Curahan, Lomba, Travelling

Kartu Kredit Habis Terbitlah Traveloka PayLater

Hal paling menyedihkan dua tahun terakhir ini adalah tidak bisa traveling alias DRS (di rumah saja). Bayangkan saya yang konon seorang travel blogger tidak bisa traveling. Terus saya musti ngapain? Menulis ulang kisah perjalanan lama atau jalan-jalan digital dengan google map.

Karena komorbit agak khawatir ketika belum divaksin.

Meski belakangan kita bisa traveling dengan protokol kesehatan, tapi bagi saya yang komorbit tetap beresiko melakukan perjalanan sebelum vaksin. Barulah sekali staycation di hotel, tiba-tiba serangan gelombang ke dua pandemi datang menyerang membuat nyali menciut lalu kembali DRS.

Sudah mendaftar Traveloka PayLater tapi tidak pernah dipakai karena punya kartu kredit.

Tanpa berpkir dua kali, kartu kredit yang saya miliki tidak diperpanjang lagi. Dulu tujuan utama memiliki kartu sakti ini  untuk menunjang hobi jalan-jalan ke luar negeri. Begitu kartu kredit sudah terhubung dengan aplikasi Traveloka, pesan kamar atau tiket pesawat tinggal klak klik lalu akhir bulan membayar tagihan. Tapi saat pandemi kartu kredit sama sekali tidak berguna.

Galau Tanpa Kartu Kredit

Pandemi tidak hanya mengubah kehidupan tapi juga neraca keuangan setelah menjalani WFH (working from home). Saya yang dulu bisa mendapat pemasukan tambahan dari kegiatan jalan-jalan dan menulis. Saat pandemi muncul pengeluaran rekreatif untuk membunuh kejenuhan seperti bermain game online, menonton TV kabel dan berlangganan aplikasi hiburan. Efeknya tagihan listrik naik drastis karena pendingin udara dan gawai hidup seharian. Andai memiliki kartu kredit, pasti semua tagihan dan kebutuhan ini bisa ditanggulangi lebih dulu. Mau meng-apply kartu kredit baru sepertinya tidak mudah, ke luar rumah saja susah apalagi pergi ke bank.

Terbitlah  PayLater

Saya memang belum bisa  move on dari hobi jalan-jalan. Jangan salahkan jari jika masih aktif menggerayangi aplikasi Traveloka sambil berhayal dan berburu tiket pesawat murah. Tanpa sengaja jempol tangan menekan Traveloka PayLater yang secara fungsi mirip dengan kartu kredit. “Klik”.

Mencoba Traveloka PayLater saat pandemi.

Sebetulnya sudah lama mendaftar Traveloka PayLater tapi tidak memaksimalkannya karena masih punya kartu kredit. Cara mendaftarnya hanya dengan memasukan foto KTP, data pribadi dan menanti verifikasi data selama 60 menit. Jumlah limit bervariasi, saya mendapat 10 juta rupiah. Lumayan bisa untuk membayar tagihan rutin selama pandemi seperti: listrik, air telepon, TV kabel , asuransi sampai jajan-jajan manja.

Selama pandemi banyak promo TravelokaEats bahkan sampai 50%. Nikmat mana yang kau dustakan, sudah makanan diantar ke rumah, bebas ongkos kirim plus potongan harga dan bayarnya ditalangin dulu dengan Traveloka PayLater.

This image has an empty alt attribute; its file name is paylate.jpg

Tidak terasa pandemi sudah berlalu tiga bulan dan saya masih begini-begini saja. Setelah WFH waktu luang diisi dengan goleran manja di depan televisi sambil ngemil. Adakah kehidupan yang lebih berfaedah dari aktivitas di dapur, sumur dan Kasur?

Oh tentu saja. Saya menemukan beberapa aktivitas kelas online di Traveloka Xperience seperti fotografi dan membuat konten digital. Harganya cukup terjangkau dan mendapatkan potongan khusus bagi pengguna Traveloka PayLater.

This image has an empty alt attribute; its file name is traveloka-pa3.jpg
Transaksi pertama Traveloka PayLater banyak diskonnya.

Serunya lagi beberapa bulan terakhir setelah pandemi banyak seniman yang membuat konser online. Kita pelan-pelan mulai beradaptasi menemukan keasikan sendiri di rumah. Walau pandemi belum berakhir dan saya belum bisa mencari tambahan pemasukan paling tidak neraca  keuangan terbantu dengan hadirnya Traveloka PayLater, jujur guna banget.

Virtual Number PayLater

Setelah 6 bulan menggunakan PayLater, Traveloka menawarkan kenaikan  level dengan fasilitas Virtual Number Paylater yang dapat digunakan transaksi di e-comerce yang limitnya 10-40% Traveloka PayLater.

Virtual Number ini hampir sama dengan kartu kredit biasa, bedanya pembayaran dilakukan dengan aplikasi Traveloka. Pola pembayaran disesuaikan dengan bujet dan pola cicilan yang tersedia dengan bunga 2,25% hingga 4,78% setiap bulan. Tanpa perlu membayar biaya administrasi dan  tahunan.

