Curahan, Photography, Travelling

Dua Belas Kisah Bunda dan Buah Hati

Di bulan ke dua belas hari itu datang. Mengingatkan akan adanya kasih sayang tak terbatas , merupakan hak istimewa seorang perempuan. Ibu, bukanlah profesi yang bisa dicapai dengan kerja keras atau  pendidikan tinggi. Tapi pengakuan dan panggilan terpuji seorang anak manusia. Anak yang terkadang tak harus terlahir dari rahimnya.

Tanpa sengaja hubungan luar biasa itu terekam melalui kamera ketika melalui perjalanan. Berikut kisah dua belas ibu dan anak dari balik lensa.

Lanjutkan membaca “Dua Belas Kisah Bunda dan Buah Hati”

Curahan, Kepulauan Riau, Travelling

#KepriBukanRiau – Si Sakti dan Penebar Warta

Kami bukanlah penebar warta biasa yang berwara-wiri dan berworo-woro untuk sebuah kewajiban bertajuk profesi dan imbalan setiap bulan bernama gaji atau honor. Menceritakan tentang destinasi wisata lugas tanpa beban apalagi tedensi . Namun mereka yakin , kamilah salah satu garda terdepan penebar “racun” yang membuat orang ingin mengunjungi Kepulauan Riau. Lanjutkan membaca “#KepriBukanRiau – Si Sakti dan Penebar Warta”

Curahan

Sang Underdog

Anak lelaki itu datang sebagai anak baru di kelas kami. Penampilannya biasa saja, tak ada yang istimewa. Sepasang sepatu kanvas tersandang dengan kaos kaki hampir sebetis. Mata kecilnya tenggelam tertutup kacamata super tebal. Meski tubuhnya menjulang tinggi, nyatanya terlihat sangat rapuh, ketika bicara selalu terguncang seolah badan kerempengnya tak mampu menopang kepala besarnya. Lanjutkan membaca “Sang Underdog”

Curahan

Merekam KIB Hinterland

Saya lebih banyak diam, mengamati relawan berinteraksi mengajar siswa.

Ada kerinduan , berdiri di depan kelas, bercengkrama dan berbagi kisah dengan mereka.

Namun saya menahan diri, mengamati dari jauh untuk  melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Merekam KIB Hinterland”

Curahan, Travelling

Kabut Asap Dan Perjalanan

14 Februari 2014 – Bagi mereka yang jomblo  , tidak ada yang  lebih kelabu dibandingkan menyaksikan pasangan mesra merah jambu. Namun bagi saya , kelabu itu menyaksikan langit abu-abu ketika menjejakan kaki di  Pekanbaru.

“Perjalanan menjelajah Sumatra tidak akan luar biasa tanpa langit biru”, bergumam sembari menggenggam kamera.

Lanjutkan membaca “Kabut Asap Dan Perjalanan”