
To show the love . Tjong A Fie (1860-1921) Chinese merchants from Medan, providing a romantic bedroom for his wife in his luxury mansion.

To show the love . Tjong A Fie (1860-1921) Chinese merchants from Medan, providing a romantic bedroom for his wife in his luxury mansion.

Rekontruksi fisik fosil Homo Floresiensis yang digambarkan sesuai dengan legenda masyarakat . Mahluk pendek berbulu dengan telinga menjulur dan jalan membungkuk , Ebu Gogo
Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 26 ): Ruteng, Sofi dan Pesta”

Jika mata jendela hati. Maka wajah adalah ekpresi jiwa mampu memancarkan segala bentuk rasa. Kernyitan dahi, kedipan kelopak mata, senyum di bibir dan tarikan garis wajah mampu menggambarkan semua, yang tidak terucapkan oleh kata-kata.
(Flores, 3-13 September 2012) Lanjutkan membaca “Kisah di Balik Wajah Flores”

Selamat datang di rumah kata saya. Tanpa basa-basi tema Turnamen Foto Perjalanan Ronde 12, adalah :
FOTOGRAFER
Tiap orang berhak ada di depan lensa, saya, anda , bahkan sang fotografer. Tantangan kali ini adalah merekam jejak perekam cahaya ke dalam lensa. Untuk mendapatkan gambar spektakuler terkadang mereka harus “berjuang” dalam beragam pose tak terduga. Interaksi fotografer bersama objek juga momen indah dibalik keindahan sebuah karya. Mari bidikan kameramu ke sang perekam cahaya.

Berpacu dengan waktu, mengejar keindahan lain di kaki gunung Inerie . Setelah melewati bangunan sederhana, Pendidikan Luar Sekolah (PLS) SINAR HARAPAN di desa Tiworiwu,Kecamatan Jerebu. Avanza meniti jalan berkelok dengan pemandangan elok. . Laju mobil tiga wanita terhenti di depan belokan, tidak tahan mengabadikan keindahan ngarai. Sedangkan Clement sudah lebih dulu berhenti dengan alasan buang air kecil. *Hmmm modus nih!
Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 25): Kampung Bena”

Hot and Cold Trip. Bukan jalan-jalan bawa dispenser ya. Tapi analogi perjalanan kali ini melalui perubahan suhu ekstrim. Efek geografis Flores yang merupakan kombinasi pantai dan pegununganan . Jika stamina tidak bagus akan cepat tepar, tertular virus flu atau batuk.
Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 24): Hot dan Cold Trip”

Malam kurang tidur, pagi tetap riang gembira, namanya juga jalan-jalan. Apalagi Clement merasa happy banget dapet angel guard, Si Mami. Tapi driver Clement bete berat, pagi-pagi dapet “kuliah” . Pria berbadan tegap cuma bisa mengangguk-angguk sambil garuk-garuk kepala mendengar pidato si Mami. (*makanya jangan nakal)
Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 23): Riang Nga-Riung di Riung”

“Green…green... (*maksa)“. Ponsel Elyudien berbunyi. Clement menelepon, tidak tahu bicara apa. Elyudien manggut-manggut terus geleng-geleng terus manggut-manggut lagi sambil geleng-geleng (*efek house music dan jalanan berkelok), aneh pasti ada yang ga beres. Harusnya tadi kami berjumpa dengannya di desa tradisional Wologai. Supir Clement yang merekomendasikan kami singgah di Wologai sebelum menuju Ende. Tapi Clement malah menghilang. Mungkinkah Clement ketakutan jadi
berondongtante-tante , suka makankedondongdan naikodong-odong.
Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 22): Green Green”