Kisah di Balik Wajah Flores

1359196774779129408
wajah Flores

Jika mata jendela hati. Maka wajah adalah ekpresi jiwa mampu memancarkan segala bentuk rasa. Kernyitan dahi, kedipan kelopak mata, senyum di bibir dan tarikan garis wajah mampu menggambarkan semua, yang tidak terucapkan oleh kata-kata.

(Flores, 3-13 September 2012)

***



Menjelajah bumi Flores dari Maumere sampai Labuan Bajo merupakan pengalaman luar biasa. Menyaksikan keindahan alam sekaligus keunikan budaya di timur Indonesia. Berinteraksi dengan warga setempat sekaligus mengenal kearifan lokal. Mengabadikan keindahan alam dan keunikan budaya melalui lensa merupakan hal biasa. Namun merekam ekpresi wajah di tiap tempat merupakan tantangan. Butuh kesabaran tinggi agar bisa berinteraksi dengan objek foto. Bahasa terkadang menjadi salah satu faktor kendala. Tapi gunakanlah bahasa univeral yang mampu dimengerti banyak orang yaitu senyuman.

Memulai perjalanan dari bandar udara Frans Seda, Maumere. Tujuan pertama , objek wisata yang tak lajim bagi wisatawan domestik , air terjun Murusobe. Kondisi jalan yang tidak bersahabat membawa kami bermalam d komplek Paroki Wolofeo. Pagi harinya menyapa kearifan lokal pasar Situmage sebelum melangkah menuju air terjun Murusobe.

Untuk melihat keajaiban alam Danau Tiga Warna Kelimutu, kami bermalam di Moni. Banyak bonus menarik antara Kelimutu dan Riung. Seperti kampung tradisional Wologae dan pantai batu hijau di Ende. Menyaksikan langsung warga Wologae mempersiapkan pesta pengangkatan Mosolaki (tetua adat) dan pesta tahunan Gawi. Menjelang sore bermain di pantai bersama anak-anak pemburu batu di pantai batu hijau, Ende.

Hari berikutnya menyaksikan keindahan Taman Laut 17 Riung di pesisir utara Flores. Hopping dari pulau ke pulau sampai menyelami dasar lautan. Lalu bermalam di kota berhawa sejuk Bajawa sebelum terlempar ke jaman Megalitikum, Kampung Bena. Menyaksikan para mama memintal kapas menjadi benang lalu menenunnya menjadi kain indah.

Ruteng negeri di atas awan, orang biasa menyebutnya. Mengajak saya mengenal sejarah menuju Liang Bua tempat ditemukan fosil Homo Florensius, hobit. Ditemani penduduk lokaldan anak-anak kecil yang asik menikmati lolipop memasuki goa staklatit. Sebelum menyambangi Dintor singgah sejenak di areal persawahan berbentuk sarang laba-laba di Cancar. Melihat keunikan budaya yang bersandar pada kearifan lokal, pembagian petak sawah bersama.

Menjauh dari zone nyaman,menjadi seni sebuah perjalanan. Mendaki bukit terjal selama 3 jam penuh sebuah harga untuk dapat menyaksikan Wae Rebo. Desa di balik bukit yang mendapatkan penghargaan tertinggi dari Unesco Asia-Pacifik Awards 2012 . Award of Excelence dalam bidang pelestarian wisata budaya. Bersama para manula menyambut sinar mentari pagi di depan Mbaru Niang. Duduk di atas batu bercengkrama menikmati segarnya hawa pegunungan.

Labuan Bajo menjadi kota terakhir tapi penjelajahan masih terus berlanjut. Bermalam di pulau Kanawa lalu menyusuri keelokan Taman Nasional Komodo mulai dari Karang Makasar, Pink Beach, Pulau Kalong, Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Merasakan sensasi bermalam di atas kapal di depan pulau Tepa.

Bagi penggemar fotografi garis tegas wajah serta warna kulit khas Flores mampu menghadirkan eksotika dan estetika. Namun bagi saya , wajah-wajah itu selalu mengingatkan perjalanan panjang penuh makna. Senyum ramah penduduk ekpersi nyata sebuah kearifan lokal . Bagai mozaik warna-warna tersusun indah dari Maumere sampai Labuan Bajo. Terpatri kuat di dalam hati membuat saya tidak mampu melupakannya. Karena ada kisah dibalik wajah Flores.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

 

Explore Timor-Flores 2012 (part 1): Tawaran Menggiurkan
Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur
Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang
Explore Timor-Flores 2012 (part 4): Jejak Sasando
Explore Timor-Flores 2012 (part 5): Lintas Negara 12 Jam
Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy
Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD
Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais
Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur
Explore Timor-Flores 2012 (part 10): Senyum Kunci Masuk Istana
Explore Timor-Flores 2012 (part 11): Nge-Mall di Timor Plasa
Explore Timor-Flores 2012 (part 12): Bonus Keindahan Di Cristo Rei
Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili
Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang
Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food
Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu
Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi
Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe
Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At Forty
Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu
Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai
Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green
Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung
Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip
Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena
Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta
Explore Timor-Flores 2012 (part 27 ): Lingko, Spiderweb Rice Field
Explore Timor-Flores 2012 (part 28 ): Dintor dan Ide Si Mami
Explore Timor-Flores 2012 (part 29 ): Firasat Wae Rebo
Explore Timor-Flores 2012 (part 30 ): Labuan Bajo Time
Explore Timor-Flores 2012 (part 31 ): Kanawa The Love Island
Explore Timor-Flores 2012 (part 32 ): Hopping S.O.S.
Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo
Explore Timor-Flores 2012 (part 34 ): Caca Marica Pulau Rinca
Explore Timor-Flores 2012 (part 35 ): Drama Happy Ending

2 pemikiran pada “Kisah di Balik Wajah Flores

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.