saya agak ragu , apakah kapal sekecil ini mampu membawa 9 orang termasuk juru kemudi. Tapi tak apalah, saya mencoba untuk berpikir positif.

awan putih di batas horison
awan putih di batas horison

Setelah keluar dari perairan yang dipadati kapal dan bagan, boat mulai dipacu kencang. Air laut masih berwarna kebiruan tapi pandangan menjadi lebihluas. Tampak awan berarak putih hampir menyentuh horison. Rasanya tak sabar ingin sampai ke Pulau Palambak. Bang Erwin mengatakan untuk sampau ke pulau dibutuhkan waktu sekitar 50 menit. Perjalanan panjang ini sama sekali tidak terasa, gugusan pulau kecil tampak bergerak cepat berlalu. Hempasan angin dan deburan ombak memacu adrenalin dan nyali. Pengalaman yang luar biasa.

gugusan pulau kecil
gugusan pulau kecil
pohon meranggas
pohon meranggas

Samar-samar terlihat sebuah pulau dengan hamparan pohon meranggas sisa terjangan bencana Tsunami tahun 2004. Pohon-pohon dibelaknganya tampak hijau merupakan pemandangan yang cukup kontras. Di sisi lain juga terlihat sebuah pulau berpasir putih yang hampir tenggelam. Bang Erwin bercerita paska kejadian Tsunami permukaan air laut naik sekitar beberapa puluh sentimeter. Kondisi ini juga diperparah dengan gempa di Nias menyebabkan daratan turun beberapa sentimeter. Sehingga beberapa pulau terancam tenggelam, termasuk pulau Balai sebagai salah satu pulau berpenghuni di Pulau Banyak.

Kapal masih bergerak lincah di antara gelombang, kamipun masih terkagum-kagum dengan keindahan di barat pulau Sumatra. Akan ada kah keindahan yang lebih dari ini?

 

RELATED STORIES
Sevice First Pay Next
Transit di Pulau Balai
Jejak Besar di Palambak Besar
Ngintip Cottage di Palambak Besar
Sore Hingga Malam di Palambak Besar
Pagi… Berburu Sunrise di Palambak Besar
Island Hopping sampai Hopeless

4 pemikiran pada “Banyak Island Trip (part 2): Transit di Pulau Balai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s