Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai

Desa Wologai - antara Ende dan Moni
Desa Wologai

(05/09/2012) Perjalanan panjang melintasi bumi Flores, mengantar kami ke sebuah kampung adat bernama Wologai. Setelah menikmati satu malam dingin di Moni dan menjejakan kaki di Taman Nasional  Kelimutu dalam balutan gigil angin pegunungan. Siang ini mendapat sambutan hangat warga Wologai di Desa Wologai Tengah , salah satu desa di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 21): Kenangan Desa Wologai”

Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu

Clement , wisatawan Perancis di Danau Kelimutu
Clement (28) di  Gunung Kelimutu

Dalam balutan udara dingin  kami terkantuk-kantuk  menuju Taman Nasional Gunung Kelimutu. Maklum saja saja, semalam hanya tidur 4 jam setelah drama cari penginapan paling murah se-Moni. Ya , ini kan backpackeran ibu-ibu (saya dan El ga diitung) jadi harus hemat. Tidak sia-sia setelah mondar-mandir bawa ransel besar ala Ayu Ting Ting kita dapat penginapan bagus setengah harga. Alasannya , kita kan cuma pake kamaranya 4 jam, pake kamar mandinya 1 jam, lobinya 4 jam. Berasa short time uey!

 

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 20): Clement on Kelimutu”

Kuliner, Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At 40

Life Begin at Forty - Rosi, Lucy, Evi dan Bu Herlina
Life Begin at 40

Melakukan perjalanan bersama wanita berusia empat puluhan mengingatkan  ungkapan “Life Begin At Forty”. Kehidupan dimulai usia 40. Di usia ini biasanya wanita dalam kondisi “settle” secara finansial dan tanggung jawab. Ketika anak-anak sudah  dewasa dan sibuk dengan aktivitasnya sebagai pelajar dan mahasiswa. Ibu rumah tangga memiliki waktu untuk dirinya sendiri “me time” . Melakukan hal-hal positif yang mungkin dulu tidak bisa dilakukan ketika anak-anak masih kecil.  Sepert Rosi  memutuskan berhenti bekerja dan fokus dengan aktivitas bersepeda di alam bebas dan sesekali menjadi freelance editor untuk membiayai hobinya.

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 19): Life Begin At 40”

Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe

Air Terjun Kembar Murusobe, Nusa Tenggara Timur
Air Terjun Kembar Murusobe

Menjelang pagi kami bergegas menuju desa Poma dengan menggunakan jasa ojek. Melalui jalanan terjal menyusuri bukit , pemandangan memukau sekaligus menguras adrenalin. Lengan saya kuat menggapit pinggang Yohanes, sang pengendara ojek. Seolah tak ingin terlontar jatuh ketika motor berusahan mendaki jalanan curam.

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 18): Petualangan Mendebarkan, Murusobe”

Sumatra Barat, Video

Video Pulau Sutan

Setelah menyambangi Pulau Kapo Kapo di Pesisir Selatan , Sumatra Barat . Kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sutan. Konon pulau ini bernama Setan karena memiliki aura mistis, tapi entah bagaimana ceritanya menjadi Pulau Sutan. Mungkin seiring berjalannya waktu aura mistis memudar dan orang-orang lebih nyaman menyebut nama Sutan ketimbang Setan.

  • Video amatir direkam dengan kamera saku Sony DSC-TX10.
Nusa Tenggara Timur, Travelling

Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi

Pagi di desa Renggarasi
Pagi di desa Renggarasi

Air terjun kembar Murusobe merupakan spot pamungkas perjalanan kali ini. Konon untuk mencapainya harus berjalan kaki selama 3 jam lebih dari  Wolofeo. Tapi berdasarkan informasi dari internet kendaraan roda empat sudah bisa sampai desa Poma dan dibutuhkan waktu untuk trekking ke air terjun sekitar 45 menit.

Lanjutkan membaca “Explore Timor-Flores 2012 (part 17): Kearifan Lokal Renggarasi”