Curahan

Kisah Mudik – Kembali Ke Kampung Bersama Ibu Setelah 30 Tahun

Rindu itu datangya tidak tiba-tiba, ia bagai tetesan air  yang jatuh membasahi tanah  lalu  berkumpul  menjadi  genangan. Pelan-pelan menghadirkan pantulan kenangan masa lalu. Jika waktunya tiba-tiba  kamu ingin merengkuhnya, bertemu mereka yang pernah hadir di masa lalu untuk  membasuh rasa.

Ramadan ke 5 ibu bertutur tiba-tiba hatinya  rindu teman masa kecilnya 30 tahun lalu dan sanak saudara di Madiun yang ia kunjungi 13 tahun lalu. Sebagai perantau, hati kami memang terbiasa menawar rasa rindu. Namun kali ini ibu tak kuasa menahannnya lalu terujar sebuah permintaan. “Ibu ingin mudik ke Madiun lho  Tong.”

Lanjutkan membaca “Kisah Mudik – Kembali Ke Kampung Bersama Ibu Setelah 30 Tahun”

Curahan

Mudik, Rindu Rumah

penampakan Natar (kampung halaman) dari atas pesawat
penampakan Natar (kampung halaman) dari atas pesawat

Aroma mudik kembali menyeruak sejak H-2 lebaran, menghamburkan lalu lalang manusia di bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan. Kini saya terseret menjadi bagian dari mereka, mendorong troli besar berisi oleh-oleh untuk sanak saudara di kampung.  Berhimpitan mengantri di loket  tanpa tata krama lalu menyelonong masuk memotong garis.

Lanjutkan membaca “Mudik, Rindu Rumah”