Derawan Flashpacking (part 2) : Rainy Morning

Hujan - Maratua Paradise Resort
Maratua Paradise Resort

Mendung kembali menggantung di ufuk timur tapi tetap berpikir positif. Jika hari ini kembali hujan maka sia-sia perjalanan kali ini. Melewati sarapan dengan segenap doa berharap matahari bersinar. Tapi nyatanya butiran air berjatuhan dari langit. Kami terdiam, hiburan terbaik menyaksikan penyu hilir mudik di bawah penginapan. Mas Budi berkata apapun yang terjadi kita tetap harus berangkat pukul 08:00. Bisa saja di sini hujan bisa jadi di Maratua atau Kakaban tidak.

Dan hujan menghamburkan tetesan air tanpa ampun bersama gulungan angin . Kapal patroli mengisyaratkan bahwa kondisi belum aman untuk berlayar. Tapi speed boat kami terus melaju menuju arah di mana awan tidak terlihat. Hempasan gelombang tinggi beradu dengan lambung kapal, menghentak-hentak menciutkan nyali. Berteriak satu-satunya cara melepas rasa takut.

Samar-samar terlihat Pulau Kakaban diselimuti awan mendung. Berpaling melaju terus ke Tenggara menuju Maratua. Pulau cantik berpasir putih menyambut.  Maratua Paradise Resort bercat merah kontras dengan air laut biru di bawahnya.  Kapal belum sandar tapi saya menceburkan diri . Begini rasanya snorkling di tengah gerimis. Air laut terasa lebih hangat namun visibility sangat minim . Lebih baik daripada tidak sama sekali. Lagi-lagi hujan mengguyur lebat, kembali berteduh di teras resort. Lalu bergegas menuju Kakaban.

Di pulau Kakaban cuaca lebih baik. Hamparan terumbu jernih menggoda di sepanjang dermaga. Sabar, kita bermain ubur-ubur di danau baru ke laut. Memang begitu aturannya, agar biota laut tidak masuk ke danau dan mengganggu ekosistem yang telah berevolusi jutaan tahun. Bayangkan jika predator ubur-ubur masuk ke danau Kakaban. Mengganggu ubur-ubur yang tidak memiliki kemampuan bertahan (stingless).

Hutan mangrove menyambut pengunjung di Kakaban. Menyusuri undakan kayu naik turun mengikuti kontur tanah di pulau tak berpenghuni. Suara binatang sahut menyahut, tidak terbayangkan berjalan di sini malam hari. Berikutnya undakan turun semakin curam berujung danau kehijauan. Inilah danau payau Kakaban seluas 50 km2. Di sini bersemayam ubur-ubur cantik nan ramah tanpa sengat. Konon di dunia cuma ada dua di sini dan Kepulauan Micronesia, Tenggara Laut Pasifik.

Ubur-ubur totol (Mastigias cf papua) menari-nari indah menyambut, di kedalaman danau bagian tubuhnya terlihat berpendar. Kagum ingin menyentuh tapi tak tega melihat tubuhnya tercerai. Lebih dari satu menit atraksi tarian alam ini diabadikan dengan  kamera Sony DSC-TX10. Ubur-ubur bulan Aurelia aurita , transparan bagai tudung saji dengan aksen daun semanggi di atasanya melintas. Jenis ini memang tidak sebanyak ubur-ubur totol.Jenis yang tidak sulit ditemukan  adalah Ubur-ubur kotak Tripedalia cystophora . Mungkin karena warna tubuhnya sangat transparan  dan bentuknya kecil kadang kita tidak mennyadari kehadirannya. Berada di dasar danau alga danau berwarna kehijaun menghampar berhiaskan Cassiopea ornat, ubur-ubur terbalik. Secara fisik sekilas mirip ubur-ubur totol tapi jenis satu ini memiliki kebiasaan membalikan diri memaksimalkan proses fotosintesis.

Rasanya tak ingin keluar dari danau . Meskipun gerimis kembali datang merenggut keheningan permukaan air. Kakaban memang luar biasa. Kakaban sendiri artinya memeluk,  memeluk air laut di tengah karang atol yang terjebak jutaan tahun. Ingin rasanya memeluk keindahan dan keunikan alam yang ada di sini untuk selamanya . Menjaga dan terus melestarikan untuk generasi mendatang.

snorkling di tengah hujan - Maratua
snorkling di tengah hujan – Maratua
jalan dan tangga kayu di pulau Kakaban
jalan dan tangga kayu di pulau Kakaban
Hutan Mangrove di sekitar danau
Hutan Mangrove di sekitar danau
Tarian ubur-ubur totol, Mastigias cf papua
Tarian ubur-ubur totol, Mastigias cf papua
Ubur-ubur bulan Aurelia aurita
Ubur-ubur bulan Aurelia aurita

Penampilan khusus tarian ubur-ubur Aurelia aurita

RELATED STORIES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s