Sanur merupakan kawasan turistik pulau Bali dan kebanyakan orang berasumsi agak sulit mencari hotel dengan nuansa tenang dan homey. Tapi tunggu dulu, simak video pengalaman saya menginap di The Oasis Lagoon Sanur Hotel. Lanjutkan membaca “[Video] Experience Stay at The Oasis Lagoon Sanur”
Kategori: Travelling
Navy at Vivo – Kapal Perang di Mall Pelabuhan Singapura
RSS Tenacious, kapal perang produksi tahun 2008 milik angkatan laut Singapura terpakir gagah di Harbour Front . Dari lantai empat mall Vivo City terlihat helikopter Sikorsky S-70B terpakir di buritan kapal.
Kehadiran kapal dengan panjang 114,8 meter menggenapi pemandangan sibuk perairan selatan Singapura. Bersama kapal pesiar dan beberapa kapal penumpang kecil memenuhi dermaga depan Vivo City hingga depan pulau Sentosa.
Awalnya saya tidak tahu kalau RSS Tenacious yang terpakir di Harbourfront bagian dari gelaran Navy at Vivo. Merupakan pameran militer yang bertujuan memperkenalkan angkatan laut kepada masyarakat.
Gelaran yang berlangsung dari tanggal 24-26 Juli 2016 tidak hanya memamerkan kapal siluman dan helikopter tapi juga perlengkapan marinir lainnya, seperti simulasi 3D kapal selam dan pengenalan senjata.
Penasaran dengan kapal yang pernah terlibat operasi anti-pembajakan di Teluk Aden pada tahun 2014. Sayapun bergabung ke dalam antrian dengan masyarakat namun akhirnya niat saya tertunda karena tidak memilik tiket.
Singkat cerita , akhirnya saya mendapat tiket masuk gratis dari seorang petugas pameran di dalam mall. Jujur, awalnya agak takut dengan patugas berpakaian loreng. Dari cerita beberapa teman yang pernah menjadi pendatang haram di Negeri Singa, angkatan laut Singapura cukup kejam (bahasa lainnya: tegas).
“Mereka nggak maen tangkep Bang, tapi langsung pecut”, kisah teman yang pernah menjadi pendatang haram.
Ngga kebayang deh kalo dipecut rame-rame dengan mas-mas marinir ini.Lalu di… Ah sudahlah, nggak kuat bayanginnya 😦 .

Pemeriksaan masuk ke dalam kapal sangat ketat, teman saya harus melepas ikat pinggang. Untung saya gendut jadi nggak punya pinggang 😀 . *pasang muka lugu*
Peralatan lenong saya, beberapa kamera dan gadget harus diurai serta hermes kesayangan dipindai. Sepertinya beberapa petugas tahu kalau saya agak gugup dan mereka mencoba mencairkan suasana dengan tersenyum ramah.
Tapi sumpah aslinya ini jantung rasanya cenat-cenut disenyumin gitu…
“Jaga attitude Danan! Mencoba mengingatkan diri sambil berjalan pelan melintasi jembatan ke atas kapal dengan anggun. (ya musti anggun ini yang dibawa Hermes)

Demi alasan keamanan pengunjung tidak perkenankan mengenakan sendal jepit dan high hells. Dan wanita dilarang mengenakan rok mini atau dress menjuntai panjang ala-ala Syahrini. La iyalah ini kapal perang bukan catwalk. Salah jalan dan melangkah bisa kepeleset lalu nyungsep ke laut.

Begitu sampai di buritan kapal langsung terpesona dengan Sikorsky S-70B , helikopter buatan Amerikan yang menjadi primadona pengunjung. Kebetulan pengunjung diijinkan untuk naik ke dalam pesawat dan berfoto. Tapi karena antrian cukup panjang, saya cukup melihat dari kejauhan.


Puas berfoto di buritan kapal sayapun melangkah masuk ke dalam kapal namun petugas melarang. Tidak semua bagian kapal dapat dimasuki tema. Sepertinya penumpang dengan tiket khusus yang diijinkan masuk. Tiket hanya bisa didapatkan secara online beberapa hari sebelum pameran dimulai.
Dan setelah membaca syarat dan ketentuan ternyata tiket hanya untuk warga negara Singapura dan permanent resident. Duh jadi malu. Berasa jadi pengunjung haram di sini. Pantas setelah tengok kanan kiri tidak ada turis asing yang naik ke atas kapal.


selfie masih boleh di sini 😀
Negara Singapura memiliki beberapa kapal perang sejenis untuk menjaga perairan dari gangguan. Dan satu yang menjadi bahan renungan. Di dalam mall saya mendengar dengan bangganya anggota marinir menjelaskan kepada murid SD bahwa Singapura negeri bahari.
Lalu kenapa kita tidak bangga dengan lautan lebih luas , indah dan kaya. Mungkin karena kita terlalu lama didoktrin sebagai negara agraris. Padahal kalau dipikir-pikir luas lautan dua pertiga total wilayah negara dan hasil pertanian masih impor.
Ya udah deh nanti bilang ke Bu Susi untuk beli lagi kapal model ini dan disuruh parkir di ujung-ujung nusantara. Biar makin bangga melindungi wilayah NKRI sebagai negeri bahari. 😀



