
Tengadahkan wajah ke langit jingga biru untuk merasakan hembusan angin dan sinar mentari pagi. Haru sekaligus bangga berdiri di puncak bukit Kanawa, Taman Nasional Komodo. Melarutkan rasa kepada ibu pertiwi , di bumi tempat naga terakhir bersemayam.

Tengadahkan wajah ke langit jingga biru untuk merasakan hembusan angin dan sinar mentari pagi. Haru sekaligus bangga berdiri di puncak bukit Kanawa, Taman Nasional Komodo. Melarutkan rasa kepada ibu pertiwi , di bumi tempat naga terakhir bersemayam.
Beda dengan Festival Krakatau sebelumnya, tahun ini tour Krakatau menawarkan pengalaman yang menantang. Badan Konservasi Sumber Daya Alam mengijinkan kami merapat di pulau Gunung Anak Krakatau lalu menjejakan kaki di puncak setinggi 800 mdpl.
Lanjutkan membaca “[Video] Festival Krakatau 2014 – Krakatau Tour”

Alam semesta berindra, mendengar, berbicara lalu memanggil.
“Tuhan aku merindukannya. Menembus ombak Teluk Lampung bersama jukung bernakoda angin. Menyelami lautan biru penuh misteri untuk kenangan masa kecil”
Lanjutkan membaca “Festival Krakatau 2014 – Teluk Lampung Memanggil”

“Pejalan Lampung kok nggak pernah mengulas kuliner asli Lampung?” Protes seseorang yang tidak mau disebutkan namanya karena takut beken mendadak.
“Hmmm… aku kalau mudik lebih suka masakan Emak di rumah.”
“Nah berhubung mudik kali ini nggak mampir rumah, makan yuk di Mak War.”
Dokumentasi singkat rangkaian kegiatan Festival Krakatau ke 24 menyambangi Pulau Balak , Teluk Lampung.
Lanjutkan membaca “[Video] Festival Krakatau 2014 – Pulau Balak”

Pakaian dan riasan warna-warna menghadirkan kemeriahan. Gerak polah para penampil mengundang decak kagum hingga gelak tawa. Namun ada kisah tak terujar dari balik panggung parade.
Lanjutkan membaca “Festival Krakatau 2014 – Kisah di Balik Panggung Karnaval”