Kayu Aru Runaway

Perkebunan Teh Kayu Aro, Kerinci Jambi
Perkebunan Teh Kayu Aro, Kerinci Jambi

Selasa (29/05/2012). Seminggu hampir berlalu menjelajah alam sakti, Kerinci. Beberapa rencana utama seperti mendaki Gunung Tujuh tidak tercapai. Tapi tergantikan dengan spot-spot luar biasa yang tidak terduga seperti Ranah Kayu Embun, keunikan Lempur dan wisata kuliner.

Cuaca hari ini cerah banget. Kayaknya masih bisa jalan nih sebelum nanti sore berangkat pulang ke Jambi. Ternyata ide saya tidak jauh beda dengan Lilie, rekan ngesotpacker di Kerinci. Jujur aja acara ke Kayu Aro dua hari yang lalu tidak terlalu memuaskan. Maklumlah kita nebeng acara keluarga tante Lilie buat mengunjungi sanak di Kayu Aro.

Pukul 08:00 WIB tepat kita berdua melesat menuju utara dari kota Sungai Penuh. Peralatan “lenong” dua buah kamera beda agama nikon dan canon sudah dipacking dalam tas National Geographic warna ijo tua (pamer). Tujuan utama kita perkebunan tapi tujuan sampingannya, kalo nemu objek bagus langsung berhenti :p.

Kira-kira 11 kilometer pertama ide dadakan muncul. Mampir sejenak di sumber air panas Semurup. Mengingat waktu kita ga terlalu banyak, tidak sampai setengah jam perjalanan dilanjutkan. Pandangan juga fokus ke depan, kalo liat kanan kiri pasti tegoda areal persawahan membentang sepanjang perjalanan.

Sekitar pukul 09:30 sampai di Siulak Deras, spot wisata kuliner dendeng batokok. Menjelang daerah ujung ladang hawa dingin pegunungan menyeruak masuk melalui rongga pernapasan bercampur aroma kayu manis. Jalan menanjak menuju bukit hijau berkelok. Tapal batas pertama memasuki daerah perkebunan teh milik PTPN VI. Perkebunan teh dengan larik-larik rapih menuju bukit selatan, kebun kayu manis. Warna daun kemerahan berbaur dengan perdu tumbuhan teh hijau.

Perkebunan Teh dengan latar belakang Gunung Kerinci
Perkebunan Teh dengan latar belakang Gunung Kerinci

Masih ada keindahan lain menunggu kami. Kembali motor matik berpacu menuju utara. Kembali kami berhenti di seberang jalan raya milik PTPN VI. Memasuki jalan berbatu untuk memburu keindahan Gunung Kerinci berselimut awan. Ternyata kami hanya diberi kesempatan beberapa menit menikmati puncak gunung tanpa kabut putih.

pemandangan di ketinggian 1400-1600 dpl
pemandangan di ketinggian 1400-1600 dpl

Perkebunan Teh Kayu Arom tercatat sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia. Di rintis oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1925-1928 dengan mendatangkan pekerja dari pulau Jawa. Tidak heran jika penduduk Kayu Aro di dominasi etnis Jawa. Berada di ketinggian1.400 – 1.600 dpl , perkebunan tertinggi kedua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya (4.000 m dpl). Teh yang dihasilkan di sini merupakan yang terbaik di dunia, kualitas ekspor. Aroma khas dan rasa  kelat disukai penikmat teh mancanagera.

pemukiman penduduk di natara kebun teh
pemukiman penduduk di natara kebun teh

Berada di perkebunan seluas 3.020 hektar, enggan untuk  beranjak apalagi pergi. Menyusuri bukit kecil demi mendapatkan pemandangan terbaik. Tak terasa waktu menunjukan pukul 12:00 siang. Rasanya mustahil mendapatkan gambar pemetik teh. Sebab biasanya pemetik teh bekerja di bawah pukul sembilan pagi demi mendapatkan kesegaran daun teh.

