Idul Fitri memang belum tiba tapi alhamdulilah bulan Ramadhan memberikan kesempatan untuk silaturahmi melalui buka bersama. Memang ada yang bilang buka bersama terus boros.
Apa yang tersisa dari sebuah perjalanan luar biasa? Pengalaman dan kisah yang tak akan terlupakan seumur hidup atau foto-foto epik yang bertebaran di laman sosial.
Bagaimana dengan rasa di lidah , apakah memiliki kisahnya sendiri?
Meski judul acaranya berjudul Afternoon Tea , namun pada kenyataan lebih mirip sesi foto makanan. Tamu undangan yang terdiri dari blogger dan media tak segera menjamah panganan lezat nan cantik.
Mereka dibiarkan terkulai manja di atas pinggan. Berpose menantang nafsu makan mereka yang kelaparan dan menahan lapar demi foto-foto indah.
Sushi Roll, Chicken Drumstick dan Tuna Cracker – dari tengah ke luar
Bukannya pergi menjauh meninggalkan meja , tamu lain malah ikutan asik membidik. Lalu kapan makannya?
“Ayo silakan sambil dicicipi makanannya. Kalau haus minumannya ada di sana”. Sekali lagi tuan rumam mempersilakan tamu yang lebih bernafsu membidik kamera ke arah makanan, daripada memasukannya ke dalam mulut.
warna warni segar Fruit Tart
Tak sabar sepotong Chicken Drumstick saya comot dan memasukannya ke dalam mulut. Satu makanan berkurang dari atas pinggan jelas tak ada yang berduka.
Berikutnya Sushi Roll yang tidak rock & roll. Yang saya suka dari panganan Jepang ia begitu sehat dan seimbang. Dalam satu kudapan kamu bisa merasakan sedikit karbo, sekaligus sayur dan ikan dengan rasa memikat.
asik memfoto makanan
Takut dengan timbunan lemak dan jumlah kalori yang terkandung dalam sepotong pizza? Saatnya menikmati porsinya yang lebih kecil jika hanya ingin menuntaskan rasa penasaran. mini Pizza cara menikmati rasa lebih bijak tanpa rasa bersalah jika sebuah saja. Jika dua belas buah? Itu setara dengan seloyang pizza besar .
Sushi Roll, Chicken Drumstick dan Mini Pizza , dari tengah ke pinggir
Jawara sore ini adalah Quiche Lorraine. Saya teramat sangat penasaran , apa isiannya kok lembut banget. Tunakah?
Bukan , ia terdiri dari potongan daging ayam cincang yang dibaurkan dengan krim keju. Jika terasa begitu spesial hingga menyisakan rasa di langit-langit mulut, itu hanya soal seni memasak. Ada proses, ketepatan racikan dan pastinya sebuah rahasia dari Chef Johan.
jejak rekam Quiche Lorraine & Fruit Tart terakhirQuiche Lorraine & Fruit TartNgeteh Cantik Barletta di da Vienna Boutique Hotelhijau putih Sushi Rollmerekam Tuna Cracker
Ada juga kudapan mudah yang bikin orang jatuh cinta berkali-kali. Daging tuna berbumbu ringan dihamparkan di atas potongan cracker dengan garnish. Tunanya terasa lembut bagai krim. Gigitan renyah biskut lalu dibalas dengan krim lezat sempurna tanpa cela. Kresss… nyusss!!!
Ongol-ongol yang mencuri perhatian. Kudapan kampung yang kini naik kasta bersanding dengan pastry internasional. Jika biasanya ia tergolek pasrah di atas daun pisang. Kini Mr Ongol Ongol duduk manis di atas cawan dengan garnish jelly merah jambu dan potongan stroberi.
Well , semua kudapan ini terlalu cantik untuk diobrak-abrik tapi sayang juga jika diabaikan terlalu lama. Mari seduh teh mu , lalu kita habiskan semuanya :D.
Gastronomi, ketika makan tak sekedar hanya memuaskan hasrat laparmu. Ia merupakan sebuah karya seni yang mampu memuaskan indra perasa dan penghilatan serta dapat menuturkan kisah akar budaya dari berbagai tempat di muka bumi.
Ngafe di tepi pelabuhan berpayung jingga senja , tak lama ronanya meredup berganti malam penuh kerlap-kerlip cahaya kapal. The Pier tempat yang tepat untuk bersantai 😀 . Intip yuk videonya. Lanjutkan membaca “[Video] The Pier Cafe n’ Grill”
Kuliner terkadang menjadi cara untuk menuntaskan rasa rindu akan kampung halaman. Mencecapi setiap rasa dan tekstur melalui masakan lalu terbayang kenangan tanah kelahiran.
Apalagi jika rasanya benar-benar otentik, sejenak kerinduan itu terpuaskan, lalu berikutnya kamu kembali merindu. Obatnya kamu harus kembali menyambangi kembali resto, lalu kecanduan.