Tag: turnamen foto perjalanan

Turnamen Foto Perjalanan 61 – Hitam Putih

Dalam frame hitam putih guratan  tebing terjal puncak salju abadi Trikora terlihat gagah perkasa. Andai aku ada di sana berdiri menatap indahnya negeri Papua. Namun berandai tak boleh meluruhkan rasa syukur. Lihat sekeliling, betapa indahnya Habema , danau tertinggi di nusantara.

Turnamen Foto Perjalanan 60 – Road

Konon Singapura memiliki moda transportasi terbaik di dunia. Namun  wisatawan berkantung minim tetap harus berjalan jauh memanjangkan langkah. Naik turun tangga berkali-kali  dan menyusuri lorong panjang di stasiun MRT. 

Pengumuman Pemenang TFP Ronde 59 – Biduk

Biduk ini akhirnya bergeram melaju maju. Maafkan jika baru bisa mengumumkan pemenang TFP Ronde ke 59 bertajuk biduk. Maklum yang punya gawe lagi sibuk berat, meski ngga sibuk-sibuk amat. *cengengesan sambil nimang Hermes baru*.

#TFP Ronde 59 – Biduk

Pasrah , kujejakan kaki di atas biduk . Aku tak terbang tapi melayang di antara riak,  menari bersama gelombang. Menerawang ikan berkejaran di antara terumbu karang. Ini bukan mimpi.

Turnamen Foto Perjalanan 57 – Langit Biru

Fotografer dan model tidak  turun dari kayangan mereka hanya manusia-manusia narsis. Melepaskan pijakan dari muka bumi sejenak, melayang merayakan birunya langit di atas  Bukit Arthur , Papua.

Turnamen Foto Perjalanan 56 – Keindahan Alam Indonesia

Tak pernah menyaksikan pulau Buluh seindah ini. Meski di kenal sebagai kawasan permukiman tertua di Batam – berusia ratusan tahun -. Pulau Buluh terlihat hanya sebagai pulau padat penduduk. Namun seutas senja menghadirkan keindahan alam Indonesia tersembunyi. Saya hanya menganga dalam rasa kagum sebelum…

Turnamen Foto Perjalanan 54 – Kabut

Tangga panjang  mengubungkan Agam dan Bukittinggi terlihat berkelok di antara kabut putih. Berlahan semunya berlalu terbawa angin pagi dirimbas kilau jingga mentari. Rasa lelah itu masih ada tapi rasanya tak mungkin melewatkan kesempatan berlari di jogging trek paling keren se-Indonesia.

Turnamen Foto Perjalanan 44 – Awan

Hanya Sejengkal – Tak perlu banyak asa untuk meraih awan putih. Cukup mengulurkan tangan lalu membukanya lebar-lebar. Rasakan desiran hawa dinginnya.