Travel Blogger yang tergoda membuat video narasi bertajuk Jalan2Cuap2. Sekarang lebih sering piknik cantik mengulik hotel dan tempat makan, dibandingkan backpacking ekstrim.
Mau tempat makan atau hotel kamu direview dengan foto dan video ciamik? Hubungi saya :D.
Pakaian dan riasan warna-warna menghadirkan kemeriahan. Gerak polah para penampil mengundang decak kagum hingga gelak tawa. Namun ada kisah tak terujar dari balik panggung parade.
Beridri terpaku di lobi bergaya joglo dalam aura tradisional tropis. Mata menatap bentangan cakrawala biru jauh di sana. Namun hati dan pikiran terpaut pada dua nama , sangat Indonesia.
“Riani atau Tirta, mas?” Suara wanita di depan saya membangunkan lamunan.
“Dua-duanya bisa?” ~ ish aku serakah, tapi bukan pengen threesom ya~
“Baiklah, saya antar dulu untuk melihat, biar nanti Mas yang memutuskan.” Senyumnya penuh isyarat mengiringi langkah. Ah aku jadi penasaran.
Resort yang satu ini berada di utara pulau Batam tepatnya di daerah Nongsa. Dengan menggunakan speed boat Hanya 35 menit dari pelabuhan Ferry Tanah Merah Singapura. Nggak heran mayoritas tamunya dari negeri tetangga.
Bagai menuai memipi, AirAsia menjauhkan sejenak dari hiruk pikuk kota Jakarta. Ini bukan perjalanan luar biasa, namun menyadarkan bahwa ada dunia lain di luar sana selain memandang layar komputer dan terjebak kemacetan berjam-jam. Lanjutkan membaca “Pengalaman Pertama AirAsia , Kelana Candi”
Lunch time! Usai upacara bendera Hari Kemerdekaan RI ke 69 tiba-tiba kangen masakan tradisional Indonesia. Berhubung nggak ada lomba 17-an di kantor langsung kabur ke Taming Sari Cafe di Turi Beach Resort, Batam. Lanjutkan membaca “Kuliner Tradisional di Hari Merdeka”
Lagu Tanduk Majeng rancak dibawakan kelompok musik gaul Joko Kendil. Tabuhan gamelan berpadu laras dengan beragam alat musik tabuh; gendang , beduk bahkan ember bekas. Kerangka mobil bekas diubah menjadi panggung bergerak, penuh hiasan gunungan dan ukiran warna-warni. Layaknya pagelaran musik pertunjukan seni tradisional terlihat meriah mengundang antusias warga.
penampakan Natar (kampung halaman) dari atas pesawat
Aroma mudik kembali menyeruak sejak H-2 lebaran, menghamburkan lalu lalang manusia di bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan. Kini saya terseret menjadi bagian dari mereka, mendorong troli besar berisi oleh-oleh untuk sanak saudara di kampung. Berhimpitan mengantri di loket tanpa tata krama lalu menyelonong masuk memotong garis.
Pasti pada mau protes, judulnya ayam kampung kok gambarnya kwetiau siram. Maaf bro, awalnya juga nggak tahu kalau menu andalan rumah makan Tua Poh Tie adalah ayam kampus, kampung. Lanjutkan membaca “Ayam Kampung Tua Poh Tie”