Ada yang bilang kopi itu sahabat penulis. Bersama seduhan air panas menghamburkan kafein ke tengorokan , darah , syaraf lalu otak. Mencairkan ide membeku dan membuat karya mengalir lancar . Itulah mengapa saya mencintai kopi, meski bukan penulis (hanya blogger). Namun saya tak ingin terlarut dalam filosofi (kopi) yang kadang sulit dipahami. Ya… saya memang orang awam yang tidak terlalu mengerti kopi. Hanya penikmat rasa manis kopi instant. Lanjutkan membaca “Kisah Kopi Gayo , Bukan Filosofi”
Rumah Makan Khas Melayu Riau

Makanan khas Melayu itu kaya apa sih? Mirip Minang, Aceh atau Sumtara Utara. Beruntung pas jalan ke Pekanbaru ada yang berbaik hati mentraktir makan di Rumah Makan Khas Melayu Riau. Konon di sinilah tempat merasakan cita rasa Melayu sesungguhnya. Aih kaya iklan. Lanjutkan membaca “Rumah Makan Khas Melayu Riau”
Segala Penjuru Kelagian Lunik
Turnamen Foto Perjalanan 40 – Danau

Rasaya tak pernah puas melihat keindahan danau Lot Tawar di Takengon dari waktu ke waktu. Selalu ada keinginan kembali menyambangi danau hijau kebiruan di lereng bukit barisan. Lanjutkan membaca “Turnamen Foto Perjalanan 40 – Danau”
Bandara , Pesawat dan Panorama

Mungkin terdengar sedikit norak. Gua suka banget liat bandara, terutama lapangannya. Sangking luasnya terlihat garis horison dan kalau cuaca sedang bagus langitnya cantik banget. Tapi sayang area ini tertutup untuk umum, penumpang diperkenankan lewat jika ada kepentingan. Lanjutkan membaca “Bandara , Pesawat dan Panorama”
Why We Love Padangnesse Food

Ketika kecil saya selalu excited ketika diajak makan rumah makan Padang. Bagi anak umur lima tahun restoran Padang bukan tempat menuntaskan rasa lapar tapi menyaksikan atraksi luar biasa. Melihat hebatnya pelayan membawa belasan piring dengan dua tangan. Wow sulap! Lanjutkan membaca “Why We Love Padangnesse Food”
Tanjak Raksasa Bumi Lancang Kuning

Selembayung mencuat di sebelah kiri gedung berbentuk tanjak raksasa di bumi Lancang Kuning. Tanjak merupakan topi yang biasa dikenakan kaum lelaki Melayu. Sedangkan selembayung , ornamen atap khas rumah Melayu.
Cingkuak dan Harta Karun Pesisir Selatan

Cingkuak, meski namanya tidak sepopuler Cubadak atau Sikuai, pulau di pesisir selatan Sumatra Barat ini mulai dilirik wisatawan . Menurut Rico – backapcaker asal Padang – Cingkuak menjadi destinasi alternatif setelah Padang dan Bukittinggi. Tidak mengherankan pemda merestorasi sejumlah prasarana pantai Carocok berjarak 500 meter dari pulau Cingkuak.
Lanjutkan membaca “Cingkuak dan Harta Karun Pesisir Selatan”