Naik level bisa buat belanja di merchant dan limitnya naik.

Hebat ya tanpa kartu bisa melakukan pembayaran di situs e-commerce atau merchant dengan memilih “Kartu Kredit” sebagai metode pembayaran. Buka halaman PayLater Virtual Number dan lakukan aktivasi.  Salin detail Virtual Number, lalu tempelkan ke bagian metode pembayaran dan lakukan pembayaran dengan pilihan cicilan selama 12 bulan pada aplikasi Traveloka Lifestyle SuperApp. Viola kita bisa belanja online!

Limit makin naik, semakin semangat belanja.

Saya semakin bahagia karena  Traveloka PayLater dapat digunakan untuk berbelanja di platform e-commerce seperti Shopee, Bukalapak, Blibli, Jd.id, dan Lazada, serta berbagai merchant seperti Zalora, Rupa Rupa, Samsung, Sociolla, Uniqlo, H&M, Eraspace, Dectahlon, Iherb, Oriflame, Zara, Youngliving, Planet Sport, HDI, Sephora, Charles & Ketih, Bath Body Works, Hartono, dan Mapemall.

Saat pandemi seperti ini kita harus pandai meningkatkan mood diri agar tetap sehat jasmani dan rohani. Jika belanja bisa membuat bahagia, jangan ragu walau belanja online dan membayarnya dicicil 12 kali.

Traveloka PayLater Card

Usai menerima vaksin ke dua saya mulai percaya diri melakukan kegiatan di luar rumah sekalian tes ombak. Seandainya ngemall sudah aman, bolehlah staycation 1-2 hari di hotel, sebelum  melakukan perjalanan ke luar kota.

Coba staycation di Nirwana Beach Club Resort, Bintan.

Teman saya mau  tes ombak menggunakan Traveloka PayLater Card juga.  Apaan tuh Kak Traveloka PayLater Card?

Traveloka bekerjasama dengan BRI mengeluarkan Traveloka PayLater Card. Selain  tidak ada biaya bulanan dan tersembunyi. Keuntungan kartu sakti ini bisa digesek  di tempat-tempat berlogo Visa tanpa aplikasi Traveloka. Lumayan lho bunga per bulannya hanya 2%.

PayLater Card VS Traveloka PayLater.

Semakin sering digunakan membeli produk Traveloka akan banyak mendapat Traveloka Point, setiap belanja kelipatan Rp 100.000 akan mendapatkan 5 poin. Selain itu semua riwayat transaksi dapat dilihat secara  realtime melalui aplikasi Traveloka. Jadi aktivitas transaksi tetap terkendali walau rajin belanja.

Jika dibandingkan Traveloka PayLater Card ini lebih menguntungkan. Tapi  untuk mendaftarnya kamu harus mendapat undangan khusus dari Traveloka. Duh kapan ya aku dapat undangan Traveloka PayLater Card, biar jalan-jalan ke luar negeri bisa lebih tenang.

“Dan.., track record keuangan dibagusin. Perbanyak transaksi Traveloka PayLater, jangan nunggak cicilan”, teman saya menasihat sambil menunjukan Traveloka PayLater Card.

Semoga saat pandemi berakhir saya sudah punya Traveloka PayLater Card, jadi jalan-jalan ke luar negeri nggak perlu kartu kredit lagi.

Mudik Akhir Tahun

Akhirnya penghujung tahun 2021 pemerintah mengeluarkan regulasi traveling nataru (natal dan tahun baru)  lebih ramah bagi perantau. Setelah dua tahun tidak mudik, akhirnya saya bisa kembali ke tanah kelahiran di Lampung.  Berhubung rencana mudik mendadak harga tiket sudah tinggi.

Rindu itu berat tapi jangan tak dituntaskan apalagi sampai 3 tahun, nanti nasibnya mirip Bang Toyib.  Semahal apapun biaya mudik tetap tidak sebanding  dengan momen kebersamaan keluarga. Walau tidak memiliki kartu kredit tetap bisa memanjakan keluarga dengan makan di restauran dan membelikan hadiah kecil.

Foto bersama bapak, ibu dan mbak di Lampung.
Jalan-jalan dan makan-makan bersama keluarga di Lampung.

Awalnya saya berpikir bahwa Traveloka PayLater hanya digunakan untuk memesan tiket pesawat dan hotel saat jalan-jalan. Tapi ternyata banyak yang bisa dilakukan dengan Traveloka PayLater, mulai dari tagihan air, listrik, telepon, internet, asuransi, jajan manja sampai belanja bulanan. Jujur guna banget pakai PayLater terutama bagi aku yang neraca keuangan agak-agak goyah saat pandemi.

Semoga pandemi lekas berakhir, ekonomi membaik dan kita bisa sering jalan-jalan. Tapi lebih pengen punya Traveloka PayLater Card. Itu lho Kak Traveloka PayLater tapi tinggal gesek di merchant-merchant tanpa aplikasi Traveloka :).

Animasi “Kartu Kredit Habis Terbit PayLater”

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s