mengumpulkan hasil memetik teh
mengumpulkan hasil memetik teh

Topi caping warna-warni bergerak di antara dedaunan teh. Pria dan wanita bergerak menuju satu titik sambil membawa karung besar. Pemetik teh mengumpulkan hasilnya menjelang siang hari. Di sudut lain sebuah truk menanti teh yang sudah ditimbang siap diangkut ke pabrik. Kali ini langkah kami benar-benar tertahan mengabadikan momen berharga.

mengumpulkan hasil memetik teh
benalu teh (kiri); bunga teh (kanan)

Ternyata pelarian hari ini sebelum pulang ke Jambi tidak sia-sia. Kami menarik napas lega sebagai tanda puas dan syukur atas nikmat hari ini: pemandangan indah, Gunung Kerinci, momen pemetik teh. Apa ya selanjutnya? Nanti aja deh mikirnya kita cari warung dulu. Hawa dingin benar-benar mengingatkan bahwa jam makan siang sudah lewat.

 

 

RELATED STORIES
Ikan Bakar Danau Kerinci
Si Manis Kayu Kerinci
Keramba Danau Kerinci
Makan Gulai Ikan Danau Kerinci?
Mampir di Sate Amir
Melayang di Bukit Khayangan
Hang Out Ala Sungai Penuh

Ranah Kayu Embun
Sawah, Danau dan Awan
Dendang Dendeng Batokok
Sensasi Soto Semurup
Masjid Kuno Kota Tua
Masjid Agung Pondok Tinggi
Batu Rajo
Masjid Keramat Tuo Lempur Mudik
Persawahan Lolo, Kerinci
Janji Leluhur, Danau Lingkat
Kayu Aru Runaway
Lunch Time Kayu Aru
Rainbow and Waterfall

26 Comments on “Kayu Aru Runaway

  1. Ping-balik: Cerita Perut Blogspot: Situs Informasi Kuliner Bandung Buat Pecinta … | makanenak.info

  2. Ping-balik: 14 Alasan ke Kerinci | Danan Wahyu Sumirat

  3. Ping-balik: Persawahan Lolo, Kerinci | Danan Wahyu Sumirat

  4. Ping-balik: Makan Gulai Ikan Danau Kerinci? | Danan Wahyu Sumirat

  5. Ping-balik: Keramba Danau Kerinci | Danan Wahyu Sumirat

  6. Ping-balik: Si Manis Kayu Kerinci | Danan Wahyu Sumirat

  7. Ping-balik: Tempat Perayaan Danau Kerinci | Danan Wahyu Sumirat

  8. Ping-balik: Ikan Bakar Danau Kerinci | Danan Wahyu Sumirat

  9. Ping-balik: Mampir di Sate Amir | Danan Wahyu Sumirat

  10. Ping-balik: Melayang di Bukit Khayangan | Danan Wahyu Sumirat

  11. Ping-balik: Hang Out Ala Sungai Penuh | Danan Wahyu Sumirat

  12. Ping-balik: Paralayang Khayangan Sayang Dilewatkan | Danan Wahyu Sumirat

  13. Ping-balik: Ranah Kayu Embun | Danan Wahyu Sumirat

  14. Ping-balik: Sawah, Danau dan Awan | Danan Wahyu Sumirat

  15. Ping-balik: Dendang Dendeng Batokok | Danan Wahyu Sumirat

  16. Ping-balik: Sensasi Soto Semurup | Danan Wahyu Sumirat

  17. Ping-balik: Masjid Kuno Kota Tua | Danan Wahyu Sumirat

  18. Ping-balik: Masjid Agung Pondok Tinggi | Danan Wahyu Sumirat

  19. Ping-balik: Batu Rajo | Danan Wahyu Sumirat

  20. Ping-balik: Lunch Time Kayu Aru | Danan Wahyu Sumirat

  21. Ping-balik: Masjid Keramat Tuo Lempur Mudik | Danan Wahyu Sumirat

  22. Ping-balik: Janji Leluhur, Danau Lingkat | Danan Wahyu Sumirat

  23. Ping-balik: Rainbow and Waterfall | Danan Wahyu Sumirat

  24. Ping-balik: Farewell Trip – Perjalanan Sederhana Alam Sakti | Danan Wahyu Sumirat

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: