TIps, Travelling

Pelancong Harus Tahu Etika Menginap di Hostel Agar Tidak diCap Norak

Tulisan ini terinspirasi dari curhatan teman yang nyaris menimpuk tamu hostel dengan bantal, gegara pagi-pagi buta tamu lain menelepon dengan berteriak-teriak tanpa mempedulikan tamu lain yang sedang tidur.

Sungguh terlalu memang. Tapi ini memang kenyataannya, banyak pelancong menginap di hostel tapi tidak paham bagaimana tinggal di kamar yang dihuni beramai-ramai. Merasa kamar yang ia tinggali area pribadi lalu berlaku sesuka hati tanpa peduli dengan penghuni lain.

Saya beberapa kali pernah mengalami kejadian serupa bahkan lebih ajaib. Bagaimana ketika seorang pria dengan santainya tidur telanjang bulat di kamar mixdorm. Mungkin bagi beberapa penghuni lain ini rejeki nomplok tapi bagi saya sesama lelaki jelas musibah. Pagi-pagi dah lihat “perkakas” orang lain.

Hostel menjadi pilihan backpacker dan traveler untuk menghemat bujet

Saya pernah sekamar dengan wanita yang membawa dua koper besar dan epiknya barang-barangnya berhamburan dari lantai kamar hingga toilet. Karena waktu itu, aktivitas saya lebih banyak di luar ruangan, saya tidak terlalu peduli. Tapi jika dirasa-rasa sungguh amat mengganggu karena untuk berjalan di kamar merasa susah.

Memang sih tidak ada peraturan tertulis bagaimana seharusnya tinggal di kamar hostel tapi sebagai manusia yang beradab, jangan sampai hak kita mengganggu hak orang lain. Lagian manner kita akan menjadi identitas diri dan bangsa. Nggak mau kan bangsa kita dicap sebagai bangsa yang tidak memiliki norma bahkan norak.

Berikut beberapa adab tinggal di hostel yang harus kita pahami bersama.

1.Jangan Mengunci Kamar

Kamar di hostel itu milik bersama dan bukan milik pribadi. Jangan pernah mengunci kamar jika pemilik lain tidak memiliki kunci atau acces card. Tempat aman untuk menyimpan barang pribadi berharga adalah locker. Sedangkan tempat berganti pakaian adalah toilet bukan kamar kamar. Jadi jangan berpikir untuk berganti pakaian di kamar tanpa dilihat orang lain dengan mengunci kamar.

Letakan barang berharga di dalam locker lalu dikunci.

2. Buka Sendal dan Sepatu

Jangan pernah membawa masuk sepatu dan sendal ke dalam kamar walau alas kakimu itu terbuat dari emas. Beberapa hostel di Singapura bahkan mensyaratkan tamunya melepas alas kaki sejak masuk lobi hostel. Ini berkaitan dengan kebersihan dan kenyamanan karena tidak semua sepatu atau sendal bersih dan memiliki aroma yang sedap.

Sepatu beraroma mematikan jangan masuk ke dalam kamar.

3. Lampu Kamar Mati Saat Jam Tidur

Meski kamu tidak tidur dan memilih tinggal di kamar saat jam tidur, lampu kamar harus tetap mati. Karena jika lampu kamar dihidupkan maka akan mengganggu orang lain. Jadi tahu kenapa di setiap ranjang ada lampu tidur biar kamu tetap bisa membaca kalau nggak bisa tidur tanpa mengganggu orang lain.

Ketika harus check out pagi-pagi buta, saya akan menggunakan senter sebagai penerangan untuk packing dan membuat suara seminimal mungkin agar tidak mengganggu teman sekamar.

Matikan lampu saat jam tidur.

4. Jangan Berisik

Saya kira ini tidak perlu dijelaskan panjang lebar. Nggak mudah bagi saya yang bermulut cablak untuk menjaga mulut dimanapun apalagi kalau sudah tertawa. Tap demi kenyamanan semua orang saya memilih mengontrol bibir. Saya nggak mau kalau dicap orang Indonesia itu berisik banget dan kampungan, padahal kenyataannya saya memang dari kampung.

Lalu kalau tidur mengorok?

Itu di luar kontrol. Tapi kalau suara orang bercinta bisa di kontrol dengan menutup mulut pasangan. Memang sih kadang kalau lagi enak banget suka lepas kontrol dan menjerit. Ahh…

Jangan berisik Kakak ini sedang membaca.

5. Kamar Mandi Kering

Karena kamar mandi milik bersama menjaga kebersihan menjadi sesuatu yang wajib hukumnya. Nah yang menjadi masalah standar kebersihan setiap orang kan berbeda-beda. Bagi saya orang Indonesia yang biasa mandi di sungai kadang suka gagap mandi dengan shower.

Jaga kebersihan kamar mandi dan toilet.

Saya pernah lho ditegur dengan teman sekamar gegara tidak menjaga lantai kamar mandi tetap kering. Kering lho ya bukan bersih, jadi yang biasa jorok di rumah, marilah belajar bersih di hostel. Misal usai menggunakan kamar mandi, toilet dan wastafel selalu dibersihkan. Jangan ada sisa sabun, pasta gigi, sabun apalagi kotoran karena habis BAB kamu nggak flushing.

Itu keset jangan jadi asesories, dipakai agar kamar senantiasa kering dan air nggak kemana-mana.

6. Mencuci Piring Setelah Makan

Terbiasa di rumah memiliki asisten rumah tangga kadang saya lupa kalau usai makan di hostel, semua peralatan makan harus dicuci sendiri dan dikembalikan lagi ke tempatnya. Jangan lupa bersihkan meja dan peralatan masak.

Setelah menggunakan dapur wajib dibersihkan dan dirapihkan kembali.

Memang di hostel boleh masak?

Beberapa hostel menyediakan alat masak sederhana untuk menghangatkan makanan atau membuat mie instant. Jika berniat memasak dan menyimpan bahan makanan di dalam refrigator, pastikan terbungkus dalam plastik dan diberi nama.

7. Beri Kesempatan Makan

Saya sering sekali melihat beberapa tamu asik duduk di ruang makan saat jam sarapan tanpa mempedulikan tamu yang lain. Mungkin nongkrong di luar jam kan tidak masalah tapi dengan jumlah meja dan kursi yang terbatas sebaiknya mempertimbangkan tamu lain.

Usai makan semua peralatan yang telah digunakan dicuci dan dikembalikan ke tempatnya.

Jangan terlalu lama nongkrong di meja makan saat sarapan.

8. Menjaga Kerapihan

Beberapa hostel memiliki fasilitas tambahan seperti perpustakaan mini, game corner dan komputer corner. Terkadang fasilitas tambahan ini membuat penghuni hostel lupa diri jadi males kemana-mana dan memilih staycation.

Tapi ingat gaes, setelah menggunakan semua fasilitas dikembalikan pada tempatnya dan senantiasa menjaga kerapihan.

Jagalah kebersihan dan kerapihan hostel.

9. Mematuhi Peraturan dan Sopan

Hostel di setiap negara memiliki peraturan yang berbeda-beda yang berhubungan dengan kebiasaan, adat istiadat dan lainnya. Seperti di Singapura tidak ada hostel yang memberikan kesempatan early check in. Berbeda dengan di Myanmar, hotel-hotel di sana begitu ramah memperbolehkan check in lebih awal bahkan memberikan sarapan gratis jika ada kamar kosong.

Standar kesopanan juga berbeda-beda tapi sebagai traveler yang konon memiliki kemampuan beradaptasi lebih baik, seharusnya paham ini. Mungkin di negara kamu tidur bugil atau mengenakan pakaian dalam itu biasa tapi di negara lain tidak.

Keluar kamar mandi kenakan pakaian sopan, kalau bugil dapat mengganggu iman tamu lain.

10. Lebih Baik Bertanya

Jika ada hal-hal yang diragukan lebih bertanya kepada petugas hostel . Bagi saya yang dari kampung ini agak kaget menemukan mesin cuci super canggih lalu salah pencet dan rusak. Terus aku dicap sebagai warga +62 yang sotoy.

Biasanya ketika check in petugas hostel akan menjelaskan beberapa hal kalau ada yang tidak dimengerti dapat bertanya.

Kak itu kamera nggak bisa dipakai googling, kalau nggak tahu tanya aja.

11. Ramah dan Menyapa

Salah satu keuntungan tinggal di hostel adalah memberikan kesempatan untuk berkenalan dengan orang dari negara lain dengan latarbelakang budaya yang beda. Seru sih sebetulnya.

Agar pengalaman tinggal di hostel makin seru, ramah kepada teman sekamar dan saling sapa. Kalau saya biasanya akan mengajak jabat tangan untuk memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama dan negara asal.

Just info, ibu ini anaknya ganteng-ganteng lho!

Gegara berkenalan dengan sesama penghuni hostel kadang mendapat teman jalan baru, alhamdulilahnya jadi sahabat dan insyaAllah kalau jodoh jadi teman hidup. *ih ngarepnya gitu*

Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan bagi teman-teman yang ingin tinggal di hostel sebagai salah satu bentuk manivestasi hemat bujet jalan-jalan. Oh iya kalau menurut kalian, etika apalagi yang harus diperhatikan jika ingin menginap di hostel atau mix dorm. Jangan ragu untuk menulisnya di kolom komentar, terutama yang punya pengalaman ajaib di hostel.

11 tanggapan untuk “Pelancong Harus Tahu Etika Menginap di Hostel Agar Tidak diCap Norak”

  1. Ih beneran mas Danan, amit-amit deh kalo liat kamar mandi kering yang “banjir” atau berantakan, ilfil langsung terus bawaannya pengen kasih review buruk, meskipun sebenernya bukan salah hostelnya sih, tapi yang menghuni hahaha…
    Maaf, aku tuh engga gitu sreg kalo ngedorm itu untuk shalat, kecuali mereka (jarang amat sih) nyediain tempat khusus. Gimana tipsnya, kalo pake duduk, kan masih sehat…

    Suka

  2. Itu sih tidak seberapa. Disalah satu hostel di Roterdam pernah ada yang melakukan hubungan suami-istri dengan alunan musiknya yang cukup keras, tapi ajaibnya ada satu orang yang ngoroknya kencang banget tetap aja ngorok pules.
    Kejadian lain yang pernah saya alami ada yang melakukannya di kamar mandi dalam tapi suaranya sampai kedengaran ke kamar. Saya yang mau pipis terpaksa harus ke toilet di luar kamar. Ini kejadiannya di Milano, Italia.

    Suka

  3. selama ini kalo nginep di hostel belum nemuin yang aneh-aneh dari tamu2 yg lain, palingan cuman kamar mandi umumnya aja, habis mandi tisue yang nggak dibuang di tempat sampah alias dibiarin aja, kan kasian aja orang selanjutnya yg mau mandi jadi gimana gitu, kesannya kamar mandi hotelnya / pegawainya ga cepat tanggap

    Suka

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s