Tulisan ini tayang di Batam Pos tanggal 24 Juli 2016

Masjid Selat Melaka
Gemilang cahaya meredup di ufuk barat meninggalkan jejak jingga. Jikalah manusia tak merasa lelah namun alam selalu memberi pertanda. Ada jiwa yang harus direbahkan sejenak di atas sajadah. Menundukan kepala kepadaNya untuk dialog sakral kepada Tuhan bernama sholat.
Setelah memasuki kawasan Bandar Hilir, Windi menghentikan kendaraan yang dikemudikannya tepat di halaman masjid Selat Melaka. Seolah tak ingin kehilagan waktu saya berlari ke serambi masjid sambil menjinjing sarung menunaikan sholat azhar yang hampir tertinggal. Kami berjanji akan bertemu kembali setelah ba’da maghrib.
Tapi hati ini tetap mencuri pandang , terpana masjid megah dengan 4 pintu besar mengahadap mata angin dengan kubah besar di atasnya.
Ketika air pasang seolah bangunan besar ini tak menjejak tanah tapi mengapung di atas air. Masjid Selat Malaka adalah keindahan arsitektur yang harus kamu sambangi ketika bertandang ke Melaka. Jarakanya tak jauh dari pusat kota, hanya sekitar 1 kilometer saja.
Terinpirasi dari perjalanannya di Jeddah , Datuk Seri Mohd. Ali Rustam terinspirasi mendesain masjid terapung dengan memadukan unsur Timur Temgah dan Melayu. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah , masjid Selat Melaka juga sebagai penanda navigasi laut. Oleh karena itu dibangun menara setinggi 30 meter yang juga berfungsi sebagai mercusuar.
Pembangunan masjid berbiaya 11 RM dimulai pada bulan Juni 2003 dan diresmikan oleh Tuanku Syed Sirajuddin Ibni Al-Marhum Tuanku Syed Putra Jamalullail pada 24 November 2006.
Masjid yang mampu menampung 2000 jamaah shalat menempati lahan seluas 1,8 hektar.
Memasuki bagian dalam masjid jamaah akan langsung disambut serambi kecil melingkupi bangunan masjid. Berdiri di ujung serambi yang berdekatan dengan laut seolah berada di atas kapal.
Saya tak pernah menyangka jika masjid ini memiliki fasilitas rekreatif di dalam ruangan seperti arena bermain anak dan kursi pijat. Konsep masjid yang terbuka kepada anak-anak. Mungkin anak-anak menghadirkan kegaduhan di dalam masjid. Namun jika orang dewasa melarang mereka untuk bertandang ke masjid. Kapan mereka akan mengenal masjid?
Di tengah bangunan masjid terdapat kubah besar melengkung 24 meter seolah manaungi seluruh langit-langit. Ada kedamaian ketika duduk di sini menghadap kiblat.
Sejenak saya kembali memandang ke luar masjid, melepas senja hari ini. Jika pada akhirnya ia harus kembali ke peraduan , saya mengaburkannya dari pandangan. Karena saya yakin jika diberi umur panjang esok kan berjumpa dengannya lagi.
Getaran suara adzan berkumandang memenuhi kubikel di atas samudera Melaka. Alam tertunduk dan langitpun meredup.

Tips :
- Tidak ada kendaraan umum untuk mencapai masjid ini. Dari pusat kota dapat mengendarai taksi dengan biaya sekitar 15 RM
- Kenakan pakaian sopan (menutup aurat) jika ingin bertandang ke masjid.
- Saat yang paling tepat bertandang ke masjid ini adalah sore saat matahari terbenam.
- Dengan berpakaian sopan (menutup aurat) dengan leluasa dapat masuk ke dalam masjid untuk melihat pemandangan indah dari serambi dekat laut.
Kisah Rasa Eat Travel Write Selangor 3.0
Apa yang tersisa dari sebuah perjalanan luar biasa? Pengalaman dan kisah yang tak akan terlupakan seumur hidup atau foto-foto epik yang bertebaran di laman sosial.
Bagaimana dengan rasa di lidah , apakah memiliki kisahnya sendiri?
Lanjutkan membaca “Kisah Rasa Eat Travel Write Selangor 3.0”
Mengintip Mewahnya Radisson Golf & Convention Batam Center
Meski kamar-kamarnya belum resmi dibuka untuk umum saya berkesempatan melongok mewahnya Radisson Golf & Convention Batam Center yang nantinya akan menjadi ikon kota Batam. Hotel dengan pemandangan resort tepat di samping lapangan golf Sukajadi. Radisson Golf & Convention Batam Center berada di bawah manajemen Carlson Rezido, sebuah perusahaan hospitality asal Amerika yang sudah mendunia. Lanjutkan membaca “Mengintip Mewahnya Radisson Golf & Convention Batam Center”
Setia Darma , Darma Bhakti Bagi Topeng dan Wayang Nusantara
Bukan kebetulan jika alam semesta mempertemukan dua orang yang bersahaja budaya.
A Prayitno tak pernah menyangka impiannya terwujud mengumpulkan seluruh topeng dan wayang nusantara, bahkan manacanegara. Hobi yang ia tekuni sejak remaja ternyata mendapat energi baru dari seorang pengusaha dan kolektor seni bernama Hadi Sunyoto.
Lanjutkan membaca “Setia Darma , Darma Bhakti Bagi Topeng dan Wayang Nusantara”
[Video] Explore Indonesia Bareng Airport.id
God bless me! Untuk kedua kalinya tahun ini jalan-jalan ke Bali gratisan. Point-nya bukan gratisannya sih tapi pengalaman baru yang di tempat yang dulu gua pikir mainstream.
Lanjutkan membaca “[Video] Explore Indonesia Bareng Airport.id”
Infinite Studio – Hollywood-nya Batam Sejengkal dari Singapura
Lagi-lagi salah satu impian di Batam terwujud. Sejak dua tahun lalu ketika menjejakan kaki pertama di pulau Batam, sangat menginginkan mengunjungi Infinite Studios. Konon studio film terbesar di Asia Tenggara , tempat diproduksinya film-film Internasional. Lanjutkan membaca “Infinite Studio – Hollywood-nya Batam Sejengkal dari Singapura”







