Podcast Jalan2 Cuap2 is back! Buat kamu yang mager buat membaca apalagi menonton konten vlog (video blog). Konten Dananwahyu.com hadir dalam bentuk audio di spotify dan bisa kamu nikmati ketika beraktivitas.
Hari kemerdekaan RI selalu ditunggu oleh masyarakat di Kepulauan Riau, salah satunya adalah pulau Pemping. Wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara rutin selalu mengadakan perlombaan rutin perahu layar di hari jadi Republik Indonesia.
Varian lombanya pun beragam dari layar besar, speed hingga ketinting. Bagi saya penghobi fotografi momen ini memang sayang untuk dilewatkan. Simak keseruan perlombaan di vlog berikut.
“Ketidaksempurnaan perjalanan yang akan menyempurnakan perjalanan hidup “, seutas kalimat yang selalu menjadi “pegangan” gua ketika menghadapi drama perjalanan yang ngakak-ngikik sampai mendadak bego. Ya demi berhemat dan memaksimalkan bujet memang, perjalanan ke Pakistan kali ini harus berputar ke Malaysia – Singapura – India.
Baru akan masuk ke Malaysia dihadapkkan antrean imigrasi 3 jam penuh berdiri dan gongnya ketinggalan bus Johor – KLIA. Apakah aku sedih? Oh tentu tidak karena mental telah teruji. Sebelum perjalanan , liburan harus digeser karena pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum libur lebaran.
Maksud hari merakayan Idul Fitri di negeri Jiran, H minus satu lebaran masih bekerja dan merayakan lebaran di Batam.
Daripada banyak cerita , simak yuk travel vlog series, biar bisa mengintip drama dramanya 😀
Dulu saat sekolah di SMA , pergi ke perpustakaan adalah sebuah kegiatan rekreatif. Bayangkan saya bisa membaca komik seharian sambil tiduran di selasar anak. Eh tapi ternyata jaman now , ada perpustakaan yang koleksi bukunya jauh lebih lengkap dan nyaman . Lokasinya hanya sejengkal saja dari pulau Batam. Andai tiket feri tidak naik menjadi tiga kali lipat, tiap minggu akan menyambangi .
Library@harbourfront ternyata bisa dicicipi oleh wisatawan asing. Meski hanya membaca koleksi dan tidak bisa meminjam , tapi cukup memberikan pengalaman baru.
Hati saya gelisah ingin ke Singapura untuk Pekan Seni yang berlangsung 17- 26 Januari 2025. Bayangkan dalam 10 hari ada 100 iven seni yang dimotori oleh seniman lokal dan internasional yang dimotori oleh the National Arts Council (NAC). Sebagai penikmat seni hati saya langsung kembat kembut, apalagi banyak gelaran yang free admision alias gretong.
Tapi kan sudah lebih dari seminggu ini cuaca Batam dan Singapura random, bayangkan dalam kurun waktu seminggu sama sekali tak ada sinar matahari. Paling parah hujan seharian, dua harian eh jadi seminggu.
Ternyata jalan-jalan musim semi di Jepang itu lumayan mahal, karena bertepatan dengan orang lokal liburan yang sepanjang tahun memang menunggu musim ini untuk beraktivitas di luar ruangan, sembari pakai pakain minim. Kalau bisa cuma segaris aja bahannya… Segaris di tank top dan segari di kancut ( g string).
Harga kamar hotel tetiba naik tapi transportasi dan makan tetap kok. Cuma beberapa lokasi wisata jadi lebih rame berasa Jepangnya. Nggak ke Jepang tapi isinya orang Indonesia. Oh iya paling seru ada banyak festival, aslinya penggemar fotografi bakal jadi tempat hunting yang seru ini mah :D.
Angin utara memang bagai musuh dalam selimut, diam diam berhembus tanpa ampun membuat nelayan kalang kabut di tengah lautan. Sejak Desember sudah banyak kisah nelayan kapalnya tenggelam dan karena karena angin utara. Lalu mengapa masih ada yang nekat mengadu layar?
Ini hanya permaianan , membentang layar lalu beradu kencang itu memacu adrenalin. Meski hujan sempat mengguyur 48 jam penuh, layar warna warna akhirnya terkembang tanggal 12 Januari 2025
Tanggal 1 Januari 2025, tubuh saya yang sintal ini jatuh lepas ke dalam lautan di Selat Malaka, antara Indonesia dan Singapura. Pengen ngakak kejadiannya begitu cepat dan dramatis, sampai menghebohkan kapal kerja asing berbendera Perancis.
“Oh ini Bapak yang masuk grup kapal, jatuh ke laut?”, seorang ABK menyapa gua diperjumpaan pertama saat makan malam.