drama hotel yang nganu banget
Curahan, Travelling

Drama Hotel Yang Embuh Banget

Setelah pandemi banyak banget curhatan traveler yang sudah memesan kamar di aplikasi nganu, eh ternyata zonk! Hotel sudah tak bekerjasama dengan kamar dan kamu nggak dapat kamar. Deritanya cari hotel baru, padahal hari sudah malam dan high season. Cari hotel sama susahnya mencari jodoh ketika kamu sudah berusia di atas 40 tahun dengan rekening yang nggak tebal dan perut mulai membuncit. Eh!

Lanjutkan membaca “Drama Hotel Yang Embuh Banget”
Curahan, Jambi, Travelling

Pulang Yuk Pulang, Lanjut Kerja

Kata pulang menjadi begitu bermakna untukku. Setelah ibu tiada, bapak selalu bertanya ,” Dek kapan pulang”. Hatiku langsung nyes kangen rumah, kangen bapak, kangen kenangan bersama ibu.

Lanjutkan membaca “Pulang Yuk Pulang, Lanjut Kerja”
Curahan, ibu, podcast, podcast

Podcast – Gadis Madiun, Bukan Gadis Kretek

Hype Gadis Keretek dari Netflix mencuri perhatian pecinta series Indonesia, kisah yang diangkat dari novel Ratih Kumala bertajuk sama. Saya bukanlah pecinta kretek tapi hapal sekali bagaimana aroma tembakau. Bapak saya perokok tulen, mengenal rokok sejak kelas 5 sd dan baru berhenti di usia 60 tahun. Yang saya tahu, bau bapak adalah aroma kretek. Saat balita saya baru bisa tidur nyenyak saat bersandar di ketiak bapak dan mencecapi aroma ketiak campur tembakau. Tapi kali ini saya tak akan menceritakan bapak tapi ibu yang usianya kurang lebih sama dengan Rukayah, adik Dasiyah.

Lanjutkan membaca “Podcast – Gadis Madiun, Bukan Gadis Kretek”
Curahan, ibu

Bestie Untuk Bapak

Dengan bertambahnya usia, lingkaran pertemanan akan terus mengecil hingga akhirnya yang tersisa, hanya yang satu frekuensi dan memiliki ikatan kekerabatan. Bukannya anti sosial tapi dengan keterbatasan fisik dan hati saat tua, kita tak memiliki kemampuan bersosialisasi luas. Hanya keluarga dan tetangga yang menjadi teman dekat. Itu kalau punya tetangga. Jika tinggal di apartemen? Ya teman terdekat hanya keluarga dan pasangan. Seperti ibu dan bapak, setelah hidup 70 tahun lebih bersama. Sahabat paling dekat hanyalah pasangan yang setiap hari menemani.

Ini persis dengan perkataan ibu, “Pada akhirnya rasa ini (cinta dengan bapak) bukan cinta yang menggebu-gebu saat remaja. Tapi cinta seperti dengan kakak, orang tua dan sahabat.”

Hingga akhirnya ibu berpulang. Siapa yang akan menjadi Bestie bapak?

Lanjutkan membaca “Bestie Untuk Bapak”
Curahan, podcast, podcast

Podcast – Ngobrolin Centang Biru Seharga Iuran BPJS

Bagi beberapa orang mungkin judul videonya terasa menyindir, hingga sejak seminggu setelah diunggah. Tiba-tiba video ini menghilang dari laman youtube. Apakah banyak yang melapor atau isinya bertentangan dengan peraturan di youtube. Tapi karena saya anaknya rajin, unggah lagi aja. Yakinlah isi video ini nggak julid kok

Lanjutkan membaca “Podcast – Ngobrolin Centang Biru Seharga Iuran BPJS”
Hotel, podcast, Video

Podcast – Ngobrolin Hospitality : Nggak Ada Tren Baru, Kita Rindu Sebebas Dulu

Podcast blogger kali ini bakal ngobrol yang sedikit lebih serius tentang industri hospitality bersama Sumantri Endang, praktisi yang sudah 30 tahun lebih berpengalaman di industri ini. Nah buat yang kepo, dengan pemandangan kece tempat kita ngobrol santai. Langsung aja ke Gurindam Resto di lantai Santika Hotel Batam Center.

Lanjutkan membaca “Podcast – Ngobrolin Hospitality : Nggak Ada Tren Baru, Kita Rindu Sebebas Dulu”
Curahan, Jawa Barat, Lomba

Hirka Sepatu, Kulit Kaki Ayam Mengglobal

Hirka yang artinya dicintai. Inilah karya yang lahir dari cinta dan perjalananan panjang. siapa sangka di tahun 2015, Nurman Farieka Ramdany melahirkan produk sepatu cantik berbahan baku kaki kulit ayam, satu-satunya di dunia.

Sebuah bentuk cinta . Karena sesungguhnya material unik merupakan hasil riset Faturahman (ayah Nurman) lebih dari 20 tahun. Dari sini kita belajar, tak ada yang sia-sia dari kerja keras dan ketekunan. Karena Hirka memang patut dicintai, seperti cinta ayah kepada anaknya.

Lanjutkan membaca “Hirka Sepatu, Kulit Kaki Ayam Mengglobal”
Curahan, ibu

Setelah 50 Tahun Bersama

Saya tidak dapat membayangkan betapa rasa kehilangan, setelah 50 tahun bersama mengarungi bahtera rumah tangga. Akhirnya berpisah menjalani takdir masing-masing, yang satu tetap hidup, lainnya berpulang.

Itulah yang dialami bapak sekarang. Belahan jiwanya yang setia menemani tiap detik, kini sudah tak ada.

Lanjutkan membaca “Setelah 50 Tahun Bersama”