Nusa Tenggara Timur Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip

suhu ekstrim tantangan trip ke Flores
suhu ekstrim di Flores

Hot and Cold Trip. Bukan jalan-jalan bawa dispenser ya.  Tapi analogi  perjalanan kali ini melalui perubahan suhu ekstrim. Efek geografis Flores yang merupakan kombinasi pantai dan pegununganan . Jika stamina tidak bagus akan cepat tepar, tertular virus flu atau batuk.

Merunut perjalanan ekstrim di Flores dari hari pertama. Dimulai dari pantai Kajuwulu di utara Maumere  bersuhu super panas. Lalu air terjun Murusobe berhawa dingin pegunungan. Sebelum menuju Kelimutu singgah ke Gereja Sikka dekat pantai Sawu.  Berikutnya ke Pantai Batu Hijau di selatan lalu menembus bukit menuju pantai utara Riung.

Rencana malam ini menginap  di Bajawa, merupakan ibukota kabupaten Ngada Setelah makan siang di Mbay,  kami menuju   Aesesa Selatan  salah satu kecamatan di kabupaten Nagekeo.  Sampai di Ndora sabana keemasan begitu indah tapi uniknya di beberapa titik dekat daerah aliran sungai (DAS) tumbuhan berawarna hijau. Jalan berliku melewati ladang dan permukiman penduduk. Anak-anak kecil menyapa penuh keramahan ketika membuka jendela mobil . Menjelang malam sampai di perbukitan berhawa sejuk  Mataloko. Tepat pukul 7 malam sampai di penginapan Aries, Bajawa. Clement tersenyum lebar menyambut, dia telah sampai terlebih dahulu. Tangannya mengayun-ayunkan gadget sambil menunjuk BTS. Terimakasih Tuhan atas sinyal 3G kuat malam ini. Saya bisa up-date status facebook.

Kaki saya  tiba-tiba menjadi kaku tidak bisa digerakan. Ini karena cuaca dingin atau jatuh tadi siang. Malam sudah terlalu larut mencari tukang urut, pukul malam kota ini sudah sangat sepi. Menahan nyeri saya oleskan minya tawon milik Lucy sambil mengurut kaki perlahan.  Rasa panas dingin merayapi sampai ke tulang. Tapi saya  berharap kaki bisa digerakan kembali, lusa rencananya  hikking ke desa Wae Rebo. Bagaimana jika kaki ini tidak sembuh?

Sudah jadi kebiasaan, saya dan Elyudien selalu sholat subuh berjamaah di masjid , ditiap kota yang kami singgahi. Walau dingin menusuk sampai ke tulang, Kami berjalan menuju perempatan dekat pasar menuju masjid yang berhadapan langsung ke  gereja. Indahnya kebersamaan dan toleransi di kota ini. Memaknai filosofi kata Bha dan Djawa yang berarti piring dan perdamaian secara utuh.

Rencana hari ini menuju Kampung Bena di Kabupaten Ngada . Tapi sebuah bangunan  berwarna merah dengan balkon berebentuk setengah lingkaran bergaya Eropa begitu menggoda. Rumah retret Mataloko didirikan pada tahun 1932. Pernah menjadi tempat sementara pendidikan calon imam  sebelum dipindahkan ke Ledalero tahun 1937. Di dalam kompleks terdapat  kapel berbentuk limas segi banyak. Interiornya unik berdinding mozaik kaca penuh warna. Sehingga cahaya warna-warni menerangi setiap sudut ruangan .

Tepat di seberang rumah retret berdiri Seminari Menengah Todabelu, Mataloko,  berdiri sejak tahun 1929. Gemercik air mancur di halaman menyambut . Pengajar dan suster di seminari menyapa dan menyambut. Saya sempat masuk ke dalam ruang kelas calon Frater dan Pastur bercengkrama bersama dalam keakraban.Saya berbeda keyakinan dengan mereka tapi kita bersama dalam canda dan tawa. Indahnya perbedaan jika dibalut dengan toleransi.

Kembali saya berjalan mengilingi kompleks seminari. Sepertinya ada yang aneh. Kaki saya bisa digerakan kembali tanpa rasa sakit. Eaa besok sudah bisa dipakai mendaki ke Wae Rebo.

jalanan di antara bukit sabana
jalan di antara bukit sabana
suhu ekstrim tantangan trip ke Flores
suhu ekstrim tantangan trip ke Flores
penginapan Virgo di Bajawa
penginapan Virgo di Bajawa
sholat berjamaah di masjid  Bajawa
sholat berjamaah di masjid Bajawa
berhenti sejenak menyaksikan keindahan gunung Irina
berhenti sejenak menyaksikan keindahan gunung Irina
rumah retret Mataloko bergaya Eropa
rumah retret Mataloko bergaya Eropa
dinding mozaik - interior kapel di rumah retret Mataloko
dinding mozaik – interior kapel di rumah retret Mataloko
seminari Mataloko
seminari Menengah Todabelu, Mataloko
keindahan bunga di komplek rumah retret Mataloko
keindahan bunga di komplek rumah retret Mataloko
bercengkrama bersama murid-murid seminari
bercengkrama bersama murid-murid seminari

Explore Timor-Flores 2012 (part 1): Tawaran Menggiurkan
Explore Timor-Flores 2012 (part 2): Dari Barat Ke Timur
Explore Timor-Flores 2012 (part 3): Sejengkal Waktu di Kupang
Explore Timor-Flores 2012 (part 4): Jejak Sasando
Explore Timor-Flores 2012 (part 5): Lintas Negara 12 Jam
Explore Timor-Flores 2012 (part 6): Jalan Tanpa Snappy
Explore Timor-Flores 2012 (part 7): Kampung Alor, Kampung KD
Explore Timor-Flores 2012 (part 8): Mengais Cinderamata Pasar Tais
Explore Timor-Flores 2012 (part 9): Sholat di Masjid An Nur
Explore Timor-Flores 2012 (part 10): Senyum Kunci Masuk Istana
Explore Timor-Flores 2012 (part 11): Nge-Mall di Timor Plasa
Explore Timor-Flores 2012 (part 12): Bonus Keindahan Di Cristo Rei
Explore Timor-Flores 2012 (part 13): Hampir Malam di Dili
Explore Timor-Flores 2012 (part 14): Rosalina Pulang
Explore Timor-Flores 2012 (part 15): Friend, Fotografi , Food
Explore Timor-Flores 2012 (part 16): Pantai Pertama Flores, Kajuwulu
Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi
Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe
Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At Forty
Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu
Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai
Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green
Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung
Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip
Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena
Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta
Explore Timor-Flores 2012 (part 27 ): Lingko, Spiderweb Rice Field
Explore Timor-Flores 2012 (part 28 ): Dintor dan Ide Si Mami
Explore Timor-Flores 2012 (part 29 ): Firasat Wae Rebo
Explore Timor-Flores 2012 (part 30 ): Labuan Bajo Time
Explore Timor-Flores 2012 (part 31 ): Kanawa The Love Island
Explore Timor-Flores 2012 (part 32 ): Hopping S.O.S.
Explore Timor-Flores 2012 (part 33 ): Ini Komodo Bukan Omdo
Explore Timor-Flores 2012 (part 34 ): Caca Marica Pulau Rinca
Explore Timor-Flores 2012 (part 35 ): Drama Happy Ending

36 komentar

  1. Ping-balik: URL

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.