
Masjid yang terletak di jantung kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi merupakan salah satu masjid tua di Propinsi Jambi. Menjadi ikon kota Sungai Penuh yang berpisah administratif dengan Kabupaten Kerinci pada tahun 2008. Terbukti gambar masjid beratap tiga susun ini terdapat pada logo kota Sungai Penuh.

Arsitekur Masjid Agung Pondok Tinggi dibangun mengikuti model arsitektur masjid asli Nusantara dengan ciri atap limas tumpang tiga, bagian atasnya dihiasi dengan lambang bulan sabit dan bintang. Bagi masyarakat setempat, tiga tingkat atap tersebut berkaitan dengan 3 filosofi hidup yang mereka jalankan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bapucak satu (berpucuk satu), berempe Jurai (berjurai empat), dan batingkat tigae (bertingkat tiga). Berpucuk satu melambangkan bahwa masyarakat setempat mempunyai satu kepala adat dan beriman kepada Tuhan Yang Esa (satu); berjurai empat, lambang dari 4 jurai yang terdapat di Pondok Tinggi tempat masjid dibangun; dan batingkat tiga ialah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam menjaga 3 pusaka yang telah diwariskan secara turun-temurun, yaitu pusaka tegenai, pusaka ninik mamak, dan pusaka depati.

Masjid Agung Pondok Tinggi ditopang 36 tiang penyangga. Ke 36 tiang tersebut dibagi menjadi 3 kelompok tiang, yaitu tiang panjang sembilan (tiang tuo), tiang panjang limau (panjang lima), dan tiang panjang duea (tiang panjang dua). Tiang-tiang tersebut ditata sesuai dengan ukuran, komposisi, dan letaknya masing-masing. Tiang panjang sembilan (tiang tuo) sebanyak empat buah tertata membentuk segi empat yang terletak di ruangan bagian dalam. Tiang tuo tersebut diberi paku emas untuk menolak bala, dan pada puncaknya diberi kain berwarna merah dan putih sebagai lambang kemuliaan.Untuk tiang panjang limau (panjang lima) sebanyak 8 buah tertata membentuk segi empat dan tiang-tiang ini terletak di ruangan bagian tengah. Sementara itu, tiang panjang duea (panjang dua) sebanyak 24 buah tertata membentuk segi empat dan terletak di ruangan bagian luar.

Masjid Agung Pondok Tinggi berukuran 30 x 30 meter dengan tinggi bangunan setinggi 100 kaki atau sekitar 30,5 meter dari lantai dasar hingga ke puncak atap. Dinding masjid terbuat dari kayu dan dihias dengan ukiran motif tumbuhan dan mempunyai kisi-kisi yang berfungsi sebagai ventilasi. Dilengkapi dengan berbagai hiasan motif geometris. Pada setiap sudut dinding terdapat hiasan motif sulur-suluran. Sedangkan lantai masjid terbuat dari ubin. Masjid ini mempunyai 2 buah pintu masuk berdaun ganda yang berhiaskan ukiran motif tumpal dan sulur-suluran.

Mesjid Agung Pondok Tinggi mempunyai dua beduk besar. Yang besar disebut āTabuh Laranganā. Beduk ini dibunyikan, apabila ada kejadian seperti kebakaran, banjir, dan lain-lain. Beduk besar ini berukuran : panjang 7,5 m, garis tengah bagian yang dipukul 1,15 m, dan bagian belakang 1, 10 m. Beduk yang kecil berada di luar mesjid dengan ukuran : panjang 4, 25 m, garis tengah yang dipukul (bagian depan 75 cm dan bagian belakang 69 cm). Beduk ini dibuat dari kayu yang sangat besar, ditarik beramai-ramai dari rimba, dan dilubangi bergotong-royong.
RELATED STORIES
Ikan Bakar DanauĀ Kerinci
Si Manis KayuĀ Kerinci
Keramba DanauĀ Kerinci
Makan Gulai Ikan DanauĀ Kerinci?
Mampir di SateĀ Amir
Melayang di BukitĀ Khayangan
Hang Out Ala SungaiĀ Penuh
Singgasana SangĀ Walikota
Ranah KayuĀ Embun
Sawah, Danau danĀ Awan
Dendang DendengĀ Batokok
Sensasi SotoĀ Semurup
Masjid Kuno KotaĀ Tua
Masjid Agung PondokĀ Tinggi
BatuĀ Rajo
Masjid Keramat Tuo LempurĀ Mudik
Persawahan Lolo,Ā Kerinci
Janji Leluhur, DanauĀ Lingkat
Kayu AruĀ Runaway
Lunch Time KayuĀ Aru
Rainbow andĀ Waterfall

Masjid Agung Pondok Tinggi http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1408/masjid-agung-pondok-tinggi
SukaSuka