“Tut…” Suara panjang kematian. Jantungnya berhenti berdetak.
Tangisan memecah keheningan malam. Suara langkah kaki menghambur memenuhi ruangan. Doa dan penyesalan meluncur deras mengiringi jasad lelaki di atas ranjang. Paramedis sibuk memeriksa nadi dan raga. Lanjutkan membaca “Mengulur Waktu”
Menggunakan lensa wide berapa milimeter. Seorang rekan bertanya melihat beberapa foto landscape terbaru saya.Wide Lens atau lensa lebar memiliki panjang fokal 10-30 mm. Konon harganya lebih mahal dari body kamera DSLR kelas pemula. Lanjutkan membaca “Teknik “Sweep” Fotografi”
Taman Nasional memiliki tiga pulau utama (Rinca, Komodo dan Gili Motang). Hopping mengelilingi pulau merupakan aktivitas favorit wisatawan. Hari ini kami memulai pelayaran dari Pulau Kanawa menuju Manta Point ” karang Makasar”. Setelah makan siang menuju pink beach dan melewati matahari terbenam pulau Kalong. Bermalam di depan pulau Lassa sambil terombang ambing di lautan. Keesokan hari melanjutkan perjalanan menuju pulau Komodo dan Rinca tempat Sang Varanus Komodensis tinggal Lanjutkan membaca “Video Island Hopping in Komodo National Park”
Hal menarik travelling menikmati keindahan alam beserta isinya. Melihat lebih dekat ada apa saja di dalamnya. Pagi di pantai Derawan menyaksikan beragam jenis hewan unggas mulai dari : elang laut, camar, dan bangau. Seekor burung Olsen Pelican terbang lincah di angkasa. Lanjutkan membaca “Parade Hewan Derawan – Tarakan”
Pelabuhan Tengkayu siang ini cukup ramai. Sebuah kapal menawarkan jalur penyebrangan lazim terdengar , Nunukan. Bukankah itu jalur TKI jika ingin pergi ke negeri jiran. Kapal bermuatan maksimal nampak terayun-ayun di atas air. Kata orang merupakan jalur padat karena selalu ada penyebrangan kesana. Ongkosnya tidak terlalu mahal, sekitar seratus ribuan untuk 5 jam pelayaran. Lanjutkan membaca “Derawan Flashpacking (part 5) : Si Mancung Nan Pemalu”
Matahari dan Pantai bagai dua sisi keindahan saling bertautan, sayang untuk dilewatkan. Berburu sunset atau sunrise seolah menjadi ritual wajib ketika berada di tepi lautan. Seperti pagi ini , bersama beberapa rekan bergegas menuju Derawan Dive Resort. Tempat terbaik menyaksikan matahari terbit. Menyusuri jalanan kampung lalu masuk ke dalam resort pribadi. Empunya cukup berbaik hati, pintu gerbangnya tidak dikunci hanya dikaitkan. Lampu dermaga masih menyala tapi sudah banyak orang menanti sang surya. Lanjutkan membaca “Derawan Flashpacking (part 4) : Cerita Pagi”
Rasa penasaran masih tersisa usai menyaksikan keunikan biota danau Kakaban. Hasil evolusi jutaan tahun akibat naiknya permukaan karang atol di bagian dalam pulau. Lalu bagaimana dengan karang atol di luarnya? Terumbu karang di kepulauan Derawan memiliki tutupan rata-rata karang keras 17,41% dan tutupan karang hidup 27,78%. Dengan jumlah spesies 460 sampai 470 menunjukkan bahwa ini menjadi kekayaan biodiversitas nomor dua setelah Kepulauan Raja Ampat. Lanjutkan membaca “Derawan Flashpacking (part 3) : Kejutan Dunia Bawah Laut”
Mendung kembali menggantung di ufuk timur tapi tetap berpikir positif. Jika hari ini kembali hujan maka sia-sia perjalanan kali ini. Melewati sarapan dengan segenap doa berharap matahari bersinar. Tapi nyatanya butiran air berjatuhan dari langit. Kami terdiam, hiburan terbaik menyaksikan penyu hilir mudik di bawah penginapan. Mas Budi berkata apapun yang terjadi kita tetap harus berangkat pukul 08:00. Bisa saja di sini hujan bisa jadi di Maratua atau Kakaban tidak. Lanjutkan membaca “Derawan Flashpacking (part 2) : Rainy Morning”