Aceh - Bumi Serambi Mekah Nan Elok, Travelling

Jelajah Aceh 2011 (part 6): Kenangan 7 Tahun Bencana Tsunami

Malam ini tanggal 26 Desember 2011, kami berangkat menuju kota Banda Aceh dengan menggunakan travel. Menuju kota yang pernah diporakporandakan tsunami tujuh tahun yang lalu. Ada perasaan haru mengingat kenangan memilukan bangsa ini. Di sepanjang jalan terdengar acara doa bersama yang dikumandangkan dari masjid masjid di Aceh. Lanjutkan membaca “Jelajah Aceh 2011 (part 6): Kenangan 7 Tahun Bencana Tsunami”

Travelling

Jelajah Aceh 2011 (part 5): Labi-Labi Berjodoh

Kalo jodoh ga mungkin kemana, tetep aja dapet labi-labi yang sama….

Mungkin ada yang bingun apa itu labi labi. Di Takengon alat transportasi umum yang biasa digunakan adalah labi labi. Sejenis angkutan beroda empat seperti angkot pada umumnya. Tapi posisi duduknya saling berhadapan dan bagian belakang kendaraannya terbuka. Dalam bahasa Gayo labi labi artinya kura-kura.

Lanjutkan membaca “Jelajah Aceh 2011 (part 5): Labi-Labi Berjodoh”

Aceh - Bumi Serambi Mekah Nan Elok, Travelling

Jelajah Aceh 2011 (part 4) : Ayo Bergaya ke Burgayo

Tidur kami di Takengon  agak kurang nyenyak setelahh kejadian dengan WH semalam. Tapi sudahlah jadikan ini pelajaran tapi “show must go on”. Tujuan berikutanya adalah Burgayo merupakan kawasan tertinggi di Takengon. Setelah packing kamipun bergegas meninggalkan kawasan Jung Nunang untuk mendaki Burgayo.

Lanjutkan membaca “Jelajah Aceh 2011 (part 4) : Ayo Bergaya ke Burgayo”

Aceh - Bumi Serambi Mekah Nan Elok, Travelling

Jelajah Aceh 2011 (part 3) : Uji Nyali dan Dingin.. Brrrr

Waktu menunjukan pukul dua dini hari. Panggilan alam membangunkan saya untuk bergegas mencari “tempat pembuangan terakhir” hasil metabolisme tubuh. Semenjak kerja shift jam  tubuh jadi berubah total. Walhasil setelah “beraktivitas” sayapun tidak bisa langsung tidur. Sayapun berjalan menyusuri tepi danau , mencari sudut terindah di malam kelam. Kalo dipikir-pikir malem-malem jalan ga jelas tanpa membawa penerangan mirip peserta uji nyali.  Akhirnya sayapun beringsut tidur di tepi danau dengan sleeping bag sambil memandang langit. Kira-kira kapan ya terakhir saya tidur di alam terbuka seperti ini? Mungkin ketika SMP waktu aktif di pramuka. Tak terasa rayuan angin dan kiluan bintang di langit  membawa saya bermimpi kembali.

Lanjutkan membaca “Jelajah Aceh 2011 (part 3) : Uji Nyali dan Dingin.. Brrrr”

Aceh - Bumi Serambi Mekah Nan Elok, Travelling

Jelajah Aceh 2011 (part 2) : Lut Tawar Begitu Menggoda

Usai makan siang kamipun menuju spot pertama Atu Tamun, sebuah lokasi wisata yang ada di sebelah utara danau Lut Tawar, Takengon. Untuk mencapai lokasi ini sebetulnya tidak terlalu sukar jika menggunakan kendaraan pribadi. Tapi lagi-lagi kami adalah traveller “berbuget tipis” jadi meminimalisir segala pengeluaran yang tidak perlu . Selama masih bisa dijangkau dengan kaki, maka marilah berjalan kaki. Lanjutkan membaca “Jelajah Aceh 2011 (part 2) : Lut Tawar Begitu Menggoda”

Aceh - Bumi Serambi Mekah Nan Elok, Travelling

Jelajah Aceh 2011 (part 1): Awal Yang Tak Selalu Indah

Dua perjalanan besar melalui darat Jambi-Pekanbaru dan Pekanbaru-Medan baru pembuka  penjelajahan akhir tahun ini. Hajat besarnya  mengeksplore bumi serambi mekah bersama komunitas backpacker  Medan. Persiapan perjalanan kali ini tidak seperti trip biasa. Komitmen buget sangat minim mengharuskan mempersiapkan perbekalan  dan perlengkapan bermalam seperti tenda dan sleeping bag. Baju hangat juga menjadi prioritas karena ada daerah dingin yang akan kami kunjungi.

Lanjutkan membaca “Jelajah Aceh 2011 (part 1): Awal Yang Tak Selalu Indah”

Travelling

Refleksi Kisah Perjalanan

Akhir tahun saat yang tepat merenung dan intropeksi diri. Nampaknya sayapun harus melakukan hal yang sama. Mengingat semua perjalanan yang pernah dilakukan selama 2011.

Berawal dari kegiatan iseng-iseng, travelling menjadi hobi. Tanggal 20 Desember 2010 berkenalan dengan aktivitas backpacker melalui sebuah komunitas di dunia maya. Dari perjalanan seminggu mengelilingi Sulawesi sampai akhirnya bermuara ke kegiatan fotografi dan tulis menulis menimbulkan banyak inspirasi dan cerita. Jika menilik ke belakang banyak yang bisa dijadikan pelajaran.

Lanjutkan membaca “Refleksi Kisah Perjalanan”