
Tuhan terkadang tak memberikan banyak pilihan kepada manusia. Di sinilah keiklasan manusia diuji, apakah kita mampu menghadapi tanpa mengeluh atau semakin menggila.
Aku cuma mau woro-woro , ada jalan-jalan gratis ke Sumba bareng Hivos. Dengerin yuk jalan2cuap2

Dua hal yang bikin merana anak kos di bulan Ramdadhan, minus makanan enak dan makan sendiri ~ anak kos jomblo tepatnya~. Tapi beruntung anak kampus di kawasan Ulak Karang, Padang , Sumatra Barat. Ada rumah makan murah meriah menawarkan kelezatan di lidah , hati dan perut, bernama Ajo Paris. Lanjutkan membaca “Ajo Paris – Menu Bukber Anak Kos”

Delapan balok kayu mengangguk bergantian menandaskan biji kopi sangrai, dari butiran hitam menjadi remah-remah. Dua lelaki cekatan menggoyang ayakan logam berkilat-kilat. Bubuk kopi berjatuhan membentuk gundukan kecil di lantai. Suara gemericik air dan ritmis kayu bertumbukan menghipnotis bersama aroma kopi di pagi hari.

Perjalanan 15 hari Terios 7-Wonders Sumatra Coffee Paradise menjelajah bumi Andalas membumbungkan angan untuk menyambangi dua tempat penghasil kopi di ujung Sumatra. Liwa dan Takengon , kota-kota di sisi selatan dan utara pulau Sumatra serupa tak sama. Berada di gugusan bukit barisan berhawa sejuk namun memiliki cita rasa kopi berbeda, robusta dan arabika. Lanjutkan membaca “[7 Wonders] Napak Tilas 7 Wonders – Kopi Ujung-ujung Sumatra”

Kami adalah lelaki , meski kaum feminis menyatakan tak ada perbedaan hak dan kewajiban antara pria dan wanita, namun rasa superior itu ada. Tantangan bersama segenggam adrenalin menunjukan siapa kami sebenarnya. Jadi jangan tanya mengapa lelaki suka berpetualang untuk menjadi yang “ter”.

“Kamu beneran backpacker kalo off duty?” Tanya teman kerja penuh selidik.
“Iyah…”
“Aneh ya , jalan-jalan gembel kok tetep gendut.”
Sleb… Rasanya sebuah anak panah langsung menohok jantung dan bikin gua terdiam sesaat sambil mikir bahan omongan untuk ngeles.
“Hmmm… Gembel kan bukan berarti nggak makan?” Bertanya penuh retorika sembari mencoba mencabut anak panah yang tertancap dalam.
“Bukan itu maksud gue. Nggak repot ya perut gendut sambil gendong ransel ditambah lagi jalan kaki kemana-mana?” Kali ini rasanya dada berkali kali tertusuk anak panah. -diem nangis dipojokan-.