Derawan Flashpacking (part 1) : 1st Day

Hari Pertama - Mendung menggantung di Derawan
Hari Pertama – Mendung menggantung di Derawan

Mungkin ini rencana trip tersingkat. Lysya – rekan backpacking asal Jakarta – mengajak menerawang keindahan dunia bawah air Derawan. Tujuan utamanya, melihat keindahan jellyfish stingless di Pulau Kakaban. Pilihan perjalanan ada dua, lewat Balikpapan atau Tarakan. Jika lewat Balikpapan maka ongkos pesawat lebih mahal, maklum saja penerbangan di sini merupakan jalur premimum. Di mana banyak pekerja bidang migas yang konon berkocek tebal. Alternif kedua melalui Tarakan dengan harga tiket pesawat setengah menuju Balikpapan. Tapi penyebarangan dari pelabuhan Tengkayu menuju Derawan cukup jauh dan membutuhkan buget lebih .

Setelah melakukan kalkulasi biaya dapat disimpulkan jika peserta kurang dari 6 orang maka paling ideal melalui Balikapapan. Dan jika memenuhi kuota 10 orang, biaya termurah melalui Tarakan. Pekerjaan ruamhanya bagaimana mengumpulkan 10 orang dalam waktu kurang dari dua minggu. Minggu pertama terkumpul 6 orang saja. Memasuki hari ke sepuluh peserta mencapai 8 orang. Diputuskan melalui Tarakan dengan resiko biaya sedikit membengkak. Tapi menjelang detik terakhir keberangkatan peserta menjadi 11 orang.

Gaya perjalanan kali ini flashpacking mengingat pesertanya mayoritas pegawai. Memanfaatkan akhir pekan dan cuti hari jum’at. Meeting point perjalanan kali ini Terminal 1B Bandara Sukarno Hatta. Sambil terkantuk-kantuk melewati check in dan boarading pass. Tantangan penerbangan di pagi buta, belum lagi rasa lapar mendera, tidak sempat sarapan. Gerai makanan di bandara masih banyak yang tutup. Ya sudahlah berharap di Tarakan ada warung nasi uduk. Menanti keberangkatan dengan tidur sejenak di ruang tunggu. Tiba-tiba embak-embak Lion di Ujung sana teriak pake Toa, kalau pesawat mau berangkat. Penumpang antri harap antri. Jujur  sangat berharap di ujung sana ada yang memberikan nasi kotak atau snack.

Pesawat lepas landas tepat jam 5. saya juga lepas landas menuju alam mimpi, mencari sarapan pagi. Cahaya matahari menyapa dari balik jendela pesawat, pendarnya tidak sempurna membias di kaca fiber . Pemandangannya masih laut biru di balik awan, mungkin laut jawa. Menggeliat, mencoba meluruskan badan tapi tetep kanan-kiri-depan-belakng mentok kursi. Akhirnya pasrah. Daratan sudah terlihat, pulau Borneo. Sungai-sungai besar mengular di antara hutan tropis berwarna hijau kontras dengan birunya langit. Di beberapa titik terlihat lubang besar menganga bekas tambang batubara. Mirip dengan tambang timah dan kaolin di Belitung.

Kami berada di ujung timur Borneo. Tepat di atas Kuala dan rawa-rawa di tepi lautan. Tak lama sang pilot berbalik arah kembali menuju daratan. Pesawat sedikit miring menyeimbangkan manufer berbelok sang pilot. Dan akhirnya sukses mendarat di bandar udara Juwata, Tarakan. Ritual norak dimulai, berfoto di lapangan udara dengan latar belakang pesawat. Akhirnya aksi ini terhenti ketika petugas bandara mengusir kami.

Dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dari bandara menuju pelabuhan Tengkayu. Salah satu titik transit terpenting di Kalimantan Timur. Kapal-kapal kecil bersandar rapi di sisi dermaga. Derawan sepertinya menjadi tujuan favorit di sini. Beberapa  pemilik kapal menawarkan jasa penyebrangan . Tak berselang lama kapal yang kami pesan tiba. Kembali melewati 3 jam perjalanan, kalau tadi pagi melayang di antara awan sekarang terombang-ambing di atas lautan.

Pukul 12 sampai di Derawan. Berharap setengah hari di pulau Derawan bisa menikmati keindahan pantai atau bersnokling. Namun malang tidak dapat ditolak. Ketika menjejakan kaki hujan lebat menyambut. Menanti keajaiban mungkin yang dapat dilakukan di penginapan Lestari. Berdiri di balkon panggung sambil berharap awan hitam tersapu angin hingga malam menjelang. Usai makan malam, Mas Budi – guide – memberikan briefing singkat aktivitas esok hari. Ada tiga spot utama snorkling yaitu: Sangalaki, Kakaban dan Manta Point.

Malam makin larut dan hujan sudah berhenti. Suara ombak makin jelas terdengar dari lantai penginapan. Mungkin di bawah sana penyu-penyu sedang asik bermain air atau mungkin bertelur. Khayalan mengantarkan mimpi terdalam malam ini di Derawan.

Bandar Udara Tengkayu, Tarakan
Bandar Udara Juwata, Tarakan
Pelabuhan Tengkayu, Tarakan
Pelabuhan Tengkayu, Tarakan
Lestari - Penginapan di pinggir pantai Derawan
Lestari – Penginapan di pinggir pantai Derawan
Mendung Tak Terbendung di Derawan
Mendung Tak Terbendung di Derawan
Tenang - Malam di Derawan
Tenang – Malam di Derawan

RELATED STORIES

4 pemikiran pada “Derawan Flashpacking (part 1) : 1st Day

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s