Derawan Flashpacking (part 3) : Kejutan Dunia Bawah Laut

Memukau - Snorkling di sekitar pulau Kakaban
Memukau – Snorkling di sekitar pulau Kakaban

Rasa penasaran masih tersisa usai menyaksikan keunikan biota danau Kakaban. Hasil evolusi jutaan tahun akibat naiknya permukaan karang atol di bagian dalam pulau. Lalu bagaimana dengan karang atol di luarnya? Terumbu karang di kepulauan Derawan memiliki tutupan rata-rata karang  keras 17,41% dan tutupan karang hidup 27,78%. Dengan jumlah spesies 460 sampai 470 menunjukkan bahwa ini menjadi kekayaan biodiversitas nomor dua setelah Kepulauan Raja Ampat.

Usai makan siang speed boat bergerak menuju spot snorkling. Air laut jernih berlinang-linang tembus pandang. Hamparan terumbu karang begitu indah . Siapa sangka visibility-nya akan sebagus ini selepas hujan deras. Satu-persatu kami turun menyapa dunia bawah laut terluar pulau Kakaban. Ribuan ikan warna-warna tak gentar berenang di antara kami. Seolah tak ada ruang bagi mereka untuk menjauh. Terumbu karang dan softcoral melengkapi taman laut pulau Kakaban. Semua warna di dunia terwakili di sini. Guide kami, Mas Budi berujar sebetulnya ada spot yang jauh lebih bagus. Tapi karena keterbatasan waktu tidak bisa menjangkau yang lain.

Berenang menuju laut lepas, lautan makin dalam membiru gelap. Tebing karang menghujam masuk di kedalaman 20 meter. Ikan-ikan di sana jauh lebih besar, bahkan sepanjang tubuh manusia. Sambil menyelam boski membawa camrecorder merekam keindahan dari dasar laut. Sedangkan saya hanya mengapung di atas permukaan mengabadikan dari atas. Dari  sini sangat indah, apalagi dari bawah sana. Keinginan mengambil lisensi diving semakin besar.

Berikutnya bakal ada kejutan lagi ujar Mas Budi. Speed Boat meluncur cepat menuju pulau Sangalaki. Langit memang tidak biru benderang tapi cukup cerah. Apakah kami akan singgah di sana dan menuntaskan perjalanan hari ini dengan berfoto di pasir putih. Tiba-tiba dari dalam laut muncul kerucut kecil melambai memercikan air. Itu bukan sirip punggung ikan hiu tapi sirip ikan manta melambai-melambai. Tidak percaya bisa menyaksikan ikan berdiameter 3-4 meter berenang timbul ke permukaan. Buru-buru saya mengambil kamera underwater sebelum masuk ke dalam laut. Alat perekam ini tak memiliki sisa energi lagi setelah terbuai keindahan Kakaban.

Tanpa kamera menyeburkan diri ke dalam laut. Belasan Manta Birostris ukuran raksasa lalu lalang membuat laut terasa sempit. Jika tidak hati-hati bisa tertampar kepak siripnya. Tak perlu khawatir dengan ekornya berbentuk pedang, jenis ini tidak beracun. Berbeda dengan saudaranya dengan ukuran lebih kecil dan sering berada di dasar laut. Bibir dan insangnya melambai-lambai diterpa air laut, mirip alien. Mungkin bagi beberapa orang terlihat menyeramkan. Tapi bagi saya mengasyikan berenang bersama mahluk besar, mengejarnya. Rasanya sayang sekali tidak bisa mengabadikan momen ini. Untung Boski sempat mengambil gambar walaupun tidak dengan resolusi terlalu bagus. Rasa gatal akibat sengatan plankton – makanan manta – seolah terabaikan. Apalagi dunia bawah laut di sini tidak kalah dengan Kakaban.

Hari ke dua di Derawan benar-benar luar biasa. Dibuka dengan badai menggoda rasa cemas. Lalu ditutup dengan gemulai hewan raksasa Manta. Sayang sekali esok kami harus kembali ke Jakarta. Masih banyak keindahan bawah laut Derawan yang harus dijelajahi. Menelisik jalur migrasi hewan laut besar di antara pulau Semama, Sangalaki, Kakaban, Maratua, Panjang dan Derawan. Menanti kejutan demi kejutan dunia eloknya dunia bawah laut nusantara.

Sisi Terdalam - berbatasan dengan lautan dalam
Sisi Terdalam – berbatasan dengan lautan dalam
Sembunyi - ikan di antara karang
Sembunyi – ikan di antara karang
Menikmati dunia bawah laut Kakaban , snorkling (kiri), diving (kanan)
Menikmati dunia bawah laut Kakaban , snorkling (kiri), diving (kanan)

ikan warna -warni
ikan warna -warni
narsis - penulis bersama manta (dokumentasi : Boski)
narsis – penulis bersama manta (dokumentasi : Boski)

RELATED STORIES

6 pemikiran pada “Derawan Flashpacking (part 3) : Kejutan Dunia Bawah Laut

  1. Kalau saya, badainya menutup perjalanan. Sampai khawatir dalam perjalanan pulang Kakaban-Derawan. Tapi sangat puas dengan underwater Kakaban, dari yang perairan dangkal, tiba-tiba ada dinding karang yang dalam dan menuju gelap.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s