Derawan Flashpacking (part 4) : Cerita Pagi

Pagi di Pulau Derawan
Pagi di Pulau Derawan

Matahari dan Pantai bagai dua sisi keindahan saling bertautan, sayang untuk dilewatkan. Berburu sunset atau sunrise seolah menjadi ritual wajib ketika berada di tepi lautan. Seperti pagi ini , bersama beberapa rekan bergegas menuju Derawan Dive Resort. Tempat terbaik menyaksikan matahari terbit. Menyusuri jalanan kampung lalu masuk ke dalam resort pribadi. Empunya cukup berbaik hati, pintu gerbangnya tidak dikunci hanya dikaitkan. Lampu dermaga masih menyala tapi sudah banyak orang menanti sang surya.

Menikmati hembusan angin  sambil menghirup aroma laut. Berlahan gelora jingga membara dari ujung timur. Maaf tak ada sang surya pagi ini, kilaunya tertutup gelombang awan. Tapi jangan kecewa banyak keindahan lain di sini untuk dikagumi. Mari kita berjalan kaki mengelilingi pulau seluas 44.6 hektar.

Setelah menyaksikan sunrise  berjalan menyusuri pantai lalu masuk di perkampungan di Derawan. Berbaur masyarakat melewati pagi penuh semangat. Tepat di  persimpangan jalan sebuah makam kecil terlihat. Unik,sebuah nisan berbentuk kuda , bagian atasnya terbalut warna kuning. “Makam Kuda” orang biasa menyebutnya. Konon ini  kuburan kuda salah pendatang pertama yang menyambangi pulau ini. Taburan bunga dan sesaji disekilingnya menandakan makam ini dikeramatkan oleh warga setempat.

Berburu oleh-oleh aktivitas berikutnya. Pilihannya banyak,  mau cindramata khas Derawan atau makanan yang bisa dibawa pulang. Jika menginginkan pernak-pernik unik bisa mendatangi artshop yang banyak terserbar di dekat Dive Resort. Beragam perhiasan “daur ulang” biota laut atapun kaos bertuliskan Derawan. Sangat tidak disarankan membeli cendramata dari kulit penyu. Karena secara tidak langsung mendukung perburuan hewan langka ini .

Jika menyukai makanan olahan khas laut bisa membeli ikan atau sotong asin. Pasti rasanya lezat jika dimakan dengan nasi hangat. Apalagi bersama sambal terasi super pedas. Jangan lupa terasi bisa anda beli di sini dalam ukuran besar. Mungkin agak sedikit bermasalah dengan baunya jika masuk ke dalam bagasi pesawat.

Mengurai keindahan kepulauan Derawan tidak akan selesai dalam tiga hari. Tapi pagi ini kami harus bergegas menuju Pelabuhan Tengakyu sebelum ombak besar. Sejenak sebelum pulang kami sempatkan berfoto dengan penyu yang biasa berenang di bawah penginapan.  Padang lamun di tepi pantai derawan melambai-lambai tersapu ombak, seolah memberi salam perpisahan.  . Selamat tinggal kawan, sampai berjumpa kembali.

gelap - lampu di ujung dermaga masih berpendar
gelap – lampu di ujung dermaga masih berpendar
matahari tertutup awan
matahari tertutup awan
Derawan Dive Resort
Derawan Dive Resort
Kuburun Kuda
Kuburun Kuda
cindramata - kerajinan tangan khas
cindramata – kerajinan tangan khas
sotong asin khas Derawan
sotong asin khas Derawan
ikan asin asli Derawan
ikan asin asli Derawan
Foto bersama penyu
Foto bersama penyu
cerah - pagi indah melepas kepulangan
cerah – pagi indah melepas kepulangan
memancing - aktivitas pagi hari di Derawan
memancing – aktivitas pagi hari di Derawan

RELATED STORIES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s