Kuliner, Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta

Katedral Maria Asumpta
Katedral Maria Asumpta

Rekontruksi fisik fosil Homo Floresiensis yang digambarkan sesuai dengan legenda masyarakat . Mahluk pendek berbulu dengan telinga menjulur dan jalan membungkuk , Ebu Gogo

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta”

Nusa Tenggara Timur, Photography

Kisah di Balik Wajah Flores

1359196774779129408
wajah Flores

Jika mata jendela hati. Maka wajah adalah ekpresi jiwa mampu memancarkan segala bentuk rasa. Kernyitan dahi, kedipan kelopak mata, senyum di bibir dan tarikan garis wajah mampu menggambarkan semua, yang tidak terucapkan oleh kata-kata.

(Flores, 3-13 September 2012) Lanjutkan membaca “Kisah di Balik Wajah Flores”

Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena

Kampung Benda dengan pemandangan gunung Inerie
Kampung Bena dan  Inerie

Berpacu dengan waktu, mengejar keindahan lain  di kaki gunung Inerie . Setelah melewati bangunan sederhana, Pendidikan Luar Sekolah (PLS) SINAR HARAPAN di desa Tiworiwu,Kecamatan Jerebu. Avanza meniti jalan berkelok dengan pemandangan elok. . Laju mobil tiga wanita terhenti di depan belokan, tidak tahan  mengabadikan  keindahan ngarai. Sedangkan Clement sudah lebih dulu berhenti dengan alasan buang air kecil. *Hmmm modus nih!

 

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena”

Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip

suhu ekstrim tantangan trip ke Flores
suhu ekstrim di Flores

Hot and Cold Trip. Bukan jalan-jalan bawa dispenser ya.  Tapi analogi  perjalanan kali ini melalui perubahan suhu ekstrim. Efek geografis Flores yang merupakan kombinasi pantai dan pegununganan . Jika stamina tidak bagus akan cepat tepar, tertular virus flu atau batuk.

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip”

Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung

Pulau Rutong- Taman Laut 17 Riung
Taman Laut 17 Riung

Malam kurang tidur, pagi tetap riang gembira, namanya juga jalan-jalan. Apalagi Clement merasa happy banget dapet angel guard, Si Mami. Tapi  driver Clement bete berat, pagi-pagi dapet “kuliah” . Pria berbadan tegap cuma bisa mengangguk-angguk sambil garuk-garuk kepala mendengar pidato si Mami. (*makanya jangan nakal)

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung”

Kuliner, Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green

Pantai Batu Hijau, Nusa Tenggara Timur, Flores
Pantai Batu Hijau

Green…green... (*maksa)“. Ponsel Elyudien berbunyi. Clement menelepon, tidak tahu bicara  apa. Elyudien manggut-manggut terus geleng-geleng terus manggut-manggut  lagi sambil geleng-geleng (*efek house music dan jalanan berkelok), aneh pasti ada yang ga beres. Harusnya tadi kami berjumpa dengannya di desa tradisional Wologai. Supir Clement  yang merekomendasikan  kami singgah di Wologai sebelum menuju Ende. Tapi Clement malah menghilang. Mungkinkah Clement ketakutan jadi  berondong tante-tante , suka makan kedondong dan naik odong-odong.

 

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green”

Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai

Desa Wologai - antara Ende dan Moni
Desa Wologai

(05/09/2012) Perjalanan panjang melintasi bumi Flores, mengantar kami ke sebuah kampung adat bernama Wologai. Setelah menikmati satu malam dingin di Moni dan menjejakan kaki di Taman Nasional  Kelimutu dalam balutan gigil angin pegunungan. Siang ini mendapat sambutan hangat warga Wologai di Desa Wologai Tengah , salah satu desa di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai”

Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu

Clement , wisatawan Perancis di Danau Kelimutu
Clement (28) di  Gunung Kelimutu

Dalam balutan udara dingin  kami terkantuk-kantuk  menuju Taman Nasional Gunung Kelimutu. Maklum saja saja, semalam hanya tidur 4 jam setelah drama cari penginapan paling murah se-Moni. Ya , ini kan backpackeran ibu-ibu (saya dan El ga diitung) jadi harus hemat. Tidak sia-sia setelah mondar-mandir bawa ransel besar ala Ayu Ting Ting kita dapat penginapan bagus setengah harga. Alasannya , kita kan cuma pake kamaranya 4 jam, pake kamar mandinya 1 jam, lobinya 4 jam. Berasa short time uey!

 

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu”