Kalimantan Timur Travelling

Derawan Flashpacking (part 5) : Si Mancung Nan Pemalu

Bekantan hewan endemik khas pulau Borneo
Bekantan hewan endemik khas pulau Borneo

Pelabuhan Tengkayu siang ini cukup ramai. Sebuah kapal  menawarkan jalur penyebrangan lazim terdengar , Nunukan. Bukankah itu jalur TKI jika ingin pergi ke negeri jiran. Kapal bermuatan maksimal nampak terayun-ayun di atas air. Kata orang merupakan jalur padat karena selalu ada penyebrangan kesana. Ongkosnya tidak terlalu mahal, sekitar seratus ribuan untuk 5 jam pelayaran.

Masih ada beberapa jam sebelum penerbangan ke Jakarta pukul 19:00 waktu setempat. Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) menjadi persinggahan berikutnya. Menguak kekayaan hayati Kalimantan Timur, hutan mangrove di pusat kota Tarakan. Patung bekantan jantan bertengger di atas pintu gerbang. Bentuknya tidak sekomikal maskot Taman Impian Jaya Ancol. Tapi cukup mewakili bahwa di sini hidup monyet berperut buncit pemalu. Jalan kayu melintas di atas tanah gambut becek menembus rindang ekostika hutan di tengah kota. Tempat favorit pasangan kekasih duduk santai mencari kesejukan dan kesunyian.

Saat ini terdapat 44 ekor Bekantan , 14 ekor diantaranya lahir di KKMB. Selain Bekantan di KKMB terdapat hewan seperti berang-berang, biawak, 31 spesies burung, dan berbagai biota perairan lainnya, seperti kepiting, udang, dan ikan. Terdapat juga 15 species mangrove di sini.

Rasa penasaran semakin menguat , setelah mengeliling kawasan ini tidak bertemu dengan Monyet Belanda alias Bekantan. Konon hewan berhidung mancung masih  satu genus dengan monyet Nasalis terkenal pemalu. Dari kejauhan terlihat samar mahluk kemerahan di atas pohon. Sejenak menghilang dalam rimbun pepohonan.

Melihat hewan Endemik khas Kalimantan ternyata harus masuk ke kawasan khusus dibatasi pintu besi. Dari sini bisa melihat Nasalis Larvatus lebih dekat. Tapi lagi-lagi sifat pemalunya muncul tak kala pengunjung mengeluarkan kamera. Sebuah kilatan lampu flash atau bidikan moncong lensa panjang membuatnya menutup dan memalingkan wajah. Perlu kesabaran lebih  mendapatkan gambar bekantan lebih detail. Jauh berbeda dengan saudara sepupunya kera ekor panjang. Selalu mondar-mandir narsis mendekati pengunjung minta difoto.

Perjalanan singkat di Borneo semakin  penasaran , ingin menjelajah lebih dalam pulau ketiga terbesar di dunia. Menelisik sisi budayanya yang terkenal eksotis serta alamnya yang  masih perawan. Bermimpi berada di pulau ini tidak hanya tiga hari saja. Semoga tahun depan :).

Pelabuhan Tengkayu Tarakan
Pelabuhan Tengkayu Tarakan
Gerbang Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (kiri); Bekantan betina dan anaknya (kanan)
Gerbang Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (kiri); Bekantan betina dan anaknya (kanan)
jembatan kayu membelah hutan mangrove
jembatan kayu membelah hutan mangrove
kepiting biru  - penghuni dasar hutan Mangrove
kepiting biru – penghuni dasar hutan Mangrove
Pengunjung - bertingkah mirip bekantan
Pengunjung – bertingkah mirip bekantan
Penghuni KKMB  - Kera Buntut Panjang (kiri) - Burung (kanan)
Penghuni KKMB – Kera Buntut Panjang (kiri) – Burung (kanan)

RELATED STORIES

4 komentar

Pembaca kece selalu meninggalkan jejak berupa komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.