Jiwa dan Raga berjanji di depan altar . Bumi dan langit ikut bahagia menyaksikan kelahiran cinta anak manusia. Guratan janji sehidup semati terpatri di antara jari dalam lingkaran emas . Raga menyerahkan kehidupan pada lelaki yang mencintainya. Sebuah ciuman mengawali perjalanan kehidupan Jiwa dan Raga. Tanpa pesta, hanya sebuah ikrar suci antara Jiwa, Raga dan Tuhan.
Kategori: Kisah Kehidupan
Tarian Enggang
Menari-nari lincah di udara bagai burung enggang kasmaran. Aku jatuh cinta.
***
“Mbok… berapa kali lagi aku harus menjalani ritual ini?”Air kembang tujuh rupa mengguyur tubuhku. Berlahan aroma wewangian bunga setaman menyeruak masuk ke dalam relung kalbu asmaraku. Bagai terbangun dari mimpi panjang.
Kearab-araban
Paijo tersenyum sumringah. Harinya tambah bergairah setelah Inahistrinya mengirimkan uang. Tepat tiga tahun yang lalu Inah berangkat ke Arab Saudi menjadi TKW. Dan semenjak itu kehidupan Paijo berubah total. Handphone model terbaru terselip gagah dipinggangnya. Pekerjaannya sebagai buruh tani ditinggalkan, kini berganti sebagai tukang ojek. Tentu dengan motor jepang paling mutakhir dan keluaran terakhir.
Warga Negara Indonesia
27 Januari 1990. Aku terkulai lemas di kamar Akong. Suhu badankumeninggi, aku meringkuk di dalam selimut kedinginan.
“Loe demam?” Tangan Cik Wati mendarat kasar di keningku. Aku terdiampasrah tanpa bisa mengeluh.
“Ah bo’ong loe. Pasti semalem kebanyakan minum arak . Cici kan udah bilang. Ga usah coba-coba minum arak. Lagian loe masih di bawah umur. Belon tujuh belas.” Cerocosnya tanpa henti. Suaranya menggema kuat membangunkan seisi rumah.
Obsesi Gadis Lokna
Dataran tinggi Gayo. Mereka menjauhkanku dari air dan laut. Aku tertanam sunyi di puncak Burgayo. Pinus-pinus tertawa melihat kemalanganku.
***
Mahluk Setan
Malam semakin dingin. Tak ingin kulepas kehangatan dari sisiku. Kukecup lembut bibir ranum merah jambu terlelap dalam mimpi panjang.
“Itai Lamu, kau adakah.” Suara dari balik dinding lamin membuyarkan rasa.
Tanpa sepatah kata, kuraih mandau. berjinjit ringan membuka pintu. Sekali lagi kupandang tubuh molek kuning langsat bersarung.
***
Terbaik
“Ninik Mamak yang telah menentukan ini semua. Aku tak kuasa menolakperjodohan atau kehilangan segalanya.” Tangan Bang Hans meremas lembut.
Lisa diam tak bergeming larut dalam duka dan kegalauan.
“Kamu tetap yang terbaik.” Bisik Hans lembut seraya memeluk.
“Aku memang terbaik dibandingkan gadis kampung itu.” Batin Lisa berteriak sombong. Melayang di dalam pelukan untuk terakhir kalinya.
Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Hans.
“SIAPA HARI INI YANG KAU KORBANKAN?” Pengirim Ardy.
“LISA, TAPI MASIH ADA DUA LAGI”. Hans membalas.
“JADI PILIHANMU?” Sebuah pesan muncul kembali.
“RETNO, GADIS SOLO TERCANTIK DAN TERBAIK.” Jarinya lincah membalas. Lengannya makin erat memeluk Lisa.
Sendiri
Pantai Losari
“Ayah, Ibu… kini aku sendiri.”
Manis dan legit pisang Eppe menawarkan rasa lapar tak tertahankan. Pakde menggandengku untuk pergi ke dunia yang tak pernah aku tahu. Ratusan atau ribuan kilometer, aku tak pernah tahu. Aku hanya butuh tempat berpijak dan bersandar. Meski harus menyebrangi lautan.
***
Surabaya
Manis dan legit kutawarkan rasa ini . Aku berdiri di tepi jalan.Ratusan atau ribuan laki-laki menggauliku, Pakde tak pernah mau tahu. Yang dia mau hanya uang.
“Ayah, Ibu… aku masih tetap sendiri.”
