jejakubikel, Kisah Kehidupan

Warga Negara Indonesia

27 Januari 1990. Aku terkulai lemas di kamar Akong. Suhu badankumeninggi, aku meringkuk di dalam selimut kedinginan.

“Loe demam?” Tangan Cik Wati mendarat kasar di keningku. Aku terdiampasrah tanpa bisa mengeluh.

“Ah bo’ong loe. Pasti semalem kebanyakan minum arak . Cici kan udah bilang. Ga usah coba-coba minum arak. Lagian loe masih di bawah umur. Belon tujuh belas.” Cerocosnya tanpa henti. Suaranya menggema kuat membangunkan seisi rumah.

Lanjutkan membaca “Warga Negara Indonesia”

jejakubikel, Kisah Kehidupan

Mahluk Setan

Malam semakin dingin. Tak ingin kulepas kehangatan dari sisiku. Kukecup  lembut bibir ranum merah jambu terlelap dalam mimpi panjang.

Itai Lamu, kau adakah.” Suara dari balik dinding lamin membuyarkan rasa.

Tanpa sepatah kata, kuraih mandau. berjinjit ringan membuka pintu. Sekali lagi kupandang tubuh molek kuning langsat bersarung.

***

Lanjutkan membaca “Mahluk Setan”

jejakubikel, Kisah Kehidupan

Terbaik

“Ninik Mamak yang telah menentukan ini semua. Aku tak kuasa menolakperjodohan atau kehilangan segalanya.” Tangan Bang Hans meremas lembut.

Lisa diam tak bergeming larut dalam duka dan kegalauan.

“Kamu tetap yang terbaik.” Bisik Hans lembut seraya memeluk.

“Aku memang terbaik dibandingkan gadis kampung itu.” Batin Lisa berteriak sombong. Melayang di dalam pelukan untuk terakhir kalinya.

Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Hans.

“SIAPA HARI INI YANG KAU KORBANKAN?” Pengirim Ardy.

“LISA, TAPI MASIH ADA DUA LAGI”. Hans membalas.

“JADI PILIHANMU?” Sebuah pesan muncul kembali.

“RETNO, GADIS SOLO TERCANTIK DAN TERBAIK.” Jarinya lincah membalas. Lengannya makin erat memeluk Lisa.

jejakubikel, Kisah Kehidupan

Sendiri

Pantai Losari

“Ayah, Ibu… kini aku sendiri.”

Manis dan legit pisang Eppe menawarkan rasa lapar tak tertahankan. Pakde menggandengku untuk pergi ke dunia  yang tak pernah aku tahu. Ratusan atau ribuan kilometer, aku tak pernah tahu. Aku hanya butuh tempat berpijak dan bersandar. Meski harus menyebrangi lautan.

***
Surabaya
Manis dan legit kutawarkan rasa ini . Aku berdiri di tepi jalan.Ratusan atau ribuan laki-laki menggauliku, Pakde tak pernah mau tahu. Yang dia mau hanya uang.

“Ayah, Ibu… aku masih tetap sendiri.”

Lampung, Travelling

Kiluan Tour 2012 (part 10) : Perjalanan Pulang Nan Panjang

Saatnya pulang meninggalkan keindahan di Kiluan. Ternyata kita sudah ga di Kiluan lagi, kita sudah melintas sampai Kelumbayan. Agak bingung juga setelah tanya penduduk, beberapa jalan memang harus melalui sungai. Alias nerabas sungai surut. Kalo pasang ya, motornya dinaikin perahu atau minep nunggu surut. Haduehhhh… Tenang om ga usah panik, kita pasti nyampe Lampung. Bandar Lampung maksudnya 🙂 Lanjutkan membaca “Kiluan Tour 2012 (part 10) : Perjalanan Pulang Nan Panjang”

Lampung, Travelling

Kiluan Tour 2012 (part 8) : Bidadara Turun ke Sungai

bidadara mandi ke sungai

Tadi malam teluk Kiluan diterpa badai  cukup besar. Pukul 3 dinihari suara angin membangunkan kami semua. Rasanya pondok bambu ini bergerak-gerak akan terbang. Terpaan air laut juga mulai menerobos masuk sela-sela dinding bambu. Walaupun suasananya agak sedikit menegangkan tapi kami bersyukur semalam tidak hujan. Jadi hari ini kami bisa melanjutkan perjalanan pulang.

Lanjutkan membaca “Kiluan Tour 2012 (part 8) : Bidadara Turun ke Sungai”